Yogyakarta – Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto, mengungkap temuan yang ia nilai janggal setelah ia memeriksa mobil yang ia gunakan. Ia mengaku menemukan perangkat yang ia sebut sebagai alat pelacak di bagian bawah kendaraan tersebut. Tiyo lalu membagikan kejadian itu melalui video di akun Instagram pribadinya dan memicu perhatian publik.
Kasus ini langsung menyedot sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya aktivitas demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta, terutama di kawasan Gejayan yang kerap menjadi titik konsentrasi aksi.
Tiyo Periksa Mobil Usai Pulang dari Gejayan
Tiyo menjelaskan bahwa ia mengalami peristiwa tersebut pada 13 Juni 2026. Ia menggunakan mobil milik saudaranya setelah ia merasa kurang aman memakai kendaraan pribadi dalam beberapa aktivitas terakhir.
Setelah ia kembali dari Gejayan, ia memeriksa kondisi mobil secara lebih teliti karena ia menerima notifikasi yang ia anggap penting dan mendesak. Kemudian, ia menemukan sebuah perangkat menempel di bagian rangka bawah mobil.
Dalam video yang ia unggah di Instagram, Tiyo memperlihatkan dirinya memeriksa bagian kolong mobil. Selanjutnya, ia menunjukkan benda yang ia klaim sebagai alat pelacak.
Ia menyebut perangkat itu bernama PBX Finder dan ia menilai alat tersebut mengikuti pergerakan mobil selama ia gunakan.
Kronologi Temuan dan Situasi yang Dialami
Tiyo menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui siapa yang memasang perangkat tersebut di mobil pinjaman itu. Ia menegaskan bahwa ia hanya menggunakan kendaraan tersebut untuk mobilitas sehari-hari.
Saat wartawan menghubungi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (14/06/2026), ia menjelaskan situasinya secara langsung.
“Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman,” ujar Tiyo Ardianto.
Ia kemudian menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuatnya kembali mempertanyakan rasa aman dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika ia bergerak di ruang publik.
Unggahan Instagram Picu Diskusi Publik
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo menjelaskan kronologi secara lebih rinci. Ia menyampaikan bahwa ia baru menyadari keberadaan perangkat tersebut setelah ia selesai melakukan aktivitas di kawasan Gejayan.
Ia juga menyoroti bahwa perangkat itu bergerak seiring perjalanan mobil yang ia gunakan.
“Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya,” tulis Tiyo dalam unggahannya.
Selain itu, ia menyampaikan pandangan kritis terkait situasi yang ia alami. Ia menilai kondisi tersebut sebagai sesuatu yang mengganggu rasa aman sebagai warga yang aktif menyuarakan pendapat.
“Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya. Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita,” tulisnya.
Pernyataan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu diskusi publik, terutama terkait isu pengawasan terhadap aktivis mahasiswa.
Publik Soroti Isu Pengawasan Aktivis
Setelah unggahan tersebut beredar, berbagai tanggapan muncul dari warganet. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan kemungkinan adanya tindakan pelacakan terhadap aktivis, sementara sebagian lainnya meminta publik menunggu verifikasi teknis sebelum menarik kesimpulan.
Sejumlah pengamat juga menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap perangkat yang ditemukan sebelum publik menyimpulkan dugaan tertentu. Di sisi lain, kasus ini kembali membuka diskusi tentang ruang aman bagi mahasiswa dan aktivis dalam menyampaikan pendapat.
FAQ
1. Apa yang Tiyo Ardianto temukan di mobil?
Tiyo mengaku menemukan perangkat yang ia sebut sebagai PBX Finder di bagian bawah mobil.
2. Kapan peristiwa itu terjadi?
Ia menyebut kejadian itu berlangsung pada 13 Juni 2026 setelah ia pulang dari kawasan Gejayan, Yogyakarta.
3. Mobil siapa yang ia gunakan?
Ia menggunakan mobil milik saudaranya yang ia pinjam untuk keperluan mobilitas.
4. Apakah ada penjelasan resmi dari pihak berwenang?
Hingga saat ini belum muncul pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait temuan tersebut.
5. Mengapa kasus ini ramai diperbincangkan?
Kasus ini ramai karena menyangkut dugaan alat pelacak pada kendaraan yang digunakan mantan aktivis mahasiswa, sehingga memicu diskusi tentang keamanan dan kebebasan sipil.(Tim)









