JAKARTA – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bergerak melemah pada perdagangan Kamis (30/4) sore. Harga saham bank pelat merah ini turun 40 poin atau 0,90 persen ke level 4.390.
Aksi jual investor terjadi meski kinerja fundamental Bank Mandiri masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pasar tetap mencermati arah suku bunga, sentimen global, serta potensi realisasi dividen besar perseroan tahun buku 2025.
Tekanan Jual Warnai Perdagangan BMRI
BMRI membuka perdagangan di level 4.430. Saham sempat menyentuh level tertinggi 4.450, namun tekanan jual mendorong harga turun hingga menyentuh 4.370 sebagai level terendah harian.
Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang masih tinggi pada saham perbankan besar. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, terutama di sektor perbankan yang sudah menguat dalam beberapa bulan terakhir.
Kinerja Fundamental Tetap Tumbuh
Di sisi fundamental, Bank Mandiri mencatat kinerja yang masih solid pada kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sekitar 34,02 triliun rupiah dengan pertumbuhan tahunan 1,48 persen.
Laba bersih juga tercatat melampaui ekspektasi analis. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba yang didorong oleh ekspansi kredit dan efisiensi biaya operasional.
EPS perusahaan naik sekitar 5,64 persen, menunjukkan peningkatan profitabilitas di tengah kondisi pasar yang kompetitif.
Kredit Tumbuh, Kualitas Aset Terjaga
Bank Mandiri terus menjaga pertumbuhan kredit di berbagai segmen, terutama korporasi dan ritel. Pertumbuhan kredit menjadi salah satu pendorong utama kenaikan laba pada awal tahun ini.
Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau NPL tetap terjaga di level rendah. Hal ini menunjukkan manajemen risiko perseroan masih berjalan efektif meskipun kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil.
Dividen Tinggi Masih Jadi Daya Tarik
Saham BMRI tetap menarik perhatian investor karena menawarkan dividen yang relatif tinggi. Imbal hasil dividen tercatat sekitar 4,93 persen berdasarkan estimasi terbaru.
Pasar juga menantikan kepastian pembagian dividen final tahun buku 2025. Sebelumnya, manajemen telah memberi sinyal pembagian dividen dengan payout ratio yang tinggi, sehingga memperkuat daya tarik saham perbankan BUMN ini.
Prospek dan Sentimen Pasar
Analis menilai saham perbankan besar, termasuk BMRI, masih memiliki prospek jangka menengah yang stabil. Namun, pergerakan jangka pendek sangat dipengaruhi sentimen global, arah suku bunga, dan arus dana asing.
Di sisi lain, level harga BMRI masih berada di tengah rentang 52 minggu antara 4.010 hingga 5.575. Kondisi ini membuka ruang fluktuasi cukup lebar bagi pelaku pasar.
Kesimpulan
Meskipun saham BMRI terkoreksi tipis pada perdagangan terakhir, fundamental Bank Mandiri tetap kuat dengan pertumbuhan kredit, laba yang solid, serta dividen yang menarik. Investor kini menunggu katalis lanjutan dari kebijakan suku bunga dan pengumuman dividen resmi untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









