JAKARTA – Pemerintah terus memperketat pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 2026. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat disiplin fiskal sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program prioritas nasional.
Selain mengejar efisiensi, pemerintah juga ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyusun skema penghematan baru yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan menegaskan kondisi fiskal nasional tetap terkendali. Pemerintah pun optimistis mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
BGN Siapkan Penghematan Anggaran MBG
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kepala BGN telah memaparkan rencana efisiensi anggaran saat keduanya bertemu beberapa waktu lalu. Meski belum mengumumkan angka final, ia memastikan nilai penghematan tersebut cukup besar.
“Kepala BGN melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program MBG, saya pikir cukup signifikan tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan pagu anggaran MBG turun menjadi sekitar Rp268 triliun. Dengan demikian, potensi efisiensi anggaran mencapai sekitar Rp67 triliun.
Purbaya Dukung Pemangkasan Lebih Besar
Lebih lanjut, Purbaya menilai penghematan anggaran justru membuka ruang bagi tata kelola yang lebih baik. Menurutnya, BGN masih memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi tujuan utama program.
Karena itu, ia mendukung langkah BGN apabila lembaga tersebut kembali menemukan ruang penghematan baru.
“Saya setuju [pemotongan] apalagi kalau dipotongnya lebih banyak lagi. Artinya ada efisiensi yang lebih bagus. Kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus, walaupun masih bisa dikurangin sedikit lagi. Tetapi nanti akan signifikan lah pemotongannya, bukan saya yang usul ya, Kepala BGN-nya sendiri,” katanya.
Pemerintah Jaga Defisit APBN
Meski pemerintah memangkas anggaran MBG, Purbaya belum menghitung secara pasti dampaknya terhadap defisit APBN. Menurutnya, kebutuhan belanja pada sektor lain masih dapat berubah sehingga pemerintah harus melihat perkembangan secara menyeluruh.
Namun, ia memastikan pemerintah tetap memiliki ruang fiskal yang cukup kuat. Selain itu, tren penurunan harga minyak dunia hingga mendekati US$70 per barel ikut memperkuat optimisme pemerintah dalam mengelola APBN.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan menargetkan defisit APBN 2026 berada di bawah 2,9 persen terhadap PDB. Hingga pertengahan tahun, pemerintah memperkirakan defisit masih berkisar 1 persen terhadap PDB.
“Yang jelas kondisi fiskal aman, defisit tidak akan melebihi 3%, hampir pasti bisa dikendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar, termasuk harga minyak turun mendekati US$70,” tegas Purbaya.
Ekonom Soroti Manfaat Efisiensi Anggaran
Sementara itu, Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Hosianna Evalita Situmorang, menilai kebijakan efisiensi anggaran MBG akan memperkuat ketahanan fiskal nasional.
Menurutnya, pemerintah dapat mengalihkan sebagian anggaran ke sektor yang lebih produktif sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Misalnya, pemerintah dapat memperbesar bantuan sosial atau menjaga stabilitas harga energi agar daya beli masyarakat tetap kuat.
“Apalagi kalau realokasi anggaran pada akhirnya menjadi lebih tepat sasaran yaitu untuk menjaga atau bahkan mendorong daya beli misal dengan bantuan sosial dan kenaikan harga energi misal BBM dan listrik ke depannya bisa terkendali atau tidak terlalu besar,” ujarnya.
Dengan demikian, efisiensi anggaran tidak hanya memperbaiki pengelolaan fiskal, tetapi juga membuka peluang bagi pemerintah untuk menjalankan program yang lebih tepat sasaran.
Prospek Fiskal Tetap Terjaga
Ke depan, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan Program MBG sekaligus menyesuaikan kebutuhan anggaran dengan kondisi di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas program dan kesehatan fiskal nasional.
Apabila proses efisiensi berjalan sesuai rencana, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk mengoptimalkan belanja negara tanpa mengganggu stabilitas APBN.
FAQ
Mengapa pemerintah memangkas anggaran MBG?
Pemerintah ingin meningkatkan efisiensi, memperbaiki tata kelola, dan memastikan anggaran tepat sasaran.
Berapa potensi penghematan anggaran MBG?
Pemerintah memperkirakan penghematan mencapai sekitar Rp67 triliun, meski BGN masih akan mengumumkan angka final.
Apakah pemangkasan anggaran memengaruhi defisit APBN?
Pemerintah memastikan defisit APBN 2026 tetap berada di bawah 3 persen terhadap PDB.
Apa manfaat efisiensi anggaran menurut ekonom?
Efisiensi memberi ruang bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan fiskal dan mengalihkan anggaran ke program yang lebih produktif serta berdampak langsung pada masyarakat.(Tim)









