PBJT 10 Persen Bikin Komisi II DPRD Sungai Penuh Angkat Suara, Ini yang Mereka Soroti

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – PBJT 10 persen Sungai Penuh

 

Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh menyoroti penerapan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen yang menyentuh aktivitas rumah makan, resto dan kafe. Legislator ingin memastikan kebijakan tersebut tetap sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat dan perkembangan usaha lokal.

Persoalan itu muncul ketika Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (7/9). Forum tersebut mempertemukan anggota DPRD dengan sejumlah organisasi perangkat daerah serta asosiasi pelaku usaha untuk mendengar kondisi langsung dari lapangan.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh, Indra Apdi Saputra, memimpin pembahasan mengenai penerapan PBJT. Selain menampung masukan, Komisi II juga mendorong pemerintah mengevaluasi kebijakan agar penerapannya mampu menjaga keseimbangan antara penerimaan daerah dan keberlangsungan usaha.

Komisi II Pertemukan Pemerintah dan Pelaku Usaha

RDP tersebut menghadirkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, serta Badan Pendapatan Daerah.

Selain itu, Asosiasi UMKM Rumah Makan, Resto dan Cafe turut menyampaikan pandangan. Kehadiran pelaku usaha memberi ruang bagi Komisi II untuk melihat persoalan PBJT dari sisi pemerintah sekaligus dunia usaha.

Selama pertemuan, para peserta menyampaikan pandangan dan masukan secara terbuka. Karena itu, forum tersebut tidak hanya menyoroti penerimaan pajak, tetapi juga membahas kondisi usaha dan kemampuan masyarakat.

Besaran PBJT 10 Persen Jadi Perhatian

Komisi II menilai pemerintah perlu melihat kembali penerapan tarif PBJT 10 persen. Menurut legislatif, pemerintah perlu memperhitungkan kemampuan masyarakat ketika menjalankan kebijakan pajak daerah.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu melihat perkembangan usaha rumah makan, resto dan kafe. Sebab, aktivitas usaha tersebut ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Karena itu, Komisi II merekomendasikan Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui SKPD terkait untuk mengkaji kembali besaran PBJT.

Kajian tersebut perlu mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat, perkembangan usaha serta dampaknya terhadap perekonomian Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Rp12 Miliar Klaim BPJS Masuk ke RSUD Sungai Penuh, DPRD Pertanyakan Jasa Medis yang Tak Kunjung Dibayar

Komisi II Soroti Transparansi Pemungutan

Selain tarif, Komisi II juga menaruh perhatian pada proses pemungutan PBJT. Legislator menginginkan pemerintah menjalankan proses tersebut secara profesional, transparan dan objektif.

Untuk menjaga prinsip tersebut, pemerintah perlu memastikan setiap tahapan berjalan tanpa intervensi pihak mana pun. Prinsip ini mencakup pemungutan, penetapan hingga realisasi penerimaan PBJT.

Dengan mekanisme yang jelas, pemerintah dapat memberikan kepastian kepada pelaku usaha. Pada saat yang sama, masyarakat juga dapat memahami alasan dan mekanisme penerapan pajak tersebut.

Pemerintah Perlu Evaluasi Mekanisme PBJT

Selanjutnya, Komisi II meminta SKPD teknis mengevaluasi sistem dan mekanisme pemungutan PBJT secara menyeluruh.

Evaluasi itu mencakup skema, sasaran serta mekanisme pemungutan. Pemerintah juga perlu memastikan setiap ketentuan berjalan sesuai aturan dan mudah dipahami masyarakat.

Namun, evaluasi saja belum cukup. Pemerintah juga perlu memperkuat sosialisasi kepada pedagang, pelaku usaha dan masyarakat.

Melalui sosialisasi yang rutin, pemerintah dapat menjelaskan ketentuan PBJT, mekanisme pemungutan, hak serta kewajiban wajib pajak.

Sosialisasi Harus Berjalan Berkelanjutan

Komisi II menilai komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha memegang peran penting dalam penerapan PBJT.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu menyampaikan informasi secara terbuka dan berkelanjutan. Cara tersebut dapat mengurangi kesalahpahaman sekaligus membantu pelaku usaha memahami kewajiban mereka.

Lebih lanjut, komunikasi yang baik juga dapat membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi.

Pelaku Usaha Tetap Perlu Penuhi Kewajiban

Di tengah evaluasi kebijakan, Komisi II tetap mengingatkan pelaku usaha agar memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepatuhan tersebut membantu Pemerintah Kota Sungai Penuh meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan demikian, evaluasi tarif dan mekanisme PBJT tetap berjalan seiring dengan kepatuhan pelaku usaha.

Artinya, pemerintah dan pelaku usaha memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan sistem perpajakan daerah yang jelas dan berimbang.

Baca Juga :  Golkar Sungai Penuh Matangkan 3 Agenda Penting, Saksi Pemilu hingga Muscam Jadi Fokus

Forum Bersama Jadi Opsi Evaluasi

Untuk memperkuat komunikasi, Komisi II mendorong DPRD, pemerintah daerah dan asosiasi pelaku usaha membentuk forum bersama.

Forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan, bertukar informasi dan mengevaluasi penerapan PBJT secara berkala.

Dengan forum yang berjalan rutin, pemerintah dapat menerima masukan dari pelaku usaha secara langsung. Sebaliknya, pelaku usaha juga memperoleh ruang untuk memahami kebijakan pemerintah secara lebih jelas.

Komisi II Ingin PBJT Tetap Berpihak pada Ekonomi Daerah

Pada akhirnya, Komisi II berharap hasil RDP dapat membantu pemerintah menentukan kebijakan PBJT yang lebih adil dan transparan.

Komisi II juga ingin pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat serta keberlangsungan dunia usaha ketika mengevaluasi kebijakan tersebut.

FAQ

Apa yang menjadi fokus RDP Komisi II DPRD Sungai Penuh?

RDP berfokus pada penerapan PBJT sebesar 10 persen serta dampaknya terhadap masyarakat dan pelaku usaha rumah makan, resto dan kafe.

Siapa yang mengikuti RDP tersebut?

RDP menghadirkan Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, Badan Pendapatan Daerah serta Asosiasi UMKM Rumah Makan, Resto dan Cafe.

Apa rekomendasi Komisi II mengenai tarif PBJT?

Komisi II merekomendasikan Pemerintah Kota Sungai Penuh mengkaji kembali besaran PBJT dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, perkembangan usaha dan dampaknya terhadap perekonomian daerah.

Apa yang Komisi II soroti dalam pemungutan PBJT?

Komisi II menekankan profesionalitas, transparansi dan objektivitas dalam proses pemungutan, penetapan serta realisasi penerimaan PBJT.

Mengapa pemerintah perlu memperkuat sosialisasi PBJT?

Sosialisasi membantu pedagang, pelaku usaha dan masyarakat memahami ketentuan, mekanisme, hak serta kewajiban terkait PBJT.

Apa usulan Komisi II untuk memperkuat komunikasi?

Komisi II mendorong DPRD, pemerintah daerah dan asosiasi pelaku usaha membentuk forum bersama sebagai ruang komunikasi serta evaluasi penerapan PBJT.(Tim)

Berita Terkait

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh
Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Dilantik, Lima Prodi Baru Disiapkan
Wawako Azhar Hamzah Hadiri Apel Aksi Patuh 2026 Polres Kerinci, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Wawako Azhar Hamzah Hadiri Penutupan Festival Budaya Kerinci 2026, Tari Rentak Kudo Kulabu Jadi Sorotan
Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wako Alfin dan Wawako Azhar Turun Langsung Bersama Warga
Hutri Randa Ungkap Harapan untuk PKPS Sungai Penuh, Ini Pesannya
Wako Alfin Titip Pesan Penting kepada Pengurus PKPS Sungai Penuh, Ini Harapannya
Sekda Alpian Hadiri HLM TPID Jambi, El Niño dan Harga Pangan Jadi Sorotan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Dilantik, Lima Prodi Baru Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Apel Aksi Patuh 2026 Polres Kerinci, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Penutupan Festival Budaya Kerinci 2026, Tari Rentak Kudo Kulabu Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Gotong Royong Akbar Sungai Penuh, Wako Alfin dan Wawako Azhar Turun Langsung Bersama Warga

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB

Oplus_0

Pesisir Selatan

Dua ASN Kominfo Pessel Promosi, Ini Jabatan Baru Yendi dan Silfia

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:17 WIB