Internet RI Meledak di 2026, APJII Ungkap 235 Juta Warga Kini Hidup Online

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Penggunaan internet di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Survei terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah pengguna internet nasional mencapai 235 juta jiwa atau setara 81,72 persen dari total populasi Indonesia yang mencapai 287 juta jiwa.

Angka tersebut meningkat sekitar 6 juta pengguna dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 229 juta jiwa. Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa internet kini melekat dalam hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi, pendidikan, hiburan, hingga transaksi ekonomi digital.

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menyebut internet sudah berubah menjadi kebutuhan utama masyarakat modern. Menurutnya, masyarakat kini mengandalkan koneksi digital untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih cepat dan praktis.

Selain itu, perkembangan layanan digital juga mendorong masyarakat semakin aktif menggunakan internet dalam berbagai sektor.

Pulau Jawa Masih Mendominasi Pengguna Internet

Berdasarkan hasil survei, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Indonesia. APJII mencatat penetrasi internet di Jawa mencapai 85,95 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 58,24 persen terhadap total pengguna nasional.

Sementara itu, Sumatra menempati posisi berikutnya dengan tingkat penetrasi 78,24 persen dan kontribusi pengguna sebesar 20,74 persen. Kalimantan mencatat penetrasi 80,40 persen, sedangkan Bali dan Nusa Tenggara mencapai 78,14 persen.

Di sisi lain, Sulawesi memiliki tingkat penetrasi sebesar 72,58 persen. Adapun Maluku dan Papua masih menjadi wilayah dengan penetrasi terendah, yakni 69,74 persen.

Meski demikian, survei tersebut menunjukkan pemerataan akses internet terus berkembang di berbagai daerah. Namun, kesenjangan digital antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan operator telekomunikasi.

Masyarakat Urban Lebih Dominan Akses Internet

APJII juga menemukan perbedaan tingkat penggunaan internet antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Baca Juga :  Redmi Siapkan K90 Max, HP Gaming dengan Pendingin Aktif dan Layar 165Hz

Masyarakat urban mencatat penetrasi internet sebesar 84,75 persen dengan kontribusi pengguna mencapai 60,59 persen. Sementara itu, wilayah rural atau pedesaan memiliki tingkat penetrasi sebesar 78,18 persen.

Perbedaan tersebut muncul karena masyarakat perkotaan umumnya memiliki akses perangkat digital dan jaringan internet yang lebih memadai dibandingkan daerah terpencil.

Selain faktor infrastruktur, kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital juga memengaruhi tingkat penetrasi internet nasional.

Gen Z dan Milenial Jadi Pengguna Internet Terbesar

Kelompok generasi muda masih mendominasi penggunaan internet di Indonesia. APJII mencatat generasi Milenial memiliki tingkat penetrasi internet tertinggi sebesar 90,34 persen.

Sementara itu, Gen Z berada sedikit di bawahnya dengan angka 89,02 persen. Tingginya penggunaan internet pada dua kelompok usia ini menunjukkan aktivitas digital semakin terintegrasi dengan gaya hidup generasi muda.

Mayoritas pengguna memanfaatkan internet untuk komunikasi dan media sosial dengan persentase 19,9 persen. Selain itu, masyarakat juga aktif menggunakan internet untuk hiburan digital seperti streaming dan game online sebesar 19,7 persen.

Aktivitas pencarian informasi dan berita mencapai 19,6 persen, sedangkan transaksi e-commerce serta layanan digital berada di angka 18,7 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa internet kini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Smartphone Jadi Perangkat Utama Akses Internet

Survei APJII menunjukkan smartphone masih menjadi perangkat utama masyarakat Indonesia untuk mengakses internet. Sebanyak 84,31 persen responden mengandalkan ponsel pintar untuk aktivitas digital sehari-hari.

Selain itu, mayoritas masyarakat menghabiskan waktu akses internet selama 4 hingga 6 jam per hari. Durasi tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital.

Aktivitas seperti media sosial, streaming video, belanja online, hingga layanan pembayaran digital ikut meningkatkan durasi penggunaan internet nasional.

