RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memasuki babak baru dalam kepemimpinannya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026), perusahaan tambang pelat merah tersebut menetapkan perubahan penting pada jajaran direksi dan komisaris.

Perubahan kepemimpinan itu muncul di tengah upaya PTBA menjaga pertumbuhan bisnis, memperkuat hilirisasi batu bara, serta menghadapi dinamika industri energi yang terus bergerak cepat. Pemegang saham menilai penyegaran manajemen menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Selain menetapkan pucuk pimpinan baru, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,32 triliun. Keputusan tersebut menegaskan komitmen PTBA dalam memberikan nilai tambah kepada investor sekaligus menjaga ruang ekspansi bisnis di masa depan.

Bambang Ismawan Resmi Pimpin PTBA

RUPST mengangkat Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama PTBA menggantikan Arsal Ismail yang memimpin perusahaan sejak Desember 2021.

Sebelum menerima amanah baru tersebut, Bambang menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PTBA. Dengan perubahan ini, posisi Komisaris Utama kini diisi oleh Ida Bagus Putu Dunia.

Tidak hanya mengganti direktur utama, pemegang saham juga merombak beberapa posisi strategis lainnya. PTBA menunjuk Hennita Sitepu sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi menggantikan Ihsanuddin Usman.

Selanjutnya, perusahaan mengangkat Mochammad Rifqi Hari Muji sebagai Direktur Komersial dan Supply Chain menggantikan Verisca Hutanto.

Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

Mulai 11 Juni 2026, susunan pengurus PTBA terdiri dari:

Dewan Komisaris

1. Komisaris Utama: Ida Bagus Putu Dunia

2. Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni

3. Komisaris Independen: Suko Hartono

Baca Juga :  BI Rate Naik Bikin IHSG Goyang, Saham PTBA Cs Jadi Sorotan

4. Komisaris: Dalu Agung Darmawan

5. Komisaris: Zaelani

6. Komisaris: Ferial Martifauzi

7. Komisaris: Lana Saria

Dewan Direksi

1. Direktur Utama: Bambang Ismawan

2. Direktur Operasi dan Produksi: Ilham Yacob

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Una Lindasari

4. Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Hennita Sitepu

5. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto

6. Direktur Komersial dan Supply Chain: Mochammad Rifqi Hari Muji

Pemegang Saham Setujui Dividen Rp1,32 Triliun

Dalam agenda yang sama, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,93 triliun.

PTBA akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun atau setara 45 persen dari laba bersih tahun 2025. Sementara itu, perusahaan mengalokasikan Rp1,61 triliun atau 55 persen sisanya sebagai laba ditahan.

Manajemen menyiapkan dana laba ditahan tersebut untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat struktur permodalan, serta menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di masa mendatang.

Kinerja PTBA Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun. Penjualan domestik memberikan kontribusi 54 persen terhadap total pendapatan, sedangkan pasar ekspor menyumbang 46 persen.

Lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor PTBA meliputi Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina. Permintaan dari pasar internasional tersebut tetap menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan.

Dari sisi keuangan, total aset PTBA mencapai Rp43,92 triliun per 31 Desember 2025. Angka itu meningkat sekitar 5 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp41,79 triliun.

Kenaikan aset terutama berasal dari pertumbuhan aset tidak lancar yang bertambah sekitar Rp3,12 triliun atau 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat

Fokus Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola

Selain membahas kinerja keuangan, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya. Pemegang saham menyepakati penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 serta memberikan kewenangan terkait persetujuan RJPP 2026–2030 dan RKAP 2027 sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, PTBA juga menyesuaikan Anggaran Dasar Perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Langkah tersebut bertujuan mendukung kebutuhan bisnis, mengikuti perkembangan regulasi, dan memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik.

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menegaskan bahwa seluruh keputusan RUPST mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan usaha.

“Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eko.

FAQ

Siapa Direktur Utama PTBA yang baru?

Bambang Ismawan resmi menjabat Direktur Utama PTBA setelah RUPST Tahun Buku 2025.

Berapa dividen yang dibagikan PTBA?

PTBA membagikan dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun atau 45 persen dari laba bersih 2025.

Berapa laba bersih PTBA pada 2025?

Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp2,93 triliun sepanjang tahun 2025.

Berapa pendapatan PTBA pada 2025?

PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun.

Apa fokus bisnis PTBA ke depan?

PTBA akan memperkuat hilirisasi batu bara, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan bisnis berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.(Tim)

Berita Terkait

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim
Gen Auto Care Resmi Hadir di Sungai Penuh, Alfin Sebut Usaha Baru Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga
Kopi Kerinci Tembus Pasar Pakistan, PT Alko Kantongi Peluang Dagang Rp18 Miliar dan Bidik Ekspor 190 Ton
KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001
Bank Mulai Serahkan Layanan ke AI, OJK Sebut Hampir 40 Persen Interaksi Nasabah Kini Ditangani Mesin Pintar
GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun
BGN Ubah Arah, Nasib 21 Ribu Motor Listrik Rp 1 Triliun Diputuskan, Fokus Baru Efisiensi Anggaran 2026
Padang Genjot 8 Pasar Satelit Jadi Pusat Ekonomi Modern, Dua Sudah Berstandar SNI dan Tanah Kongsi Disiapkan Jadi Heritage Kuliner
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:24 WIB

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:19 WIB

Gen Auto Care Resmi Hadir di Sungai Penuh, Alfin Sebut Usaha Baru Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:47 WIB

Kopi Kerinci Tembus Pasar Pakistan, PT Alko Kantongi Peluang Dagang Rp18 Miliar dan Bidik Ekspor 190 Ton

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:00 WIB

KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:00 WIB

Bank Mulai Serahkan Layanan ke AI, OJK Sebut Hampir 40 Persen Interaksi Nasabah Kini Ditangani Mesin Pintar

Berita Terbaru