Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membuka babak baru dalam perjalanan bisnisnya setelah para pemegang saham menyepakati perubahan susunan komisaris dan direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.

Keputusan tersebut menunjukkan langkah serius perusahaan dalam memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan industri digital. Seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data dan keamanan sistem, Bukalapak memilih figur yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan strategis dan pengawasan organisasi.

Selain itu, perubahan jajaran pengurus mencerminkan upaya perusahaan menjaga daya saing di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat. Melalui kombinasi pengalaman dan regenerasi kepemimpinan, Bukalapak ingin membangun fondasi yang lebih kokoh untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Sutarman Pimpin Jajaran Komisaris

Para pemegang saham menunjuk Sutarman sebagai Komisaris Independen sekaligus Komisaris Utama Bukalapak. Publik mengenal Sutarman sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Bukalapak melihat pengalaman Sutarman di bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber sebagai modal penting untuk memperkuat arah strategis perusahaan. Terlebih lagi, perusahaan teknologi membutuhkan pengawasan yang kuat seiring meningkatnya risiko keamanan digital.

Komisaris Utama Perseroan, Adi Wardhana Sariaatmadja, menyampaikan harapannya terhadap peran Sutarman dalam memperkuat fungsi pengawasan perusahaan.

“Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan,” kata Adi dalam keterangan resmi.

Baca Juga :  Era Hacker Kuantum Dimulai, Cisco Siapkan Benteng Digital Baru untuk Lindungi Data Dunia

Lebih lanjut, manajemen menilai kemampuan Sutarman dalam memahami isu keamanan siber akan membantu perusahaan mengantisipasi berbagai risiko digital. Karena itu, kehadirannya dinilai relevan dengan kebutuhan bisnis berbasis teknologi yang terus berkembang.

Natalia Firmansyah Nahkodai Bukalapak Sementara

Pada kesempatan yang sama, para pemegang saham juga menunjuk Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bukalapak.

Natalia mengambil alih kepemimpinan perusahaan setelah Willix Halim mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama. Selama masa transisi, Natalia akan memimpin operasional sekaligus menjaga kesinambungan strategi bisnis perusahaan.

Sementara itu, Bukalapak akan menjalankan proses pemilihan Direktur Utama definitif sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga akan mempertimbangkan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi sebelum menentukan kandidat yang tepat.

Di sisi lain, para pemegang saham kembali memberikan kepercayaan kepada Victor Putra Lesmana untuk melanjutkan tugasnya sebagai Direktur Bukalapak.

Dengan susunan pengurus terbaru tersebut, perusahaan berharap dapat merespons perubahan pasar secara lebih cepat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan bisnis.

Yenny Wahid Akhiri Masa Pengabdian

RUPST tahun ini juga menandai berakhirnya masa pengabdian Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador Bukalapak.

Selama menjalankan tugasnya, Yenny menghadirkan berbagai perspektif strategis yang mendukung penguatan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau ESG. Kontribusinya membantu perusahaan memperluas fokus pada aspek keberlanjutan dalam pengembangan bisnis.

Karena itu, kepergian Yenny menutup satu fase penting dalam perjalanan Bukalapak. Namun demikian, perusahaan tetap melanjutkan komitmen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan melalui kepemimpinan baru.

Baca Juga :  Cukup Senyum, Nomor HP Baru Langsung Aktif: Registrasi SIM Card Pakai Wajah Mulai Berlaku 1 Juli 2026

Strategi Baru Hadapi Tantangan Industri Digital

Perubahan struktur kepemimpinan ini memperlihatkan fokus Bukalapak pada penguatan tata kelola dan pengawasan perusahaan. Di tengah percepatan transformasi digital, perusahaan membutuhkan jajaran pengurus yang mampu membaca risiko sekaligus menangkap peluang bisnis.

Selain memperkuat pengawasan, Bukalapak juga ingin meningkatkan ketahanan perusahaan terhadap ancaman keamanan digital yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, perusahaan menempatkan aspek keamanan siber sebagai salah satu perhatian utama dalam strategi bisnisnya.

Ke depan, kombinasi pengalaman dari jajaran komisaris dan direksi terbaru diharapkan mampu menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Pada saat yang sama, Bukalapak juga ingin memperkuat kepercayaan pemegang saham, pelanggan, serta mitra bisnis di tengah dinamika industri digital yang terus berubah.

FAQ

Siapa Komisaris Utama baru Bukalapak?

Sutarman, mantan Kapolri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kini memimpin jajaran komisaris sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.

Mengapa Bukalapak memilih Sutarman?

Bukalapak mempertimbangkan pengalaman Sutarman dalam kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan teknologi.

Siapa yang memimpin Bukalapak setelah Willix Halim?

Natalia Firmansyah memimpin perusahaan sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama selama masa transisi.

Kapan Bukalapak menentukan Direktur Utama definitif?

Perusahaan akan menjalankan proses pemilihan sesuai regulasi dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi.

Apa kontribusi Yenny Wahid selama di Bukalapak?

Yenny Wahid membantu perusahaan memperkuat penerapan prinsip ESG dan menghadirkan berbagai perspektif strategis terkait keberlanjutan bisnis.(Tim)

Berita Terkait

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim
Gen Auto Care Resmi Hadir di Sungai Penuh, Alfin Sebut Usaha Baru Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga
Kopi Kerinci Tembus Pasar Pakistan, PT Alko Kantongi Peluang Dagang Rp18 Miliar dan Bidik Ekspor 190 Ton
KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001
Bank Mulai Serahkan Layanan ke AI, OJK Sebut Hampir 40 Persen Interaksi Nasabah Kini Ditangani Mesin Pintar
GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun
BGN Ubah Arah, Nasib 21 Ribu Motor Listrik Rp 1 Triliun Diputuskan, Fokus Baru Efisiensi Anggaran 2026
Padang Genjot 8 Pasar Satelit Jadi Pusat Ekonomi Modern, Dua Sudah Berstandar SNI dan Tanah Kongsi Disiapkan Jadi Heritage Kuliner
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:24 WIB

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:19 WIB

Gen Auto Care Resmi Hadir di Sungai Penuh, Alfin Sebut Usaha Baru Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:47 WIB

Kopi Kerinci Tembus Pasar Pakistan, PT Alko Kantongi Peluang Dagang Rp18 Miliar dan Bidik Ekspor 190 Ton

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:00 WIB

KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:00 WIB

Bank Mulai Serahkan Layanan ke AI, OJK Sebut Hampir 40 Persen Interaksi Nasabah Kini Ditangani Mesin Pintar

Berita Terbaru