TLDN Ngebut 2026: Produksi CPO Digenjot, Akuisisi Jadi Senjata Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Emiten perkebunan sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menargetkan lonjakan produksi crude palm oil (CPO) sebesar 5% hingga 10% sepanjang 2026. Perseroan juga menyiapkan strategi ekspansi lewat akuisisi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

Head of Corporate Finance & Strategy TLDN, Wasisto Budi S, menyatakan perusahaan optimistis mampu meningkatkan produksi dibandingkan realisasi 2025.

Ia menjelaskan TLDN telah mengoperasikan pabrik pengolahan inti sawit dan pembangkit listrik biogas di Kalimantan Timur. Tahun ini, perusahaan akan membangun fasilitas serupa dengan kapasitas yang hampir sama.

“Kami ingin meningkatkan nilai tambah produk. Selama ini kami menjual palm kernel, sekarang kami olah menjadi CPKO dengan harga jual lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sawit Indonesia di Ujung Tanduk 2030

Langkah ekspansi ini tidak hanya mendorong produksi, tetapi juga mengerek kinerja keuangan. TLDN membidik pertumbuhan pendapatan dan laba hingga 10% pada 2026.

Pada 2025, TLDN mencatat kinerja solid. Pendapatan naik 28,42% secara tahunan menjadi Rp5,42 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan CPO sebesar Rp4,7 triliun. Sementara itu, penjualan inti sawit mencapai Rp358,99 miliar dan minyak inti sawit Rp296,64 miliar.

Selain ekspansi organik, TLDN juga mempercepat pertumbuhan anorganik. Perusahaan membuka peluang akuisisi baru di sektor perkebunan sawit.

Baca Juga :  AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga

Sebelumnya, TLDN telah menuntaskan akuisisi PT Cipta Davia Mandiri pada 2025. Perusahaan mengalokasikan dana Rp136,32 miliar dari hasil initial public offering (IPO) untuk aksi tersebut.

Wasisto menegaskan perusahaan akan terus mencari peluang akuisisi untuk memperkuat portofolio bisnis.

“Kami sangat terbuka terhadap peluang akuisisi. Strategi ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperbesar skala usaha,” katanya.

Dengan kombinasi ekspansi produksi dan akuisisi, TLDN berupaya memperkuat posisi di industri sawit nasional sekaligus memanfaatkan tren kenaikan harga CPO global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

MINE Tebar Dividen Rp60,23 Miliar di Tengah Laba Turun dan Saham Tertekan Usai IPO
BI Tahan BI Rate 4,75% April 2026, Ini Dampaknya ke Rupiah dan Inflasi
BEI Ungkap Aturan Baru HSC Saham, Dorong Transparansi dan Struktur Kepemilikan Lebih Sehat
UNTR Tebar Dividen Rp1.096 per Saham, Catat Jadwal Cum Date hingga Pembayaran
IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga
BI Rate Diprediksi Bertahan, Ini Daftar Saham Bank yang Layak Diborong
KFC Indonesia Rugi Rp369 Miliar, Utang Melejit dan 25 Gerai Tutup
AALI Bagi Dividen Rp 458 per Saham, Yield Menarik di Tengah Kenaikan Harga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 09:00 WIB

TLDN Ngebut 2026: Produksi CPO Digenjot, Akuisisi Jadi Senjata Baru

Sabtu, 25 April 2026 - 05:00 WIB

MINE Tebar Dividen Rp60,23 Miliar di Tengah Laba Turun dan Saham Tertekan Usai IPO

Jumat, 24 April 2026 - 19:00 WIB

BI Tahan BI Rate 4,75% April 2026, Ini Dampaknya ke Rupiah dan Inflasi

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

BEI Ungkap Aturan Baru HSC Saham, Dorong Transparansi dan Struktur Kepemilikan Lebih Sehat

Jumat, 24 April 2026 - 09:00 WIB

UNTR Tebar Dividen Rp1.096 per Saham, Catat Jadwal Cum Date hingga Pembayaran

Berita Terbaru