Suster Yustina Lulus dari Kampus NU, Bukti Nyata Toleransi di Dunia Pendidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Suster Yustina Klun Kolo mencuri perhatian saat mengikuti wisuda di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kamis (23/4/2026). Biarawati asal Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tampil mengenakan busana religius yang dipadukan dengan jas wisuda hitam.

Ia melangkah ke podium dengan penuh percaya diri. Senyum bangga terlihat jelas saat kampus menetapkannya sebagai lulusan Program Studi D4 Analisis Kesehatan.

Belajar di Kampus Mayoritas Muslim

Yustina menjalani masa kuliah di lingkungan yang mayoritas mahasiswanya beragama Islam. Namun, ia tidak merasakan hambatan berarti selama menempuh pendidikan.

Ia justru merasakan suasana kampus yang terbuka dan menghargai perbedaan. Interaksi dengan dosen dan mahasiswa lain berjalan hangat tanpa sekat.

“Saya merasakan langsung suasana kampus yang inklusif dan penuh toleransi. Semua orang berinteraksi dengan baik tanpa membedakan latar belakang,” ujar Yustina.

Baca Juga :  Padang Bidik Industri Penerbangan Global, Siapkan Beasiswa dan SDM Aviasi Unggul

Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami nilai-nilai keislaman yang moderat. Pengalaman itu memperluas cara pandangnya terhadap kehidupan sosial di tengah keberagaman.

Toleransi Jadi Pengalaman Berharga

Yustina menilai lingkungan kampus memberinya pelajaran penting tentang hidup berdampingan. Ia melihat dosen dan tenaga kependidikan bersikap profesional serta adil kepada semua mahasiswa.

Menurutnya, pengalaman tersebut memperkaya pemahaman tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga belajar membangun relasi lintas agama.

“Lingkungan ini mengajarkan saya arti hidup harmonis. Semua pihak saling menghargai dan tidak membedakan,” katanya.

Perbedaan Bukan Penghalang

Perempuan kelahiran Dili, Timor Leste, tahun 1994 itu berasal dari keluarga sederhana. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.

Yustina memandang keberagaman sebagai kekuatan. Ia menolak anggapan bahwa perbedaan menjadi penghalang dalam meraih tujuan.

“Perbedaan agama, suku, dan budaya justru menjadi kekayaan. Kita bisa saling mengenal dan memperkuat persatuan,” ujarnya.

Baca Juga :  SD Plus Muhammadiyah Sungai Penuh Terapkan Sekolah Tanpa Sampah

Ia berharap pengalaman yang ia rasakan bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas. Ia ingin lebih banyak orang melihat keberagaman sebagai peluang, bukan ancaman.

Pilih Mengabdi di Dunia Kesehatan

Setelah lulus, Yustina tidak kembali ke kampung halamannya di NTT. Ia memilih melanjutkan pengabdian sebagai tenaga kesehatan.

Kini, ia bertugas di Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu, Blitar, Jawa Timur. Ia ingin membantu masyarakat melalui keahlian yang ia pelajari selama kuliah.

Keputusan tersebut mencerminkan komitmennya sebagai biarawati sekaligus tenaga medis. Ia menggabungkan nilai pengabdian dan profesionalisme dalam satu peran.

Yustina berharap bisa terus memberi manfaat bagi banyak orang. Ia juga ingin membawa semangat toleransi yang ia pelajari selama kuliah ke lingkungan kerja dan masyarakat luas.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Padang Genjot Beasiswa Luar Negeri, Fadly Amran Target 200 Mahasiswa ke Taiwan
Beasiswa Sungai Penuh Juara 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!
Seleksi Guru Tahfidz Solok Selatan, Pemkab Fokus Tingkatkan Kualitas Pengajar
PGRI Desak Rekrutmen Guru CPNS Dibuka Lagi, Singgung Nasib PPPK
Beasiswa Dian Sastro 2026 Dibuka, Kuliah Film Gratis 4 Tahun di Yogyakarta
SD Plus Muhammadiyah Sungai Penuh Terapkan Sekolah Tanpa Sampah
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Lewat BOSP, Berlaku Hanya Tahun 2026
Padang Bidik Industri Penerbangan Global, Siapkan Beasiswa dan SDM Aviasi Unggul
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 09:00 WIB

Suster Yustina Lulus dari Kampus NU, Bukti Nyata Toleransi di Dunia Pendidikan

Jumat, 24 April 2026 - 12:00 WIB

Padang Genjot Beasiswa Luar Negeri, Fadly Amran Target 200 Mahasiswa ke Taiwan

Kamis, 23 April 2026 - 14:25 WIB

Beasiswa Sungai Penuh Juara 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Rabu, 22 April 2026 - 13:30 WIB

Seleksi Guru Tahfidz Solok Selatan, Pemkab Fokus Tingkatkan Kualitas Pengajar

Rabu, 22 April 2026 - 06:00 WIB

PGRI Desak Rekrutmen Guru CPNS Dibuka Lagi, Singgung Nasib PPPK

Berita Terbaru