Wuling Eksion PHEV Tembus 600 Km Lebih, Ini Hasil Uji Efisiensi Jakarta–Yogyakarta yang Bikin Kaget

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Tantangan Perjalanan Panjang Mobil Hybrid Keluarga

Mobil hybrid plug-in (PHEV) semakin sering menjadi pilihan baru di segmen SUV keluarga karena menawarkan efisiensi bahan bakar sekaligus fleksibilitas jarak jauh. Wuling Eksion PHEV mencoba membuktikan kemampuan itu lewat perjalanan media dari Jakarta menuju Yogyakarta dengan total rute lebih dari 600 kilometer. Dalam pengujian ini, fokus utama tidak hanya pada jarak tempuh, tetapi juga bagaimana sistem penggerak pintar mengatur kerja mesin bensin dan motor listrik di berbagai kondisi jalan.

Perjalanan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian apakah SUV 7-penumpang ini mampu tetap hemat energi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun performa saat menghadapi kombinasi jalan tol, perkotaan, hingga perbukitan.

Awal Perjalanan: Mode Listrik Jadi Andalan di Kota

Rombongan memulai perjalanan dari kawasan Ampera, Jakarta Selatan, dengan kondisi kendaraan sudah dalam keadaan siap jalan. Unit yang digunakan mengusung varian tertinggi dan diisi empat penumpang dengan barang bawaan bervariasi.

Saat melintasi kepadatan lalu lintas kota menuju jalan tol, tim penguji langsung mengaktifkan mode EV Max. Mode ini membuat mobil bergerak sepenuhnya menggunakan tenaga baterai tanpa bantuan mesin bensin, sehingga cocok untuk kondisi stop and go di dalam kota.

Di awal perjalanan, sistem mencatat kondisi energi penuh, terdiri dari kapasitas bahan bakar setara jarak 1.000 km serta baterai yang mendukung sekitar 118 km. Jika digabungkan, estimasi total jarak tempuh mencapai sekitar 1.118 km sebelum pengisian ulang.

Transisi ke Hybrid di Tol Cipali

Memasuki ruas Tol Cipali, konsumsi baterai mulai berkurang. Sistem kendaraan kemudian otomatis beralih ke mode hybrid, yang mengombinasikan kerja mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik.

Baca Juga :  Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik dan Hybrid, Banyak Pengguna Tak Sadar

Pada fase ini, mobil mulai mengoptimalkan efisiensi. Mesin tidak hanya menggerakkan kendaraan, tetapi juga membantu mengisi ulang daya baterai secara bertahap. Pengaturan ini membuat pengemudi tidak perlu sering memikirkan manajemen energi, karena sistem bekerja secara adaptif sesuai kebutuhan kecepatan dan beban kendaraan.

“Dalam perjalanan ini, rekan media dapat merasakan bagaimana teknologi Ling Power bekerja secara cerdas dalam mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara,” ujar Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors, Kamis (4/6/2026).

Kenyamanan Kabin dan Respons Mesin

Dari sisi kenyamanan, baris kedua tetap menawarkan ruang yang lega, bahkan untuk penumpang dengan tinggi sekitar 180 cm. Ruang kepala dan kaki terasa cukup lapang untuk perjalanan jarak jauh.

Selain itu, tingkat kebisingan kabin tergolong rendah, terutama saat mobil masih banyak menggunakan tenaga listrik. Hal ini memberi pengalaman perjalanan yang lebih tenang, terutama di rute panjang.

Sementara itu, mesin bensin 1.500 cc tanpa turbo tetap menunjukkan karakter responsif. Saat pengemudi menekan pedal gas lebih dalam, terutama pada mode Sport, tenaga langsung tersalurkan tanpa jeda berarti. Mobil juga mampu menembus kecepatan di atas 100 km/jam dengan stabil di kondisi jalan yang lengang.

Rute Menantang: Purwokerto, Wonosobo, hingga Kulon Progo

Perjalanan tidak hanya melewati jalan tol, tetapi juga jalur beragam karakter. Setelah berhenti di Purwokerto, rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan Wonosobo sebelum akhirnya menuju Kulon Progo sebagai titik akhir di Yogyakarta.

Rute perbukitan di Wonosobo memberikan tantangan tersendiri karena banyak tikungan, tanjakan, dan turunan. Kondisi ini sekaligus menjadi pengujian terhadap kestabilan suspensi dan pengendalian kendaraan.

Baca Juga :  Honda e:N2 Meluncur, Mobil Listrik Rp 740 Jutaan

Meski guncangan masih terasa di beberapa titik jalan yang tidak rata, mobil tetap menjaga stabilitas dan tidak mengganggu kontrol pengemudi secara signifikan. Karakter SUV keluarga terlihat cukup kuat dalam menghadapi kombinasi medan tersebut.

Hasil Akhir: Efisiensi Jadi Sorotan Utama

Sepanjang perjalanan Jakarta–Yogyakarta, Wuling Eksion PHEV menunjukkan fokus utama pada efisiensi energi melalui kombinasi mode berkendara yang fleksibel. Sistem hybrid membantu menyeimbangkan konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga daya baterai tetap optimal hingga perjalanan jarak jauh selesai.

Perpaduan antara mode listrik di perkotaan dan hybrid di jalan antar kota memberi gambaran bahwa teknologi PHEV semakin matang untuk kebutuhan mobilitas harian hingga perjalanan lintas provinsi.

FAQ

1. Berapa jarak tempuh perjalanan Wuling Eksion PHEV?

Perjalanan uji coba dilakukan dari Jakarta ke Yogyakarta dengan jarak lebih dari 600 km dalam satu rute perjalanan media drive.

2. Mode apa yang digunakan saat di dalam kota?

Mobil menggunakan mode EV Max yang mengandalkan tenaga listrik penuh saat kondisi lalu lintas padat.

3. Kapan mobil beralih ke mode hybrid?

Sistem otomatis beralih ke mode hybrid ketika daya baterai mulai berkurang, terutama saat memasuki jalan tol.

4. Mesin apa yang digunakan?

Wuling Eksion PHEV menggunakan mesin bensin 1.500 cc tanpa turbo yang bekerja bersama motor listrik.

5. Apakah mobil tetap nyaman untuk perjalanan jauh?

Ya, kabin terasa lega dan senyap, serta suspensi cukup stabil untuk berbagai kondisi jalan, termasuk rute perbukitan.(Tim)

Berita Terkait

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan
Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?
Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia
Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium
Mobil Terbang Siap Mengudara di Indonesia, Xpeng Ungkap Satu Hambatan yang Masih Mengganjal
BBN Kendaraan Bekas Sudah Rp0, Tapi Dompet Tetap Keluar Uang? Ini Biaya Balik Nama yang Wajib Diketahui
Suzuki Saluto 125 2026 Resmi Meluncur, Skutik Retro Bergaya Italia Ini Dibanderol Rp49 Jutaan dan Tembus 51,9 Km/Liter
Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026, Persaingan Pabrikan Makin Panas dan Pasar Otomotif Bergairah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 04:50 WIB

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:44 WIB

Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:00 WIB

Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:30 WIB

Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:00 WIB

Mobil Terbang Siap Mengudara di Indonesia, Xpeng Ungkap Satu Hambatan yang Masih Mengganjal

Berita Terbaru