SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pasar modal global kembali mencatat babak baru ketika perusahaan antariksa milik SpaceX resmi meluncurkan penawaran saham perdana (IPO) yang langsung memecahkan rekor dunia. Aksi korporasi besar ini langsung menarik perhatian investor global karena nilai dana yang berhasil dihimpun melampaui seluruh catatan IPO sebelumnya.

Langkah ini sekaligus menandai pergeseran besar dalam lanskap industri teknologi dan antariksa, terutama di bawah kendali pengusaha teknologi Elon Musk yang selama ini dikenal agresif mendorong ekspansi bisnis luar angkasa dan internet satelit.

IPO Terbesar Sepanjang Sejarah

SpaceX menetapkan harga penawaran saham perdana di level 135 dolar AS per saham atau sekitar Rp 2,4 juta dengan kurs Rp 17.913 per dolar. Perusahaan melepas sekitar 555,5 juta lembar saham ke publik melalui bursa teknologi Amerika Serikat.

Dari aksi tersebut, SpaceX berhasil mengumpulkan dana segar sekitar 75 miliar dolar AS atau setara Rp 1.343,5 triliun. Angka ini langsung menempatkan IPO SpaceX sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar modal global, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Saudi Aramco.

Sebagai perbandingan, Saudi Aramco hanya menghimpun sekitar 25,6 miliar dolar AS saat IPO pada 2019. Dengan demikian, SpaceX mencatat nilai hampir tiga kali lebih besar dari rekor sebelumnya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan paling dominan di era modern.

Lonjakan Valuasi dan Antusiasme Investor

Setelah IPO, valuasi SpaceX melonjak hingga sekitar 1,77 triliun dolar AS atau setara Rp 31.706 triliun. Lonjakan ini langsung menempatkan perusahaan tersebut dalam jajaran elit korporasi global bersama raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Nvidia.

Baca Juga :  OJK Siapkan Pintar Reksadana, Dorong Anak Muda Investasi Disiplin Lewat Autodebet

Investor menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal penawaran. Permintaan saham bahkan tercatat mencapai empat kali lipat dari jumlah saham yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis SpaceX, terutama pada segmen roket Falcon, Starship, dan layanan internet satelit Starlink.

Karena tingginya minat tersebut, penjamin emisi juga menyiapkan opsi tambahan sekitar 83 juta saham yang bisa dilepas dalam 30 hari setelah IPO. Jika opsi ini terlaksana penuh, SpaceX berpotensi menambah dana sekitar 11 miliar dolar AS atau setara Rp 197 triliun.

Bursa Nasdaq Jadi Panggung Perdana

SpaceX akan mulai memperdagangkan sahamnya di bursa teknologi Amerika Serikat, yaitu Nasdaq di New York dengan kode saham “SPCX”.

Langkah ini menandai transisi penting bagi perusahaan yang sebelumnya beroperasi sebagai entitas tertutup. Meski kini berstatus perusahaan publik, Elon Musk tetap mempertahankan kendali kuat atas arah strategis perusahaan.

Struktur saham memberi Musk sekitar 82 persen hak suara, sehingga ia tetap memegang kontrol penuh terhadap keputusan besar perusahaan. Struktur ini ia bentuk melalui kombinasi saham kelas A dan kelas B yang memiliki bobot suara berbeda.

Dampak ke Industri Teknologi dan Antariksa

Masuknya SpaceX ke pasar publik langsung mengguncang sektor teknologi global. Investor melihat IPO ini sebagai sinyal kuat bahwa industri antariksa kini memasuki fase komersialisasi besar-besaran, bukan lagi sekadar proyek penelitian pemerintah.

Starlink memperluas akses internet global, sementara Starship membuka peluang eksplorasi luar angkasa dengan biaya lebih efisien. Kombinasi dua lini bisnis ini memperkuat posisi SpaceX sebagai pemain dominan di sektor teknologi masa depan.

Baca Juga :  Starlink Resmi Dijual di Blibli, Cicilan 0 Persen hingga 12 Bulan

Selain itu, IPO ini juga memicu spekulasi bahwa perusahaan lain di bawah ekosistem Elon Musk dapat mengikuti jejak serupa di masa depan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi.

Perbandingan dengan IPO Raksasa Lain

Dalam sejarah pasar modal, hanya sedikit perusahaan yang mampu mendekati skala IPO SpaceX. Sebagian besar IPO besar sebelumnya berasal dari sektor energi, perbankan, atau teknologi konsumen.

Namun SpaceX menciptakan kategori baru dengan menggabungkan teknologi antariksa, infrastruktur internet global, dan manufaktur roket dalam satu entitas bisnis yang terintegrasi. Hal ini membuat investor menilai perusahaan ini bukan sekadar produsen roket, tetapi juga pemain infrastruktur digital global.

IPO besar SpaceX ini tidak hanya mencetak rekor finansial, tetapi juga menegaskan perubahan arah industri global. Pasar kini semakin percaya bahwa masa depan ekonomi dunia tidak hanya berada di bumi, tetapi juga di luar angkasa.

FAQ

1. Apa itu IPO SpaceX?

IPO SpaceX merupakan penawaran saham perdana perusahaan ke publik melalui bursa saham untuk menghimpun dana ekspansi.

2. Berapa dana yang berhasil dihimpun?

SpaceX mengumpulkan sekitar 75 miliar dolar AS atau Rp 1.343,5 triliun.

3. Di mana saham SpaceX diperdagangkan?

Saham SpaceX diperdagangkan di Nasdaq dengan kode “SPCX”.

4. Apakah Elon Musk masih mengendalikan perusahaan?

Ya. Elon Musk masih memegang sekitar 82 persen hak suara setelah IPO.

5. Mengapa IPO ini disebut terbesar di dunia?

Karena nilai dana yang dihimpun SpaceX melampaui semua IPO sebelumnya, termasuk Saudi Aramco.(Tim)

Berita Terkait

Danantara Percepat Hilirisasi Ayam Rp5 Triliun, Peta Baru Industri Pangan Nasional Mulai Terbentuk
BRI Sabet Best Private Bank Indonesia 2026, Transformasi Wealth Management Tembus Pengakuan Global
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
Harga TBS Sawit Sumbar Turun Lagi, Petani Tertekan di Tengah Gejolak CPO Global Periode II Juni 2026
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan
Cara BI Menjaga Rupiah Jadi Sorotan Bank Dunia, Ini Strateginya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 12 Juni 2026: Selisih Antam, UBS, dan Galeri 24 Makin Lebar, Mana yang Paling Untung?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:00 WIB

Danantara Percepat Hilirisasi Ayam Rp5 Triliun, Peta Baru Industri Pangan Nasional Mulai Terbentuk

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:00 WIB

BRI Sabet Best Private Bank Indonesia 2026, Transformasi Wealth Management Tembus Pengakuan Global

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga TBS Sawit Sumbar Turun Lagi, Petani Tertekan di Tengah Gejolak CPO Global Periode II Juni 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor

Berita Terbaru