China Banjiri Pasar Minyak Global, Harga Tertekan hingga Tiga Pekan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Aktivitas penjualan minyak mentah dari China meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan pasokan ini langsung menekan harga minyak global dan memicu kekhawatiran pelaku pasar energi dunia.

CEO Mercuria Energy Group Ltd., Marco Dunand, mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan minyak China secara agresif menawarkan minyak mentah melalui mekanisme tender ke berbagai negara. Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum FT Commodities Global Summit di Lausanne.

Menurut Dunand, gelombang penjualan ini terjadi dalam dua hingga tiga minggu terakhir. Ia menilai langkah tersebut berhasil menarik minat pembeli karena harga yang ditawarkan sangat kompetitif.

Penjualan Agresif Picu Tekanan Harga

Perusahaan-perusahaan energi di China memanfaatkan momentum dengan melepas stok minyak dalam jumlah besar. Strategi ini meningkatkan suplai global secara signifikan. Ketika pasokan naik, harga minyak otomatis mengalami tekanan.

Dunand menjelaskan bahwa aksi jual ini belum menunjukkan tanda berhenti dalam waktu dekat. Ia memperkirakan tekanan harga akan terus berlangsung setidaknya hingga tiga minggu ke depan.

Pelaku pasar pun mulai menyesuaikan strategi perdagangan mereka. Banyak trader memilih menahan posisi atau mencari peluang di tengah volatilitas harga yang meningkat.

Baca Juga :  Babak Mengejutkan Honda: Kerugian Pertama dalam 70 Tahun di Tengah Guncangan Era EV

Faktor Geopolitik dan Stok Domestik

Beberapa faktor mendorong langkah agresif China. Pertama, perusahaan energi di negara tersebut ingin mengurangi stok domestik yang menumpuk. Kedua, distribusi minyak dari Iran kembali berjalan setelah meredanya konflik geopolitik.

Selain itu, pasar juga merespons harapan pembukaan kembali jalur strategis di Selat Hormuz. Jalur ini memiliki peran penting dalam distribusi minyak global. Ketika akses membaik, pasokan global ikut meningkat.

Kombinasi faktor-faktor ini mempercepat aliran minyak ke pasar internasional. Akibatnya, tekanan terhadap harga semakin kuat.

Permintaan Bensin China Mulai Melemah

Di sisi lain, permintaan energi domestik China justru menunjukkan tren penurunan. Mercuria memperkirakan konsumsi bensin di China akan turun sekitar 1 juta barel per hari sepanjang tahun ini.

Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Transformasi sektor transportasi di China mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Perubahan ini menciptakan kelebihan pasokan di dalam negeri. Perusahaan energi pun memilih mengekspor kelebihan tersebut ke pasar global.

Baca Juga :  LPS Bongkar Alasan Bank RI Masih Kasih Bunga Tinggi ke Nasabah

Dampak ke Pasar Global

Kondisi ini memberi dampak luas terhadap pasar energi dunia. Negara-negara importir mendapat keuntungan karena harga lebih rendah. Namun, produsen minyak menghadapi tekanan pendapatan akibat turunnya harga jual.

Pelaku industri memperkirakan situasi ini hanya bersifat sementara. Setelah periode penjualan agresif berakhir, pasar kemungkinan akan kembali mencari keseimbangan baru antara suplai dan permintaan.

Meski begitu, dinamika geopolitik dan perubahan pola konsumsi energi tetap menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah harga minyak ke depan.

Prospek Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, pasar masih akan menghadapi tekanan harga. Volume pasokan yang tinggi membuat ruang kenaikan harga menjadi terbatas.

Namun, jika penjualan dari China mulai berkurang dan permintaan global meningkat, harga minyak berpotensi pulih secara bertahap.

Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan kebijakan energi China, kondisi geopolitik di Timur Tengah, serta tren penggunaan energi alternatif. Ketiga faktor ini akan menjadi penentu utama arah pasar minyak global dalam beberapa bulan mendatang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ombudsman Bongkar Titik Rawan Koperasi Desa Merah Putih, Pengawasan Jadi Penentu Nasib Program Besar
Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Petani Hadapi Perubahan Nilai Jual Terbaru
Promo Shopee 21 Juni 2026 Bikin Heboh, Mie Gacoan Rp1 hingga Diskon Besar Menanti Pemburu Cuan
Tembus 1 Juta UMK, Sertifikasi Halal Gratis Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Rebut Pasar Lebih Luas
Banyak Sarjana Tak Terserap, Industri Justru Kekurangan Talenta yang Sesuai Kebutuhan
Harga Emas Perhiasan Melonjak Hari Ini 20 Juni 2026, Selisih Kadar 5K dan 24K Hampir Rp1,9 Juta per Gram
Mulai Juli 2026, BI Perketat Beli Dolar, Transaksi di Atas US$10 Ribu Wajib Dokumen
Harga Emas Antam di Pegadaian Pecah Level Rp2,78 Juta, Investor Langsung Pasang Mata
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:00 WIB

Ombudsman Bongkar Titik Rawan Koperasi Desa Merah Putih, Pengawasan Jadi Penentu Nasib Program Besar

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:00 WIB

Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Petani Hadapi Perubahan Nilai Jual Terbaru

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 21 Juni 2026 Bikin Heboh, Mie Gacoan Rp1 hingga Diskon Besar Menanti Pemburu Cuan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:44 WIB

Tembus 1 Juta UMK, Sertifikasi Halal Gratis Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Rebut Pasar Lebih Luas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Banyak Sarjana Tak Terserap, Industri Justru Kekurangan Talenta yang Sesuai Kebutuhan

Berita Terbaru