China Gelontorkan Rp22 Triliun untuk Robot AI di Jaringan Listrik Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perusahaan-perusahaan energi besar di China mempercepat adopsi robot berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengelola infrastruktur kelistrikan. Langkah ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi, keselamatan kerja, dan modernisasi jaringan listrik skala nasional.

Investasi Besar di Sektor Robotik Energi

Laporan Jiemian pada 24 April 2026 mengungkapkan State Grid Corporation of China menyiapkan anggaran sekitar 6,8 miliar yuan atau setara lebih dari Rp15 triliun pada tahun 2026 khusus untuk pengadaan robot AI.

Perusahaan tersebut juga menargetkan pembelian sekitar 8.500 unit robot sepanjang tahun ini. Selain State Grid, China Southern Power Grid serta sejumlah perusahaan energi lain ikut memperbesar belanja teknologi serupa.

Para analis memperkirakan total investasi sektor energi China pada teknologi AI dan robotik bisa melampaui 10 miliar yuan pada 2026, atau sekitar Rp22 triliun jika digabungkan dari berbagai perusahaan.

Baca Juga :  Apple Hentikan Mac Pro, Era Desktop Ikonik Berakhir dan Fokus ke Mac Studio

Fokus Robot untuk Inspeksi dan Perawatan

State Grid mengarahkan sebagian besar pembelian ke robot berkaki empat yang menyerupai anjing. Perusahaan ini memanfaatkan robot tersebut untuk memeriksa gardu induk, jalur transmisi listrik, serta area infrastruktur yang sulit dijangkau manusia.

Selain itu, perusahaan juga mulai menggunakan robot humanoid dan robot bipedal untuk mendukung pekerjaan teknis yang lebih kompleks. Teknologi ini membantu proses perawatan jaringan listrik bertegangan tinggi, termasuk sistem ultra high voltage (UHV) yang tersebar di berbagai wilayah China.

Pembagian Anggaran dan Strategi Teknologi

State Grid mengalokasikan sekitar 5,8 miliar yuan untuk pembelian perangkat keras robot. Sisa anggaran mereka arahkan ke riset dan pengembangan teknologi, termasuk pelatihan tenaga kerja agar mampu mengoperasikan sistem berbasis AI.

Perusahaan juga membangun ekosistem teknologi yang melibatkan kolaborasi dengan startup dan produsen robot dalam negeri.

Baca Juga :  Changan BlueCore HEV, Teknologi Hybrid Super Irit 2,98 L/100 Km Resmi Meluncur

Peran Produsen Robot Lokal

Sejumlah perusahaan teknologi China menjadi pemasok utama dalam proyek ini. Nama-nama seperti Unitree Robotics, Deep Robotics, AgiBot, UBTech Robotics, hingga Fourier Intelligence ikut memasok berbagai jenis robot industri.

Produsen tersebut mengembangkan robot dengan kemampuan navigasi otomatis, pengenalan objek berbasis AI, hingga sistem pengambilan keputusan sederhana di lapangan.

Dorong Efisiensi dan Keselamatan Energi

Penggunaan robot AI ini bertujuan mengurangi risiko kecelakaan kerja di lapangan, terutama di area bertegangan tinggi atau lokasi ekstrem seperti pegunungan dan wilayah terpencil.

Selain itu, perusahaan energi China juga ingin meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi inspeksi yang sebelumnya bergantung pada tenaga manusia.

Dengan langkah ini, China semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu negara paling agresif dalam penerapan robotika dan kecerdasan buatan di sektor infrastruktur strategis.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Gelombang PHK Teknologi Global Menguat, Meta dan Microsoft Pangkas Ribuan Karyawan di Era AI
XChat Rilis Global, Aplikasi Baru Elon Musk Siap Tantang WhatsApp di Indonesia
Bripka Anugrah Ciptakan Aplikasi Data Senjata, Kini Dipakai Lintas Polda
Google Kucurkan Rp 670 Triliun ke Anthropic, Pertarungan AI Global Makin Memanas
MoraRepublic Resmi Berdiri, Raksasa Baru Infrastruktur Digital Indonesia
Honor Pad X8b Rilis di Indonesia, Tablet Tipis Baterai 10.100 mAh dan Fitur Anak
Polemik Kuota Internet Hangus di MK, Pakar Tekankan Transparansi dan Keadilan
Petugas Kebersihan Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Hasilkan 30 Liter per Hari
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB

China Gelontorkan Rp22 Triliun untuk Robot AI di Jaringan Listrik Nasional

Rabu, 29 April 2026 - 17:00 WIB

Gelombang PHK Teknologi Global Menguat, Meta dan Microsoft Pangkas Ribuan Karyawan di Era AI

Rabu, 29 April 2026 - 16:00 WIB

XChat Rilis Global, Aplikasi Baru Elon Musk Siap Tantang WhatsApp di Indonesia

Rabu, 29 April 2026 - 13:00 WIB

Bripka Anugrah Ciptakan Aplikasi Data Senjata, Kini Dipakai Lintas Polda

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Google Kucurkan Rp 670 Triliun ke Anthropic, Pertarungan AI Global Makin Memanas

Berita Terbaru

Oplus_0

Pendidikan

TPG Cair Bulanan, Guru Lebih Tenang dan Makin Fokus Mengajar

Rabu, 29 Apr 2026 - 17:27 WIB