CINT Tebar Dividen Rp13,8 Miliar, Optimistis Tumbuh Meski Target 2026 Moderat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Chitose Internasional Tbk (CINT) membagikan dividen tunai sebesar Rp13,8 miliar dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini muncul dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).

Perusahaan menetapkan rasio dividen sebesar 45 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham. Setiap investor akan menerima dividen sebesar Rp13,8 per saham.

Direktur CINT, R Nurwulan Kusumawati, menyatakan bahwa keputusan tersebut mencerminkan konsistensi strategi bisnis perusahaan.

“Kinerja 2025 menunjukkan hasil dari strategi adaptif yang kami jalankan di tengah dinamika global,” ujar Nurwulan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Kinerja Keuangan Melonjak

CINT mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Perusahaan meraih laba Rp33,4 miliar atau tumbuh 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan juga mencapai Rp518,5 miliar.

Manajemen menilai peningkatan ini berasal dari permintaan kuat di sektor pendidikan dan peralatan kantor. Sekolah, perguruan tinggi, serta rumah sakit memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global

Selain itu, perusahaan memperbaiki arus kas dan meningkatkan rasio likuiditas. Kondisi ini memperkuat fondasi keuangan untuk ekspansi ke depan.

Strategi 2026: Fokus Loyalitas dan Ekspansi

Memasuki 2026, CINT mengarahkan strategi pada peningkatan loyalitas pelanggan, terutama di segmen pendidikan. Perusahaan meningkatkan kualitas layanan dan memperluas solusi produk agar sesuai kebutuhan pelanggan.

CINT juga memperluas penetrasi pasar ke institusi swasta dan sektor alat kesehatan. Perusahaan memanfaatkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk meningkatkan daya saing produk terhadap barang impor.

Langkah ini diharapkan memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat posisi di pasar domestik.

Dorong Ekspor Produk Kesehatan

Manajemen mulai mendorong ekspansi ke pasar luar negeri. Perusahaan membuka peluang ekspor untuk lini produk kesehatan, termasuk C-Pro Airmate.

Baca Juga :  Surge (WIFI) Melejit 2025: Aset Tembus Rp15 Triliun, Laba Tumbuh Tajam

CINT melihat tren kebutuhan produk kesehatan terus meningkat. Konsumen kini mencari produk yang nyaman, higienis, dan berkualitas tinggi.

“Segmen kesehatan memberikan peluang pertumbuhan yang menjanjikan,” kata Nurwulan.

Target Pertumbuhan Single Digit

Untuk 2026, CINT menetapkan target pertumbuhan penjualan pada kisaran single digit. Perusahaan memilih pendekatan konservatif sambil menjaga stabilitas bisnis.

Manajemen akan menjalankan strategi jangka pendek dan menengah secara disiplin. Perusahaan juga terus memperluas penetrasi pasar agar tetap kompetitif di industri furnitur.

Profil Singkat Perusahaan

PT Chitose Internasional Tbk berdiri pada 1978 dan mulai beroperasi pada 1979. Perusahaan fokus memproduksi furnitur untuk berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan dan kesehatan.

CINT resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2014 dan menggunakan kode saham CINT. Saat ini, perusahaan terus mengembangkan bisnis melalui inovasi produk dan ekspansi pasar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan
SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global
WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen
IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00 WIB

RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:00 WIB

SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global

Berita Terbaru