JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memasuki babak baru dalam kepemimpinannya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026), perusahaan tambang pelat merah tersebut menetapkan perubahan penting pada jajaran direksi dan komisaris.
Perubahan kepemimpinan itu muncul di tengah upaya PTBA menjaga pertumbuhan bisnis, memperkuat hilirisasi batu bara, serta menghadapi dinamika industri energi yang terus bergerak cepat. Pemegang saham menilai penyegaran manajemen menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Selain menetapkan pucuk pimpinan baru, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,32 triliun. Keputusan tersebut menegaskan komitmen PTBA dalam memberikan nilai tambah kepada investor sekaligus menjaga ruang ekspansi bisnis di masa depan.
Bambang Ismawan Resmi Pimpin PTBA
RUPST mengangkat Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama PTBA menggantikan Arsal Ismail yang memimpin perusahaan sejak Desember 2021.
Sebelum menerima amanah baru tersebut, Bambang menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PTBA. Dengan perubahan ini, posisi Komisaris Utama kini diisi oleh Ida Bagus Putu Dunia.
Tidak hanya mengganti direktur utama, pemegang saham juga merombak beberapa posisi strategis lainnya. PTBA menunjuk Hennita Sitepu sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi menggantikan Ihsanuddin Usman.
Selanjutnya, perusahaan mengangkat Mochammad Rifqi Hari Muji sebagai Direktur Komersial dan Supply Chain menggantikan Verisca Hutanto.
Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru
Mulai 11 Juni 2026, susunan pengurus PTBA terdiri dari:
Dewan Komisaris
1. Komisaris Utama: Ida Bagus Putu Dunia
2. Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni
3. Komisaris Independen: Suko Hartono
4. Komisaris: Dalu Agung Darmawan
5. Komisaris: Zaelani
6. Komisaris: Ferial Martifauzi
7. Komisaris: Lana Saria
Dewan Direksi
1. Direktur Utama: Bambang Ismawan
2. Direktur Operasi dan Produksi: Ilham Yacob
3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Una Lindasari
4. Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Hennita Sitepu
5. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto
6. Direktur Komersial dan Supply Chain: Mochammad Rifqi Hari Muji
Pemegang Saham Setujui Dividen Rp1,32 Triliun
Dalam agenda yang sama, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,93 triliun.
PTBA akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun atau setara 45 persen dari laba bersih tahun 2025. Sementara itu, perusahaan mengalokasikan Rp1,61 triliun atau 55 persen sisanya sebagai laba ditahan.
Manajemen menyiapkan dana laba ditahan tersebut untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat struktur permodalan, serta menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di masa mendatang.
Kinerja PTBA Sepanjang 2025
Sepanjang 2025, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun. Penjualan domestik memberikan kontribusi 54 persen terhadap total pendapatan, sedangkan pasar ekspor menyumbang 46 persen.
Lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor PTBA meliputi Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina. Permintaan dari pasar internasional tersebut tetap menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan.
Dari sisi keuangan, total aset PTBA mencapai Rp43,92 triliun per 31 Desember 2025. Angka itu meningkat sekitar 5 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp41,79 triliun.
Kenaikan aset terutama berasal dari pertumbuhan aset tidak lancar yang bertambah sekitar Rp3,12 triliun atau 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Fokus Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola
Selain membahas kinerja keuangan, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya. Pemegang saham menyepakati penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 serta memberikan kewenangan terkait persetujuan RJPP 2026–2030 dan RKAP 2027 sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, PTBA juga menyesuaikan Anggaran Dasar Perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Langkah tersebut bertujuan mendukung kebutuhan bisnis, mengikuti perkembangan regulasi, dan memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik.
Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menegaskan bahwa seluruh keputusan RUPST mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan usaha.
“Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eko.
FAQ
Siapa Direktur Utama PTBA yang baru?
Bambang Ismawan resmi menjabat Direktur Utama PTBA setelah RUPST Tahun Buku 2025.
Berapa dividen yang dibagikan PTBA?
PTBA membagikan dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun atau 45 persen dari laba bersih 2025.
Berapa laba bersih PTBA pada 2025?
Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp2,93 triliun sepanjang tahun 2025.
Berapa pendapatan PTBA pada 2025?
PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun.
Apa fokus bisnis PTBA ke depan?
PTBA akan memperkuat hilirisasi batu bara, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan bisnis berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.(Tim)









