Bos Finnet Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026, Strategi Adaptif Jadi Kunci Sukses

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kepemimpinan adaptif kembali menjadi sorotan di tengah tekanan ekonomi global dan disrupsi teknologi. Direktur Utama PT Finnet Indonesia, Rakhmad Tunggal Afifuddin, berhasil meraih penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026 dalam kategori The Most Innovation berkat strategi inovatif yang ia terapkan.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang CEO Forum & Awards 2026 yang digelar The Iconomics di Jakarta, Kamis (23/4/2026). Forum ini mempertemukan para pemimpin bisnis lintas sektor untuk membahas tantangan sekaligus peluang di era perubahan cepat.

Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci

Founder dan CEO The Iconomics, Bram S. Putro, membuka forum dengan menekankan pentingnya kepemimpinan yang tangguh dan fleksibel. Ia menyebut para CEO saat ini harus mampu membaca arah perubahan dengan cepat dan mengambil keputusan strategis berbasis data.

Menurut Bram, kondisi ekonomi yang dinamis menuntut pemimpin perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga ketahanan bisnis.

“CEO harus mampu menyeimbangkan antara ekspansi, efisiensi, dan keberlanjutan. Tanpa itu, perusahaan akan sulit bertahan di tengah tekanan global,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan berbasis inovasi menjadi pembeda utama dalam menghadapi era disrupsi.

Baca Juga :  BI-Fast Baru Segera Hadir, Transfer Luar Negeri Kini Bisa Instan dan Lebih Murah

Perjalanan Finnet di Bawah Rakhmad

Rakhmad Tunggal Afifuddin memimpin Finnet, anak usaha Telkom Group, dengan fokus pada penguatan layanan pembayaran digital dan telekomunikasi. Ia mendorong transformasi bisnis dengan pendekatan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Rakhmad menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif tim.

“Penghargaan ini lahir dari kerja bersama. Saya hanya mewakili semangat besar seluruh tim Finnet,” kata Rakhmad.

Ia juga menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi industri.

Deretan Prestasi Finnet

Di bawah kepemimpinan Rakhmad, Finnet mencatat sejumlah prestasi penting. Perusahaan ini meraih berbagai penghargaan di bidang inovasi digital dan pengembangan SDM.

Beberapa di antaranya:

Best Human Investment 2025 dalam ajang Best Human Capital Awards

Best Digital Innovation on Human Capital 2025

Excellence in Digital Banking Turnaround pada Investortrust BUMN Awards 2025

TOP CSR Awards 2025 atas komitmen terhadap ESG

Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Finnet dalam membangun bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berkelanjutan.

Baca Juga :  Harga Oli Mesin Mobil Anjlok April 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Forum Bahas Strategi Hadapi Disrupsi

CEO Forum 2026 mengangkat tema Resilient Leadership in the Age of Disruption. Para peserta membahas berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Diskusi mencakup isu geopolitik, transformasi digital, hingga perubahan perilaku pasar. Para pemimpin bisnis sepakat bahwa adaptasi cepat menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

Bram menegaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi antar pemangku kepentingan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem diskusi yang mendorong pemimpin bisnis saling belajar dan berbagi strategi,” ujarnya.

Dorongan untuk Inovasi Berkelanjutan

Ajang penghargaan ini telah memasuki tahun ketujuh dan terus memberikan apresiasi kepada para CEO yang mampu membawa perusahaan tetap berada di jalur pertumbuhan.

Rakhmad menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi.

“Kami akan terus memperkuat transformasi digital dan meningkatkan kualitas layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Ke depan, peran pemimpin bisnis diprediksi semakin kompleks. Namun, dengan strategi adaptif dan inovatif, perusahaan tetap memiliki peluang besar untuk tumbuh di tengah tantangan global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bisnis Pepaya Melejit! Nilai Global Diproyeksi Tembus Rp 385 Triliun
Ribuan Peserta Magang Nasional Mundur, Kemenaker Ungkap Banyak yang Langsung Dapat Kerja
KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG
Harga Gula Naik di 171 Daerah, Biaya Plastik Jadi Pemicu Utama
Anindya Bakrie Ingatkan Dunia Usaha Waspada, Cash Flow Jadi Kunci Bertahan di Tekanan Global
Saiko Consultancy Incar 41,18% Saham NAYZ, Siap Ambil Alih Kendali
Singapura Masih Teratas! Ini 5 Investor Terbesar di Indonesia Awal 2026
Mixue Tutup 428 Gerai, Ubah Strategi Ekspansi di Asia Tenggara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:00 WIB

Bisnis Pepaya Melejit! Nilai Global Diproyeksi Tembus Rp 385 Triliun

Senin, 27 April 2026 - 19:00 WIB

Bos Finnet Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026, Strategi Adaptif Jadi Kunci Sukses

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Ribuan Peserta Magang Nasional Mundur, Kemenaker Ungkap Banyak yang Langsung Dapat Kerja

Senin, 27 April 2026 - 06:00 WIB

KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG

Minggu, 26 April 2026 - 22:00 WIB

Harga Gula Naik di 171 Daerah, Biaya Plastik Jadi Pemicu Utama

Berita Terbaru