Pemprov Bengkulu Telusuri Anjloknya Harga TBS Sawit, Soroti Dugaan Ketidakwajaran Rantai Distribusi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU – Penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit di Bengkulu dalam beberapa hari terakhir memicu sorotan tajam pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Bengkulu kini menaruh perhatian pada kemungkinan adanya distorsi di rantai distribusi yang membuat harga di tingkat petani jatuh lebih dalam dibandingkan harga ketetapan resmi.

Pemprov Temukan Gejala Ketidaksesuaian Harga di Lapangan

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mulai melihat adanya ketidaksesuaian antara harga ketetapan TBS dan harga yang diterima petani di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong Pemprov bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama dinas perkebunan kabupaten/kota.

Ia menilai situasi tersebut tidak bisa hanya dipandang sebagai fluktuasi pasar biasa, karena penurunan terjadi cukup tajam dalam waktu singkat dan berdampak langsung pada pendapatan petani.

Pemprov Minta Audit Lapangan ke Pabrik dan Pengepul

Untuk memperjelas akar masalah, Mian meminta seluruh kepala dinas di daerah turun langsung ke pabrik kelapa sawit dan jalur pengepul. Langkah ini bertujuan memetakan alur penetapan harga serta mengidentifikasi potensi praktik yang merugikan petani.

Baca Juga :  Padang Jadi Kota Gastronomi Dunia, PAD Sektor Kuliner Tembus Rp5,6 Miliar

“Ini menjadi perhatian bagi kepala dinas di daerah agar pabrikan kelapa sawit tidak sekonyong-konyong menjatuhkan harga di tingkat petani sebelum ada kebijakan resmi. Apalagi penurunannya sangat drastis,” ujar Mian, Jum’at (22/05/2026)

Sorotan ke Transparansi Tata Niaga Sawit

Mian juga menekankan perlunya keterbukaan data dalam tata niaga sawit. Ia menyoroti praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas harga, termasuk ketidaktertiban pelaporan dan distribusi komoditas.

“Kita melaksanakan rapat ini untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah. Pemerintah saat ini membutuhkan transparansi, tidak ada lagi ekspor titip-titip, data yang tidak tercatat di negara, maupun praktik mark up. Ini harus kita berikan pengertian kepada masyarakat,” kata Mian.

Pemerintah Pusat Disorot dalam Stabilitas Harga

Di sisi lain, Pemprov Bengkulu juga menilai kebijakan pemerintah pusat berperan dalam menjaga keseimbangan harga komoditas sawit secara nasional. Mian menyebut kebijakan tersebut bertujuan mengendalikan sistem ekonomi agar tetap stabil.

“Kita yakin kebijakan Presiden Prabowo ini untuk mengontrol ekonomi kita,” imbuhnya.

Baca Juga :  SPKS Soroti Skema Ekspor Satu Pintu CPO, Harga TBS Sawit Berpotensi Tertekan Imbas Kebijakan DSI

Harga TBS Turun di Lapangan, Petani Tertekan

Meski harga ketetapan TBS berada di angka Rp3.465 per kilogram, sejumlah petani di Bengkulu melaporkan harga jual di lapangan turun lebih rendah dalam dua hari terakhir. Kondisi ini membuat petani menghadapi tekanan pendapatan, terutama di tengah biaya produksi yang tetap tinggi.

FAQ

1. Apa penyebab utama penurunan harga TBS di Bengkulu?

Pemerintah masih menelusuri dugaan gangguan di rantai distribusi dan mekanisme penetapan harga di lapangan.

2. Apa langkah cepat Pemprov Bengkulu?

Pemprov menggelar rapat koordinasi dan meminta dinas turun langsung ke pabrik serta pengepul.

3. Apakah harga TBS berubah secara resmi?

Tidak. Harga ketetapan masih di sekitar Rp3.465 per kilogram, namun harga lapangan dilaporkan lebih rendah.

4. Apa fokus pengawasan pemerintah daerah?

Pemda fokus pada transparansi data, tata niaga, serta kemungkinan penyimpangan di tingkat distribusi.

5. Siapa yang memimpin penanganan masalah ini?

Wakil Gubernur Bengkulu Mian memimpin langsung koordinasi lintas dinas.

Penulis : Andini

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

DPR Ungkap Paradoks Ekonomi Digital RI, Nilai Rp1.654 Triliun tetapi Setoran Pajak Belum Maksimal
Promo Shopee 11 Juli 2026 Banjir Diskon, Ini Daftar Voucher dan Potongan Harga yang Wajib Anda Manfaatkan
Harga Emas Perhiasan 10 Juli 2026 Tak Bergerak, Simak Daftar Lengkap Harga 24 Karat hingga 12 Karat Hari Ini
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 Juli 2026 Kompak Bergerak, Antam Sentuh Rp2,739 Juta per Gram, Mana yang Paling Untung Dibeli?
Hari Terakhir Promo Shopee 10 Juli 2026, Diskon hingga 50 Persen Masih Berlaku
Usai Raih Penghargaan, Pemkab Solok Selatan Tancap Gas Cetak Tenaga Kerja Lewat 12 Pelatihan Baru
Potongan Ojol Masih Bikin Tanda Tanya, Menteri UMKM Siap Bongkar Fakta di Balik Komisi yang Belum Turun
Aturan Potongan Ojol 8 Persen Berlaku, Driver Justru Mengaku Pendapatan Masih Tergerus hingga 29 Persen
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPR Ungkap Paradoks Ekonomi Digital RI, Nilai Rp1.654 Triliun tetapi Setoran Pajak Belum Maksimal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 11 Juli 2026 Banjir Diskon, Ini Daftar Voucher dan Potongan Harga yang Wajib Anda Manfaatkan

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan 10 Juli 2026 Tak Bergerak, Simak Daftar Lengkap Harga 24 Karat hingga 12 Karat Hari Ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 10 Juli 2026 Kompak Bergerak, Antam Sentuh Rp2,739 Juta per Gram, Mana yang Paling Untung Dibeli?

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:00 WIB

Hari Terakhir Promo Shopee 10 Juli 2026, Diskon hingga 50 Persen Masih Berlaku

Berita Terbaru