Menteri Bappenas Genjot Kopi Bengkulu Go Global, Siapkan Pusat Kopi Terpadu

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BENGKULU – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mendorong percepatan pengembangan kopi Bengkulu agar mampu menembus pasar global. Ia menyampaikan dorongan itu saat berdiskusi dengan petani dan pelaku usaha kopi di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (23/4).

Rachmat menilai kopi Bengkulu memiliki kualitas yang sangat kompetitif. Ia bahkan menyebut kopi dari daerah ini termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. Namun, ia melihat pelaku usaha belum memaksimalkan promosi, penjenamaan, dan akses pasar.

“Bengkulu punya kopi berkualitas tinggi. Kita harus dorong strategi promosi dan branding yang lebih kuat agar produk ini dikenal dunia,” ujar Rachmat.

Strategi Promosi Jadi Kunci

Rachmat menekankan pentingnya strategi pemasaran modern untuk memperluas jangkauan kopi Bengkulu. Ia meminta pelaku usaha memanfaatkan platform digital dan jejaring internasional.

Menurutnya, pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan pasar lokal. Mereka perlu masuk ke rantai pasok global dengan standar kualitas dan kemasan yang lebih baik.

Ia juga mengingatkan pentingnya sertifikasi produk untuk meningkatkan daya saing di pasar ekspor. Dengan sertifikasi, kopi Bengkulu bisa lebih mudah diterima di berbagai negara.

Baca Juga :  Padang Jadi Kota Gastronomi Dunia, PAD Sektor Kuliner Tembus Rp5,6 Miliar

Usul Pusat Kopi Terpadu

Dalam kesempatan itu, Rachmat mengusulkan pembentukan pusat pengembangan kopi terpadu di Bengkulu. Ia ingin pusat ini mengintegrasikan seluruh proses, mulai dari budidaya hingga pemasaran.

“Bengkulu harus punya pusat kopi yang menjadi rujukan dunia. Tempat ini bisa menghubungkan petani, pelaku usaha, hingga eksportir,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pusat tersebut dapat menjadi ruang inovasi dan pelatihan. Petani bisa belajar teknik budidaya modern, sementara pelaku usaha dapat mengembangkan produk turunan kopi.

SDM dan Barista Jadi Sorotan

Selain infrastruktur, Rachmat juga menyoroti kualitas sumber daya manusia. Ia mendorong pemerintah daerah dan pelaku industri untuk mencetak barista profesional.

Menurutnya, barista memiliki peran penting dalam memperkenalkan cita rasa kopi ke pasar global. Barista yang kompeten dapat meningkatkan nilai tambah produk kopi.

“Kalau kita punya barista kelas dunia, mereka bisa menjadi duta kopi Bengkulu di berbagai ajang internasional,” ujarnya.

Pemda Siap Dukung

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mewakili Gubernur Helmi Hasan, menyatakan komitmen pemerintah daerah. Ia memastikan pemprov siap mendukung pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan.

Baca Juga :  Harga BBM 18 Mei 2026 di Jambi Stabil: Subsidi, Non-Subsidi Ikuti Tren Global

Herwan mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk petani, pelaku usaha, dan pemerintah pusat.

“Kami siap bersinergi agar kopi Bengkulu bisa naik kelas dan menembus pasar global,” kata Herwan.

Potensi Besar Kopi Bengkulu

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Bengkulu memiliki luas perkebunan kopi sekitar 90 ribu hektare. Produksi kopi mencapai 50 hingga 55 ribu ton per tahun.

Sejumlah daerah menjadi sentra utama produksi kopi, seperti Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong. Wilayah-wilayah ini menghasilkan kopi dengan karakter rasa khas yang diminati pasar.

Dengan potensi tersebut, Bengkulu memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di industri kopi nasional. Rachmat optimistis, langkah strategis yang tepat dapat membawa kopi Bengkulu ke panggung dunia.

“Kalau kita konsisten membangun ekosistem dari hulu ke hilir, kopi Bengkulu bisa bersaing dengan produk dari negara lain,” pungkasnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Promo Shopee 21 Juni 2026 Bikin Heboh, Mie Gacoan Rp1 hingga Diskon Besar Menanti Pemburu Cuan
Tembus 1 Juta UMK, Sertifikasi Halal Gratis Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Rebut Pasar Lebih Luas
Banyak Sarjana Tak Terserap, Industri Justru Kekurangan Talenta yang Sesuai Kebutuhan
Harga Emas Perhiasan Melonjak Hari Ini 20 Juni 2026, Selisih Kadar 5K dan 24K Hampir Rp1,9 Juta per Gram
Mulai Juli 2026, BI Perketat Beli Dolar, Transaksi di Atas US$10 Ribu Wajib Dokumen
Harga Emas Antam di Pegadaian Pecah Level Rp2,78 Juta, Investor Langsung Pasang Mata
Rp418 Triliun Mengalir dari BI, Bank BUMN Jadi Penerima Terbesar Insentif Likuiditas
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 21 Juni 2026 Bikin Heboh, Mie Gacoan Rp1 hingga Diskon Besar Menanti Pemburu Cuan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:44 WIB

Tembus 1 Juta UMK, Sertifikasi Halal Gratis Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Rebut Pasar Lebih Luas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Banyak Sarjana Tak Terserap, Industri Justru Kekurangan Talenta yang Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:30 WIB

Harga Emas Perhiasan Melonjak Hari Ini 20 Juni 2026, Selisih Kadar 5K dan 24K Hampir Rp1,9 Juta per Gram

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mulai Juli 2026, BI Perketat Beli Dolar, Transaksi di Atas US$10 Ribu Wajib Dokumen

Berita Terbaru