JAKARTA – Investor Teknologi Global Siapkan Investasi Rp1.750 Triliun untuk Infrastruktur AI di Prancis
Gelombang investasi besar di sektor kecerdasan buatan (AI) kembali menguat. Pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son, menyiapkan langkah agresif dengan rencana penanaman modal senilai sekitar US$100 miliar atau setara Rp1.750 triliun di Prancis. Dana jumbo itu akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur AI berskala besar, termasuk pusat data generasi baru.
Langkah ini mempertegas ambisi SoftBank yang semakin serius mengejar dominasi di ekosistem AI global, di tengah persaingan ketat perusahaan teknologi dunia.
Rencana Investasi Besar di Prancis
Berdasarkan laporan Bloomberg, SoftBank berencana mengalirkan dana investasi secara bertahap ke berbagai proyek infrastruktur AI di Prancis. Salah satu fokus utamanya mencakup pembangunan data center berkapasitas besar yang mampu menopang kebutuhan komputasi sistem AI tingkat lanjut.
Meski begitu, rincian teknis proyek tersebut masih belum final. Nilai investasi, skema pendanaan, hingga mitra strategis masih dapat berubah mengikuti perkembangan negosiasi.
Sumber yang mengetahui rencana ini menyebutkan bahwa SoftBank melihat Prancis sebagai salah satu pusat pertumbuhan AI di Eropa, terutama karena dukungan kebijakan pemerintah dan ketersediaan energi untuk pusat data.
Pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron
Masayoshi Son juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam beberapa pekan ke depan. Pertemuan itu akan membahas peluang kerja sama investasi, khususnya pembangunan ekosistem AI berskala besar di Prancis.
Rencana tersebut diperkirakan mendapat sorotan dalam ajang Choose France Summit yang akan digelar pada 19 Mei 2026. Forum investasi tahunan itu kerap menjadi panggung bagi Prancis untuk menarik investor global ke berbagai sektor strategis, termasuk teknologi.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak SoftBank terkait detail pertemuan tersebut. Perusahaan juga belum memberikan pernyataan kepada media.
Strategi Global SoftBank di Sektor AI
SoftBank terus memperkuat posisinya di industri AI global melalui berbagai investasi strategis. Perusahaan ini sebelumnya ikut terlibat dalam proyek besar pembangunan pusat data di Amerika Serikat bersama OpenAI dan Oracle melalui inisiatif bernama Stargate. Proyek tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$500 miliar dan mencakup pembangunan lima pusat data raksasa.
Selain infrastruktur, SoftBank juga menanamkan modal di berbagai perusahaan teknologi berbasis AI. Salah satunya adalah investasi sekitar US$30 miliar ke OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, yang membuat SoftBank memiliki sekitar 11% saham di perusahaan tersebut.
Tidak hanya itu, SoftBank juga memperluas portofolio ke sektor robotik melalui ABB serta investasi di DigitalBridge yang bergerak di infrastruktur digital global.
Keterkaitan dengan Investasi di Asia Tenggara
SoftBank selama ini juga dikenal sebagai salah satu investor awal di perusahaan teknologi Asia Tenggara, termasuk Grab dan GoTo (Gojek). Keterlibatan tersebut memperkuat pengaruh SoftBank dalam ekosistem transportasi online dan layanan digital di kawasan, termasuk Indonesia.
Meski fokus investasi saat ini bergeser ke sektor AI, hubungan SoftBank dengan perusahaan teknologi Asia masih tetap menjadi bagian penting dari portofolio globalnya.
Dampak Potensial bagi Industri Teknologi
Jika rencana investasi di Prancis ini terealisasi, proyek tersebut berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur AI global. Eropa bisa menjadi salah satu pusat data dan pengembangan AI terbesar, bersaing dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Namun, para analis menilai skala investasi sebesar ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari regulasi, kebutuhan energi, hingga kepastian permintaan jangka panjang untuk layanan AI.
Penutup
Rencana investasi Rp1.750 triliun oleh SoftBank menunjukkan bahwa persaingan di sektor AI semakin memasuki fase baru. Negara-negara maju kini berlomba menarik investor global untuk membangun infrastruktur digital masa depan.
Meski masih bersifat rencana awal, langkah Masayoshi Son ini mempertegas bahwa AI tidak lagi sekadar teknologi pendukung, tetapi sudah menjadi arena utama perebutan kekuatan ekonomi global.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









