JAKARTA – Perdagangan kemarin, Kamis (26/2/2026), investor asing membeli saham senilai Rp 341,3 miliar. Meski demikian, mereka melepas saham di beberapa emiten secara signifikan. Total nilai penjualan asing mencapai Rp 8,122 triliun dari total transaksi Rp 16,584 triliun. Hal ini menunjukkan tekanan jual tetap kuat di pasar.
Profit Taking Terjadi di Saham yang Naik Tajam
Selain itu, sektor-sektor yang sebelumnya naik tajam mengalami aksi jual asing. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor mengambil keuntungan atau melakukan profit taking.
BNBR dan BBCA Jadi Pusat Pelepasan Saham Asing
Sebagai contoh, investor melepas Bakrie & Brothers (BNBR) senilai Rp 431,8 miliar di pasar negosiasi. Sementara itu, mereka juga melepas saham Bank Central Asia (BBCA) di pasar reguler senilai Rp 149,7 miliar, menjadikan saham ini pusat net foreign sell.
Bank Jumbo Lain Masih Menarik Minat Asing
Di sisi lain, investor membeli saham beberapa bank besar. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatat net buy senilai Rp 172,3 miliar, sedangkan Bank Mandiri (BMRI) memperoleh pembelian bersih Rp 73 miliar.
Tekanan Jual Muncul di Sektor Lain
Selain itu, investor melepas saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) masing-masing senilai Rp 104,8 miliar dan Rp 104,4 miliar.
IHSG Terkoreksi, Tapi Koreksi Sempat Dipangkas
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah. Namun, indeks sempat memangkas koreksi sebelum penutupan. IHSG turun 86,97 poin atau 1,05% ke level 8.235,26. Sekitar 1,5 jam sebelum penutupan, indeks sempat anjlok hampir 2%.
Aktivitas Perdagangan dan Kapitalisasi Pasar
Selain itu, investor memperdagangkan 958 saham. Dari jumlah ini, 594 saham turun, 157 naik, dan 207 stagnan. Investor melakukan transaksi senilai Rp 27,85 triliun dengan volume 54,04 miliar saham melalui 3,09 juta kali transaksi. Akibatnya, kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 14.744 triliun.
Bukit Uluwatu Villa Menjadi Pemberat Utama IHSG
Terakhir, investor membuat Bukit Uluwatu Villa (BUVA) menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi -5,11 poin. Saham VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) dan IMPC masing-masing membebani indeks -5,08 poin dan -5,02 poin.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









