JAKARTA – Pemerintah Kota Sungai Penuh menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan perumahan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia di Jakarta. Pertemuan itu menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah mewakili pemerintah daerah. Ia memaparkan berbagai persoalan hunian yang masih dihadapi warga Kota Sungai Penuh.
Selain itu, Pemkot Sungai Penuh mengusulkan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah kota juga mengajukan pembangunan rumah susun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tidak hanya itu, pemerintah kota turut mengusulkan pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU). Seluruh program itu bertujuan menciptakan kawasan permukiman yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Jambi bersama para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi menghadiri audiensi bersama Menteri PKP. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Menteri Lantai 21, Wisma Mandiri Thamrin.
Pada kesempatan itu, Azhar Hamzah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat. Ia menilai forum tersebut membuka ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi pemerintah pusat yang memberikan kesempatan kepada daerah untuk menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah pusat merealisasikan usulan ini secara bertahap,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Sungai Penuh ingin memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Melalui kolaborasi yang solid, pemerintah menargetkan percepatan pembangunan sektor perumahan dan kawasan permukiman di Provinsi Jambi, khususnya Kota Sungai Penuh.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









