Manufaktur RI Ngebut di Awal 2026, PMI BI Tembus 52,03 Meski Tenaga Kerja Masih Lesu

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Bank Indonesia mencatat kinerja industri pengolahan tumbuh ekspansif pada triwulan I-2026. Indeks PMI-BI mencapai 52,03, naik dari 51,86 pada triwulan sebelumnya.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menyebut sejumlah komponen utama mendorong ekspansi. Volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan total pesanan sama-sama meningkat.

“Sebagian besar sublapangan usaha juga berada di fase ekspansi,” kata Anton dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, sektor dengan kinerja tertinggi meliputi industri kertas dan percetakan, industri kulit dan alas kaki, serta industri makanan dan minuman.

Baca Juga :  Menjelang PT DSI Jadi Eksportir Tunggal, Batu Bara hingga Sawit Masih Dominasi Ekspor RI

Dari sisi produksi, industri mencatat kenaikan signifikan. Volume produksi mencapai 54,07, naik dari 53,46 pada triwulan IV-2025. Kenaikan ini mengikuti peningkatan permintaan masyarakat.

Sementara itu, total pesanan tetap tumbuh di level 53,20. Namun, angka ini sedikit turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 53,31.

Di sisi lain, sektor tenaga kerja belum menunjukkan perbaikan. Indeks tenaga kerja turun ke 48,76, lebih rendah dibandingkan 48,80 pada triwulan IV-2025. Angka ini menandakan kontraksi penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Juni 2026 Bergerak, Cek Karat Tertinggi hingga Nilai Buyback

BI memperkirakan tren positif berlanjut pada triwulan II-2026. PMI-BI diproyeksi naik ke 52,26. Peningkatan ini akan ditopang oleh produksi, persediaan barang jadi, dan pesanan.

Selain itu, sejumlah sektor diprediksi mencatat ekspansi tertinggi. Industri furnitur, industri kulit dan alas kaki, serta industri makanan dan minuman diperkirakan memimpin pertumbuhan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Naik, Galeri 24 Salip Antam dan UBS di Banyak Pecahan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Bergerak Berbeda, Antam Tembus Rp2,74 Juta per Gram, Mana yang Paling Untung?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026 Berubah, Antam Makin Mahal atau Galeri 24 Lebih Untung?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat

Berita Terbaru