Laba BNBR Melejit 50 Persen, Ternyata Bukan dari Operasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp493,85 miliar, naik 50,7% dari Rp327,59 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan laba ini tidak sejalan dengan pendapatan. BNBR justru mencatat penurunan pendapatan menjadi Rp3,74 triliun dari Rp3,86 triliun pada 2024.

Manajemen BNBR memperoleh lonjakan laba bukan dari kinerja operasional utama, melainkan dari efek akuntansi. Dalam laporan keuangan, perseroan mencatat keuntungan besar dari pengukuran kembali nilai investasi.

Baca Juga :  Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI

Aksi korporasi menjadi pemicunya. Pada November 2025, BNBR melalui anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia mengakuisisi 72 juta saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dari PT Waskita Toll Road dan PT SMI. Sebelum transaksi ini, BNBR sudah mengantongi 10% saham di CCT.

Setelah menguasai mayoritas saham, BNBR wajib menyesuaikan nilai kepemilikan lama ke harga pasar. Proses ini menghasilkan keuntungan dari revaluasi sebesar Rp422,37 miliar yang masuk ke laporan laba rugi.

Kenaikan ini bersifat non-tunai. Perseroan tidak menerima arus kas langsung dari keuntungan tersebut karena pencatatan hanya terjadi di atas kertas.

Baca Juga :  RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia

Kondisi ini membuat investor perlu mencermati kualitas laba BNBR. Laba besar tidak selalu mencerminkan kas yang kuat dari operasional.

Situasi tersebut juga memengaruhi peluang dividen. Perseroan kemungkinan belum membagikan dividen tunai dalam waktu dekat karena membutuhkan dana untuk pengembangan proyek tol Cimanggis-Cibitung.

Langkah ekspansi BNBR di sektor infrastruktur memang menunjukkan agresivitas. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan sumber laba sebelum mengambil keputusan investasi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Juni 2026 Bergerak, Cek Karat Tertinggi hingga Nilai Buyback
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Punya Selisih Harga Menarik
Emas Antam Turun Rp31 Ribu Hari Ini 19 Juni 2026, Cek Harga Terbaru dan Buyback Pegadaian
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Juni 2026 Masih Kokoh, Segini Daftar Terbarunya di Tengah Perhatian Pasar
Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini 17 Juni 2026 Stabil, Investor Pantau Peluang di Tengah Pasar yang Berubah
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 17 Juni 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap Harga 12–24 Karat
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juni 2026 Bergerak Tak Seragam, Karat 24 Bertahan di Puncak Rp2,3 Juta per Gram
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juni 2026 Melejit, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Bikin Investor Berburu yang Termurah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Juni 2026 Bergerak, Cek Karat Tertinggi hingga Nilai Buyback

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24 Punya Selisih Harga Menarik

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:00 WIB

Emas Antam Turun Rp31 Ribu Hari Ini 19 Juni 2026, Cek Harga Terbaru dan Buyback Pegadaian

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 18 Juni 2026 Masih Kokoh, Segini Daftar Terbarunya di Tengah Perhatian Pasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini 17 Juni 2026 Stabil, Investor Pantau Peluang di Tengah Pasar yang Berubah

Berita Terbaru