Bank Didorong Dukung Program Pemerintah, OJK Buka Suara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mendorong perbankan untuk ikut menopang program prioritas nasional, mulai dari perumahan rakyat, ketahanan pangan, hingga pembiayaan UMKM. Langkah ini langsung memicu perdebatan publik. Sebagian pihak menilai kebijakan ini mempercepat pembangunan, sementara sebagian lain mempertanyakan batas antara dana publik dan kepentingan negara.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak ada kewajiban maupun paksaan bagi bank untuk mengikuti program tersebut. OJK menyebut bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.

Namun, di balik penegasan itu, arah kebijakan perbankan Indonesia perlahan berubah. Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi bergerak pelan dan sistematis.

Bank tak lagi sekadar lembaga intermediasi

Selama ini, bank berperan sebagai perantara keuangan. Bank menghimpun dana masyarakat, lalu menyalurkannya sebagai kredit berdasarkan analisis risiko dan potensi keuntungan.

Baca Juga :  Investor Kabur, KADIN Ungkap Biaya Tenaga Kerja Jadi Pemicu

Kini, peran itu mulai meluas. Pemerintah dan regulator mendorong bank untuk ikut menyelaraskan pembiayaan dengan agenda pembangunan nasional.

Melalui penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB), OJK mendorong bank memasukkan program pemerintah ke dalam rencana penyaluran kredit. OJK tidak mewajibkan, tetapi memberi arah kebijakan.

Di titik ini, bank tidak hanya mengejar profit. Bank juga mulai mempertimbangkan prioritas negara, seperti pembangunan rumah rakyat, ketahanan pangan, dan penguatan sektor usaha kecil.

Kredit mulai mengikuti prioritas negara

Pergeseran ini membuat arah kredit tidak sepenuhnya ditentukan pasar. Kebijakan publik mulai ikut membentuk keputusan perbankan.

Istilah yang muncul dalam praktik ini adalah “alignment” atau penyelarasan. Namun secara substansi, banyak pihak menilai bank mulai mengarahkan kredit sesuai agenda negara.

Dorongan kebutuhan pembangunan

Baca Juga :  Biaya Kesehatan Rp175 Triliun Masih Ditanggung Warga, OJK Dorong Asuransi

Pemerintah mengambil langkah ini karena kebutuhan pembiayaan pembangunan terus meningkat. Program seperti pembangunan 3 juta rumah, penguatan sektor pangan, dan pembiayaan UMKM membutuhkan dana dalam jumlah besar.

Di sisi lain, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bisa terus menjadi satu-satunya sumber pembiayaan.

Karena itu, pemerintah mulai memanfaatkan likuiditas perbankan sebagai sumber tambahan pendanaan pembangunan.

Menuju pola yang pernah terjadi di negara lain

Model seperti ini bukan hal baru di dunia. Korea Selatan, Jepang, hingga China pernah menggunakan sistem serupa dalam fase awal pembangunan mereka. Negara ikut mengarahkan kredit perbankan untuk sektor strategis.

Namun, perdebatan di Indonesia kini muncul pada satu titik utama: sejauh mana negara boleh mengarahkan perbankan tanpa mengganggu independensi dan prinsip kehati-hatian industri keuangan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Produksi Gula 2026 Surplus, Industri Masih Defisit, Pemerintah Dorong Swasembada
Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan
Setoran Pajak Anjlok, Pemerintah Perketat Restitusi Mulai 1 Mei 2026
Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal
Biaya Energi Melonjak, Perusahaan Singapura Tahan PHK dan Bekukan Rekrutmen
Mahyeldi Kritik Kebijakan Fiskal Pusat, Soroti Ketimpangan Daerah di Hadapan DPD RI
Dolar AS Sentuh Rp17.000, Rupiah Tertekan Sentimen Global
Harga Plastik Naik 50 Persen, Indonesia Temukan Solusi Pasokan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:00 WIB

Produksi Gula 2026 Surplus, Industri Masih Defisit, Pemerintah Dorong Swasembada

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Bank Didorong Dukung Program Pemerintah, OJK Buka Suara

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal

Kamis, 23 April 2026 - 12:00 WIB

Biaya Energi Melonjak, Perusahaan Singapura Tahan PHK dan Bekukan Rekrutmen

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Bank Didorong Dukung Program Pemerintah, OJK Buka Suara

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:00 WIB

Oplus_0

Ekonomi

Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan

Kamis, 23 Apr 2026 - 16:00 WIB

Bisnis

Tim Cook Mundur, John Ternus Resmi Jadi CEO Baru Apple

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:00 WIB