BI Rate Diprediksi Bertahan, Ini Daftar Saham Bank yang Layak Diborong

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), pelaku pasar memprediksi suku bunga acuan atau BI Rate tetap bertahan di level 4,75 persen. Kondisi ini membuka ruang bagi perbankan untuk memperbaiki margin dan mendorong pemulihan harga saham.

Sepanjang awal 2026, saham perbankan masih tertekan. Empat bank besar kompak mencatat koreksi sejak awal tahun (year to date/ytd).

1. PT Bank Central Asia Tbk turun paling dalam, yakni 20,43 persen ke level Rp 6.425.

2. PT Bank Negara Indonesia Tbk melemah 15,1 persen ke Rp 3.710.

3. PT Bank Mandiri Tbk terkoreksi 9,41 persen ke Rp 4.620.

4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk turun 6,28 persen ke Rp 3.430.

Baca Juga :  Banjir Barang Ilegal China Bikin UMKM Kritis, Kredit Macet

Sejak Januari 2025, Bank Indonesia sudah memangkas suku bunga hingga 125 basis poin. Namun, penurunan itu belum sepenuhnya mengalir ke sektor riil. Hingga Februari 2026, bunga kredit baru turun sekitar 40 bps, sementara bunga deposito satu bulan turun 64 bps.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan biaya dana (cost of fund/COF) sempat naik karena persaingan ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Kondisi tersebut menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank.

Menurut dia, jika BI mempertahankan suku bunga, tekanan terhadap margin akan mereda. Stabilitas ini berpotensi membuat profitabilitas bank kembali lebih terjaga dalam beberapa kuartal ke depan.

“Stabilitas suku bunga menjadi katalis positif. Permintaan kredit dari segmen konsumsi dan korporasi mulai pulih,” ujar Hendra.

Baca Juga :  IHSG Tergelincir ke 7.389, Investor Asing Ramai Jual Saham

Ia memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap solid di kisaran high single digit hingga low double digit. Risiko kredit juga relatif terkendali karena debitur tidak menghadapi lonjakan beban bunga.

Dari sisi pasar, tekanan harga saham perbankan belakangan ini lebih banyak dipicu sentimen global dan aksi ambil untung investor asing. Fundamental perbankan dinilai masih cukup kuat.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pasar sudah mengantisipasi kebijakan suku bunga yang stabil. Ia menyoroti pelemahan rupiah dan tingginya volatilitas pasar sebagai faktor utama.

Penutup

Dengan kondisi tersebut, saham perbankan berpeluang menarik untuk dikoleksi, terutama jika stabilitas suku bunga terus terjaga dalam waktu dekat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga
KFC Indonesia Rugi Rp369 Miliar, Utang Melejit dan 25 Gerai Tutup
AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga
Laba BNBR Melejit 50 Persen, Ternyata Bukan dari Operasional
KOKA Boncos Rp26,2 Miliar di 2025, Penjualan Anjlok 43% dan Beban Membengkak
BNGA Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, 60% Laba Dibagikan ke Investor
ADMR Tebar Dividen US$120 Juta Meski Laba Turun
Pasar Uang RI Bergejolak, LPEM UI Minta BI Tahan Suku Bunga 4,75%
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 11:41 WIB

IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga

Rabu, 22 April 2026 - 08:00 WIB

BI Rate Diprediksi Bertahan, Ini Daftar Saham Bank yang Layak Diborong

Rabu, 22 April 2026 - 04:00 WIB

KFC Indonesia Rugi Rp369 Miliar, Utang Melejit dan 25 Gerai Tutup

Selasa, 21 April 2026 - 16:00 WIB

AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga

Selasa, 21 April 2026 - 10:00 WIB

Laba BNBR Melejit 50 Persen, Ternyata Bukan dari Operasional

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB