Harga BBM 12 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter, Solar Subsidi Tidak Berubah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada 12 Mei 2026 masih bergerak stabil dibanding awal bulan. Pemerintah dan badan usaha energi tidak mengumumkan perubahan baru, sehingga masyarakat masih menghadapi struktur harga yang sama sejak penyesuaian awal Mei 2026.

Kondisi ini memberi kepastian bagi pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha transportasi, dan sektor logistik yang sangat bergantung pada konsumsi BBM harian.

Pertamina Jaga Harga BBM Subsidi Tetap

Pertamina mempertahankan harga BBM subsidi tanpa perubahan. Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter.

Perusahaan energi pelat merah itu menjaga kebijakan stabilisasi harga untuk meredam dampak fluktuasi harga minyak dunia. Pemerintah juga mempertahankan skema subsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Stabilitas harga ini membantu pengendara motor dan angkutan umum yang paling banyak memakai BBM bersubsidi.

BBM Non-Subsidi Masih Bertahan di Level Tinggi

Pertamina juga tidak mengubah harga BBM non-subsidi pada pertengahan Mei 2026. Pertamax tetap berada di Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 bertahan di Rp12.900 per liter.

Baca Juga :  IHSG 20 April 2026 Melemah, Investor Ramai Ambil Untung di Awal Pekan

Pertamax Turbo tetap menjadi varian tertinggi dengan harga Rp19.900 per liter. Sementara itu, produk diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex masih berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp27.900 per liter.

Tekanan harga minyak mentah dunia dan biaya distribusi energi masih menjadi faktor utama yang menjaga harga BBM non-subsidi tetap tinggi.

Rincian Harga BBM 12 Mei 2026

Berikut daftar harga BBM yang berlaku pada 12 Mei 2026:

1. Pertalite: Rp10.000/liter

2. Biosolar subsidi: Rp6.800/liter

3. Pertamax: Rp12.300/liter

4. Pertamax Green 95: Rp12.900/liter

5. Pertamax Turbo: Rp19.900/liter

6. Dexlite: Rp26.000/liter

7. Pertamina Dex: Rp27.900/liter

Struktur harga ini mencerminkan kebijakan campuran antara subsidi pemerintah dan penyesuaian pasar energi global.

Dampak ke Konsumen dan Transportasi

Stabilnya harga BBM memberi efek langsung pada biaya operasional transportasi. Sopir angkutan umum tidak mengalami kenaikan biaya harian, sehingga tarif penumpang tetap stabil di banyak daerah.

Pelaku logistik juga merasakan dampak positif karena mereka dapat menjaga ongkos distribusi barang tanpa penyesuaian mendadak. Namun, pelaku usaha tetap mengawasi potensi kenaikan harga jika harga minyak dunia bergerak naik dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga :  KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG

Pengendara kendaraan pribadi juga merasakan situasi yang relatif tenang karena mereka tidak menghadapi lonjakan harga mendadak di SPBU.

Respons Publik dan Harapan Stabilitas

Masyarakat menyambut stabilnya harga BBM dengan respons positif. Banyak pengendara berharap pemerintah dan Pertamina menjaga kebijakan ini lebih lama agar inflasi tidak terdorong oleh sektor energi.

Namun, sebagian pengamat energi menilai kondisi ini masih rentan. Mereka menyoroti ketergantungan Indonesia pada harga minyak global yang masih berfluktuasi.

Pemerintah tetap menegaskan komitmen menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan daya beli masyarakat.

Prospek Harga BBM ke Depan

Ke depan, harga BBM berpotensi berubah jika harga minyak mentah dunia naik atau nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Faktor geopolitik global juga dapat memengaruhi harga energi dalam negeri.

Meski demikian, kebijakan subsidi dan penyesuaian berkala masih menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Dengan kondisi saat ini, pasar energi Indonesia memasuki fase relatif tenang pada pertengahan Mei 2026, meskipun risiko perubahan harga tetap terbuka dalam beberapa bulan ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemerintah Wajibkan DHE SDA Disimpan di Himbara Mulai Juni 2026, Rupiah Diproyeksi Menguat
Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU
IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Global Masih Serbu Aset Aman
Danantara Siapkan Denera IPO di BEI, Proyek Waste to Energy Tembus Rp 87 Triliun
India Bidik Hilirisasi Gambir Sumatera Barat, Mahyeldi Dorong Investasi
Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,02%, Mahyeldi Soroti Pengangguran dan Inflasi
Ekonomi Syariah Sumbar Ditargetkan Jadi Pusat Industri Halal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:00 WIB

Pemerintah Wajibkan DHE SDA Disimpan di Himbara Mulai Juni 2026, Rupiah Diproyeksi Menguat

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:09 WIB

IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Global Masih Serbu Aset Aman

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:00 WIB

Danantara Siapkan Denera IPO di BEI, Proyek Waste to Energy Tembus Rp 87 Triliun

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

UMKM Beralih Kanal Penjualan, E-Commerce Indonesia Tetap Tumbuh Stabil

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB

Oplus_0

Market

Rama Indonesia Kuasai DPUM Usai Akuisisi Saham PPI

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:00 WIB