Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Malaysia resmi bergabung dalam daftar negara Asia Tenggara yang memburu pasokan minyak dari Rusia di tengah krisis energi global yang terus berlanjut. Langkah ini memperluas daftar negara kawasan yang lebih dulu menjalin pendekatan serupa, seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan perusahaan minyak nasional Petronas siap membuka negosiasi dengan Rusia untuk mengamankan pasokan energi bagi kebutuhan domestik. Ia menyampaikan hal itu pada Sabtu (18/4), sebagaimana dikutip The Star dan Channel News Asia.

“Tim Petronas dapat bernegosiasi dengan Rusia karena hubungan kedua negara tetap baik,” kata Anwar.

Soroti Negara Barat

Ia juga menyoroti perubahan sikap sejumlah negara Barat yang sebelumnya menjatuhkan sanksi ke Rusia, tetapi kini tetap bersaing dalam pembelian minyak.

Baca Juga :  Changan Resmi Debut

Anwar menambahkan pemerintah Malaysia bergerak cepat mengamankan jalur distribusi energi, termasuk memastikan kapal tanker Petronas melewati rute strategis di Selat Hormuz tanpa gangguan. Ia menyebut satu kapal tanker berhasil tiba di Kompleks Terintegrasi Pengerang pada Jumat (17/4) dan menjaga stabilitas pasokan nasional.

Petronas juga memastikan stok bahan bakar di seluruh stasiun pengisian masih aman hingga akhir Juni, lebih lama dari proyeksi sebelumnya.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia, Filipina, dan Vietnam lebih dulu mengambil langkah serupa dengan menjajaki atau memperkuat kerja sama energi dengan Rusia.

Indonesia sendiri memperdalam kerja sama energi setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April. Pemerintah kemudian membuka peluang impor minyak mentah dari Rusia dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Ekonomi Hijau Jadi Mesin Baru RI, Sandiaga: Investasi Tembus US$1 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut pengiriman minyak dari Rusia bisa berjalan mulai April 2026 jika seluruh proses teknis selesai tepat waktu.

Filipina juga memperpanjang komunikasi dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan dispensasi pembelian minyak Rusia, di tengah status darurat energi nasional. Sementara itu, Vietnam memperkuat kerja sama energi setelah Perdana Menteri Pham Minh Chinh melakukan kunjungan resmi ke Moskow pada akhir Maret.

Gelombang kerja sama ini muncul di tengah ketegangan geopolitik dan tekanan terhadap rantai pasok energi global yang terus berfluktuasi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SE 2026 Sasar UMKM dan Bisnis Digital, BPS Padang Lakukan Pendataan Door to Door
Pengusaha Arab Buru Peluang di China Lewat CICPE 2026, Produk Premium Jadi Incaran
Proyeksi Ekonomi RI 2026 Dipangkas Dunia, Target Pemerintah Terancam Meleset?
Harga LPG 12 Kg dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan, Warga Menjerit: Pengeluaran Makin Berat
Tips Investasi Aman ala OJK: Hindari Bodong, Kenali Risiko Sejak Awal
Kabar Baik PPPK, Bank Jateng Tawarkan KPR Bunga 5 Persen
Uji Coba B50 Tembus 40.000 Km, Mesin Aman dan Emisi Lebih Bersih
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:30 WIB

SE 2026 Sasar UMKM dan Bisnis Digital, BPS Padang Lakukan Pendataan Door to Door

Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB

Pengusaha Arab Buru Peluang di China Lewat CICPE 2026, Produk Premium Jadi Incaran

Rabu, 22 April 2026 - 16:08 WIB

Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

Proyeksi Ekonomi RI 2026 Dipangkas Dunia, Target Pemerintah Terancam Meleset?

Rabu, 22 April 2026 - 10:00 WIB

Tips Investasi Aman ala OJK: Hindari Bodong, Kenali Risiko Sejak Awal

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB