Prabowo Restui Hilirisasi di 13 Lokasi, Investasi Baru Digenjot ke Sektor Strategis

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat agenda hilirisasi nasional. Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana pengembangan program hilirisasi di 13 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan program ini mampu menarik investasi baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan langsung hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Hambalang. Ia menegaskan pemerintah akan memperluas fokus hilirisasi ke lebih banyak sektor, tidak hanya mineral dan energi.

Pertemuan di Hambalang Bahas Arah Baru Hilirisasi

Rosan Roeslani mengungkapkan Presiden Prabowo memberikan arahan langsung terkait percepatan program hilirisasi nasional. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas strategi pengembangan investasi di 13 lokasi prioritas.

Rosan menegaskan pemerintah akan mengarahkan investasi ke sektor yang lebih luas dan berdampak langsung ke masyarakat. Ia menyebut sektor tersebut meliputi pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy), industri mineral, pertanian, perikanan, industri padat karya, hingga sektor garmen.

Menurut Rosan, pemerintah ingin memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah di dalam negeri, bukan sekadar mengekspor bahan mentah.

Baca Juga :  Cara BI Menjaga Rupiah Jadi Sorotan Bank Dunia, Ini Strateginya

Hilirisasi Tidak Lagi Terbatas pada Sektor Tambang

Rosan menjelaskan pemerintah tidak lagi membatasi hilirisasi hanya pada sektor energi dan mineral. Ia menilai sektor pertanian dan perikanan memiliki potensi besar untuk masuk dalam rantai hilirisasi nasional.

Ia menegaskan perluasan sektor ini akan memperkuat struktur ekonomi nasional. Pemerintah juga mendorong industri lokal agar mampu mengolah bahan baku menjadi produk bernilai tinggi sebelum masuk pasar ekspor.

“Investasi di Indonesia harus menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat industri nasional agar lebih kompetitif di pasar global,” ujar Rosan dalam unggahan resminya.

Pemerintah Targetkan Investasi Berkualitas dan Serapan Tenaga Kerja

Pemerintah menargetkan program hilirisasi di 13 lokasi tersebut mampu menarik investor berkualitas. Rosan menyebut pemerintah ingin memastikan setiap proyek tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada dampak ekonomi jangka panjang.

Ia juga menyoroti potensi penciptaan lapangan kerja baru di berbagai sektor industri. Pemerintah menilai hilirisasi dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  BUMDes Tambak Tinggi Panen Telur, Produksi Capai 650 Butir per Hari

Dengan masuknya investasi di berbagai sektor, pemerintah berharap daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga pusat industri pengolahan.

Perluasan Industri Jadi Fokus Utama Kebijakan

Pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi dari berbasis komoditas menjadi berbasis industri. Rosan menyebut pendekatan ini akan memperkuat struktur ekonomi nasional yang lebih tahan terhadap gejolak global.

Ia menilai sektor seperti garmen dan industri padat karya memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Sementara itu, sektor energi terbarukan seperti waste to energy menjadi bagian dari agenda ekonomi hijau pemerintah.

Dorongan Pemerintah untuk Daya Saing Global

Pemerintah berharap program hilirisasi yang berjalan di 13 lokasi ini mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional. Rosan menegaskan Indonesia harus mampu bersaing tidak hanya sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga produsen barang jadi.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan target investasi nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen
Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027
Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:00 WIB

Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Berita Terbaru