KFC Indonesia Rugi Rp369 Miliar, Utang Melejit dan 25 Gerai Tutup

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kinerja PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan KFC di Indonesia, masih berada di bawah tekanan sepanjang 2025. Meski berhasil menekan kerugian, perusahaan tetap menghadapi lonjakan utang dan penyusutan jumlah gerai.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 2025, FAST mencatat rugi bersih sebesar Rp369 miliar. Angka ini membaik dibanding rugi tahun sebelumnya yang mencapai Rp798 miliar. Namun, perbaikan tersebut belum mampu membawa perusahaan keluar dari tekanan bisnis.

Dari sisi operasional, perusahaan masih membukukan rugi usaha Rp311 miliar. Sementara itu, pendapatan bergerak stagnan di kisaran Rp4,88 triliun, menunjukkan pemulihan penjualan yang masih tertahan.

Tekanan terbesar justru datang dari sisi struktur keuangan. Utang bank jangka panjang FAST melonjak tajam menjadi Rp1,82 triliun pada 2025, naik drastis dari sekitar Rp353 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan langkah refinancing yang dilakukan perseroan untuk memperpanjang tenor kewajiban.

Baca Juga :  Kraken Ajukan IPO Rahasia di AS, Valuasi Terkoreksi tapi Pasar Kripto Menguat

Auditor juga menyoroti ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha (going concern). Hal itu terlihat dari posisi liabilitas jangka pendek yang melampaui aset lancar hingga Rp1,3 triliun, serta akumulasi kerugian yang telah menembus Rp507 miliar.

Di tengah tekanan tersebut, FAST melakukan penyesuaian jaringan bisnis. Hingga akhir 2025, jumlah gerai menyusut menjadi 690 outlet, turun dari 715 outlet pada 2024. Artinya, perusahaan menutup sekitar 25 gerai dalam setahun sebagai bagian dari strategi efisiensi.

Baca Juga :  Pasar Uang RI Bergejolak, LPEM UI Minta BI Tahan Suku Bunga 4,75%

Meski begitu, perseroan tetap agresif melakukan ekspansi terbatas dan renovasi. Arus kas untuk aktivitas investasi tercatat mencapai Rp1 triliun, yang mayoritas digunakan untuk penambahan aset tetap dan pembaruan gerai.

Di sisi likuiditas, perusahaan masih mencatat arus kas operasi positif sebesar Rp203 miliar. Hal ini menunjukkan aktivitas inti bisnis masih mampu menghasilkan kas, meski tekanan laba dan utang belum mereda.

Kondisi ini menegaskan bahwa KFC Indonesia masih berupaya keluar dari fase sulit, sambil menjaga operasional tetap berjalan di tengah tekanan pasar dan beban finansial yang membengkak.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga
BI Rate Diprediksi Bertahan, Ini Daftar Saham Bank yang Layak Diborong
AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga
Laba BNBR Melejit 50 Persen, Ternyata Bukan dari Operasional
KOKA Boncos Rp26,2 Miliar di 2025, Penjualan Anjlok 43% dan Beban Membengkak
BNGA Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, 60% Laba Dibagikan ke Investor
ADMR Tebar Dividen US$120 Juta Meski Laba Turun
Pasar Uang RI Bergejolak, LPEM UI Minta BI Tahan Suku Bunga 4,75%
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 11:41 WIB

IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga

Rabu, 22 April 2026 - 08:00 WIB

BI Rate Diprediksi Bertahan, Ini Daftar Saham Bank yang Layak Diborong

Rabu, 22 April 2026 - 04:00 WIB

KFC Indonesia Rugi Rp369 Miliar, Utang Melejit dan 25 Gerai Tutup

Selasa, 21 April 2026 - 16:00 WIB

AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga

Selasa, 21 April 2026 - 10:00 WIB

Laba BNBR Melejit 50 Persen, Ternyata Bukan dari Operasional

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB