SUNGAI PENUH – Kebijakan pembagian dokter spesialis antara RSUD Mayjen H.A. Thalib dan RSUD Siulak memicu persoalan serius dalam layanan kesehatan. Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kini menghadapi kekurangan tenaga spesialis. Kondisi ini langsung menekan pelayanan pasien di rumah sakit pemerintah.
Distribusi Dokter Picu Ketimpangan
Manajemen RSUD MHAT sebelumnya mengandalkan dua dokter spesialis untuk melayani pasien. Namun, pemerintah memindahkan satu dokter ke Kabupaten Kerinci. Langkah itu membuat RSUD MHAT hanya memiliki satu dokter spesialis aktif.
Kekurangan tenaga ini meningkatkan beban kerja dokter yang tersisa. Poli-poli spesialis pun menghadapi tekanan karena hanya satu dokter menangani seluruh pasien.
Poli Terganggu dan Jadwal Kacau
Manajemen rumah sakit kesulitan menyusun jadwal jaga. Mereka tidak memiliki dokter pengganti saat dokter utama mengambil cuti atau berhalangan hadir.
Akibatnya, layanan di beberapa poli terhenti. Seorang petugas rumah sakit menyampaikan bahwa dokter spesialis mengambil cuti selama dua minggu sehingga pelayanan tidak berjalan.
“Selama dua minggu pelayanan tidak berjalan karena dokter spesialis sedang cuti,” ujarnya
Kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem cadangan tenaga medis. Ketika satu dokter tidak bertugas, pelayanan langsung berhenti.
Kepala Daerah Harus Bertindak
Situasi ini mendorong Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar dan Bupati Kerinci Monadi untuk segera mengambil langkah konkret. Keduanya perlu menyusun kebijakan distribusi dokter yang lebih adil.
Selain itu, pemerintah daerah harus merekrut atau menghadirkan tambahan dokter spesialis agar pelayanan tetap stabil di kedua rumah sakit.
RS Swasta Tarik Lebih Banyak Pasien
Di sisi lain, RS Melati mencatat peningkatan jumlah pasien. Sejumlah dokter spesialis membuka praktik sore hari di rumah sakit swasta tersebut.
RS Melati melayani pasien umum dan peserta BPJS. Situasi ini mendorong sebagian pasien memilih rumah sakit swasta karena mereka mencari kepastian layanan spesialis.
Perlu Solusi Cepat dan Terukur
Jika pemerintah daerah tidak segera menambah dan menata distribusi dokter, ketimpangan layanan kesehatan akan semakin lebar. Rumah sakit pemerintah bisa kehilangan kepercayaan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah harus memperkuat perencanaan tenaga medis dan memastikan ketersediaan dokter spesialis di setiap rumah sakit. Langkah cepat dan terukur akan menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