Baca Juga :  Smartphone Layar 7 Inci Jadi Tren, Baterai Besar Bikin Tahan Lama

Penipuan Online Jadi Ancaman Terbesar

Di tengah pertumbuhan pengguna internet, masalah keamanan digital juga menjadi perhatian serius masyarakat.

APJII mencatat fitur anti penipuan online menjadi sistem keamanan paling dibutuhkan pengguna dengan persentase 24 persen. Kemudian, fitur anti judi online berada di angka 21,7 persen dan fitur anti pornografi sebesar 20,6 persen.

Survei itu juga menemukan kasus keamanan digital yang paling sering dialami masyarakat berupa penipuan online sebesar 13,6 persen. Selain itu, pencurian data pribadi, peretasan, dan phishing mencapai 7,8 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan literasi digital dan perlindungan data pribadi masih menjadi tantangan besar di tengah meningkatnya aktivitas internet nasional.

Fixed Broadband Ikut Tumbuh

Tidak hanya internet seluler, layanan fixed broadband atau internet tetap juga mengalami peningkatan sepanjang 2026.

Jumlah pelanggan fixed broadband nasional tumbuh menjadi 99,5 juta pelanggan atau naik 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan kebutuhan masyarakat terhadap koneksi internet stabil semakin tinggi, terutama untuk kebutuhan kerja dan hiburan digital di rumah.

FAQ

Apa hasil utama survei APJII 2026?

APJII mencatat pengguna internet Indonesia mencapai 235 juta jiwa atau 81,72 persen dari total populasi nasional.

Berapa kenaikan pengguna internet dibanding tahun lalu?

Jumlah pengguna internet meningkat sekitar 6 juta orang dibandingkan 2025.

Generasi mana yang paling aktif menggunakan internet?

Generasi Milenial dan Gen Z menjadi kelompok dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Indonesia.

Apa perangkat paling banyak digunakan untuk internet?

Smartphone masih mendominasi akses internet masyarakat Indonesia dengan persentase 84,31 persen.

Ancaman digital apa yang paling sering dialami pengguna?

Penipuan online menjadi kasus keamanan digital paling banyak dialami masyarakat sepanjang 2026.

Penulis : Andini

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

iQoo 15T Hadir Bawa Angin Segar, HP Gaming Baterai 8.000 mAh dan Kamera 200 MP Jadi Andalan
Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI
iPhone 17e vs iPhone 16e: Perubahan Kecil yang Bawa Dampak Besar ke Ekosistem Apple
Samsung, Xiaomi, dan Vivo Guncang Pasar Indonesia dengan Trio HP Ultra 2026, Ini Perbandingan Fitur dan Kameranya
Samsung Siapkan Galaxy Z Fold Wide: Foldable Lebar dengan Konsep Mirip Tablet Premium
Google Ubah Search Jadi Asisten AI, Cara Baru Akses Internet Resmi Dimulai
Baterai 7.000 mAh Masuk Kelas Rp 2 Jutaan, Oppo A6c Resmi Menggoda Pasar Indonesia
Mogok 48 Ribu Buruh Samsung Ancam Pasokan Chip Global, Industri AI Ikut Terdampak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:00 WIB

Internet RI Meledak di 2026, APJII Ungkap 235 Juta Warga Kini Hidup Online

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:00 WIB

iQoo 15T Hadir Bawa Angin Segar, HP Gaming Baterai 8.000 mAh dan Kamera 200 MP Jadi Andalan

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB

Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:00 WIB

iPhone 17e vs iPhone 16e: Perubahan Kecil yang Bawa Dampak Besar ke Ekosistem Apple

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:01 WIB

Samsung, Xiaomi, dan Vivo Guncang Pasar Indonesia dengan Trio HP Ultra 2026, Ini Perbandingan Fitur dan Kameranya

Berita Terbaru

Oplus_0

Dharmasraya

Warga Serbu Pasar Murah Pulau Punjung, Harga Sembako Lebih Murah

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB