Danantara Siapkan Denera IPO di BEI, Proyek Waste to Energy Tembus Rp 87 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan langkah besar untuk membawa perusahaan baru di sektor pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE) ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan tersebut bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan pihaknya menargetkan Denera melantai di bursa setelah perusahaan mencatat arus kas positif. Ia menilai kondisi itu berpeluang terjadi pada 2028 ketika sejumlah proyek sudah beroperasi penuh dan menghasilkan pendapatan stabil.

Investasi WtE Tembus Rp 87 Triliun

Danantara mencatat potensi investasi sektor WtE di Indonesia mencapai sekitar US$ 5 miliar atau setara Rp 87,07 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.415 per dolar AS. Nilai investasi tersebut mendorong Danantara mempercepat pengembangan proyek energi berbasis sampah di berbagai daerah.

Pandu menyebut sektor ini memiliki prospek kuat karena Indonesia menghadapi peningkatan volume sampah setiap tahun. Di sisi lain, kebutuhan energi terbarukan terus tumbuh dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih luas.

Denera Kelola 33 Proyek Pengolahan Sampah

Melalui Denera, Danantara akan mengelola 33 proyek WtE yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Perusahaan ini akan menggandeng mitra lokal dan perusahaan asing yang sudah berpengalaman dalam teknologi pengolahan sampah.

Baca Juga :  Minyak Sumur Warga Jambi Resmi Masuk Pertamina, Target Produksi Naik Dua Kali Lipat

Pandu menjelaskan Denera tidak hanya membangun pembangkit listrik dari sampah, tetapi juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Pendekatan ini mencakup pengumpulan, pengolahan, hingga konversi sampah menjadi energi.

Struktur Bisnis Denera dan Skema Kepemilikan

Denera berdiri pada 1 April 2026 sebagai kendaraan utama Danantara di sektor WtE. Perusahaan ini berperan sebagai pengelola proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Dalam struktur bisnisnya, Denera memegang sekitar 30 persen kepemilikan fasilitas PSEL. Sementara itu, mitra proyek menguasai 70 persen saham. Skema ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan investor strategis dan pelaku industri global.

Pandu menilai model tersebut mempercepat pengembangan proyek tanpa membebani satu pihak dalam pendanaan. Ia juga menyebut pola kerja sama ini memperkuat transfer teknologi dan efisiensi operasional.

Target Operasi dan Persiapan IPO 2028

Danantara menargetkan seluruh proyek mulai menghasilkan arus kas positif pada 2028. Setelah fase tersebut berjalan stabil, perusahaan akan mendorong Denera masuk ke pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Baca Juga :  BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik

Pandu menegaskan Danantara ingin membangun Denera sebagai salah satu perusahaan WtE terbesar di dunia. Ia juga melihat potensi besar Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri energi bersih global melalui pengelolaan sampah yang lebih modern.

Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

Denera menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. Perusahaan ini mengembangkan beberapa pendekatan, seperti Depo Pengolahan Sampah Reduce (DPSR), Reduce Reuse Recycle (DPS3R), dan Depo Pengolahan Sampah Terpadu (DPST).

Model tersebut membantu mengurangi volume sampah sejak tahap awal. Sistem ini juga meningkatkan efisiensi proses konversi sampah menjadi energi listrik sehingga menghasilkan output yang lebih optimal.

Dampak ke Pasar Modal dan Industri Energi

Rencana IPO Denera berpotensi menambah emiten baru di sektor energi terbarukan di BEI. Kehadiran perusahaan ini juga dapat menarik minat investor yang fokus pada portofolio hijau dan berkelanjutan.

Danantara berharap langkah ini mendorong pertumbuhan industri WtE di Indonesia. Selain itu, kehadiran Denera di pasar modal diharapkan memperkuat ekosistem investasi energi bersih serta membuka peluang ekspansi proyek serupa di masa depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mengapa Shell Masih Belum Jual Bensin? ESDM Ungkap Dugaan Penyebabnya, Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan
Mulai 1 Oktober, Seluruh SPBU Wajib Jual Biosolar B50, Indonesia Bersiap Tinggalkan Impor Solar
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Berita Terbaru