Proyeksi Ekonomi RI 2026 Dipangkas Dunia, Target Pemerintah Terancam Meleset?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Sejumlah lembaga internasional merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Hasilnya Deretan Proyeksi Ekonomi RI 2026: IMF hingga ADB Kompak di Bawah Target Pemerintah

Sejumlah lembaga internasional merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Hasilnya bervariasi, namun mayoritas berada di bawah target pemerintah.

Lembaga global seperti International Monetary Fund (IMF), World Bank, Asian Development Bank, hingga Organisation for Economic Co-operation and Development kompak memberikan estimasi yang lebih konservatif.

IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% sepanjang 2026. Sementara itu, ADB mematok proyeksi sedikit lebih tinggi di level 5,2%.

Di sisi lain, Bank Dunia dan OECD justru melihat laju ekonomi lebih lambat. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan hanya 4,7%, sedangkan OECD memperkirakan 4,8%.

Seluruh angka tersebut masih berada di bawah target pemerintah. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% pada tahun ini.

Baca Juga :  PT Pos Pimpin Era Baru Logistik BUMN, 9 Perusahaan Siap Garap Pasar Rp3.600 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mendorong pertumbuhan bisa menembus kisaran 5,5% hingga 6%.

Perbedaan proyeksi ini mencerminkan pandangan yang berbeda terhadap kondisi global dan domestik. Sejumlah lembaga menilai tekanan eksternal masih membayangi, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perlambatan ekonomi dunia.

Meski begitu, pemerintah tetap optimistis. Otoritas fiskal dan moneter terus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan melalui berbagai kebijakan strategis., namun mayoritas berada di bawah target pemerintah.

Lembaga global seperti International Monetary Fund (IMF), World Bank, Asian Development Bank, hingga Organisation for Economic Co-operation and Development kompak memberikan estimasi yang lebih konservatif.

IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% sepanjang 2026. Sementara itu, ADB mematok proyeksi sedikit lebih tinggi di level 5,2%.

Baca Juga :  Prabowo Luncurkan Kredit Rakyat Bunga 5 Persen, Dorong Akses Modal Murah

Di sisi lain, Bank Dunia dan OECD justru melihat laju ekonomi lebih lambat. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan hanya 4,7%, sedangkan OECD memperkirakan 4,8%.

Seluruh angka tersebut masih berada di bawah target pemerintah. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% pada tahun ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mendorong pertumbuhan bisa menembus kisaran 5,5% hingga 6%.

Perbedaan proyeksi ini mencerminkan pandangan yang berbeda terhadap kondisi global dan domestik. Sejumlah lembaga menilai tekanan eksternal masih membayangi, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perlambatan ekonomi dunia.

Meski begitu, pemerintah tetap optimistis. Otoritas fiskal dan moneter terus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan melalui berbagai kebijakan strategis.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Berita Terbaru