Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank Rakyat Indonesia) kembali tertekan pada perdagangan terbaru. Harga saham BBRI turun 80 poin atau 2,61 persen ke level Rp2.990 per saham pada 30 April pukul 16.14 WIB. Tekanan jual ini membawa pergerakan harian saham BRI bergerak di rentang Rp2.980 hingga Rp3.060.

Investor kini mencermati arah pergerakan saham bank pelat merah tersebut di tengah fluktuasi pasar keuangan dan sentimen sektor perbankan.

Tekanan Jual Dorong Saham ke Level Terendah Harian

Saham BBRI dibuka di level Rp3.050 sebelum bergerak volatil sepanjang sesi perdagangan. Harga sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp3.060, lalu melemah hingga menyentuh titik terendah di Rp2.980.

Penurunan ini juga membawa harga saham BBRI mendekati batas bawah dalam rentang 52 minggu yang berada di level Rp2.980 hingga Rp4.450. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan yang cukup kuat pada saham perbankan besar di tengah dinamika pasar modal domestik.

Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh Dua Digit

Di sisi fundamental, BRI masih mencatat pertumbuhan kinerja yang solid. Pendapatan pada kuartal IV tercatat mencapai Rp37,62 triliun atau tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan (year on year).

Baca Juga :  ITMG Tebar Dividen Jumbo US$64,54 Juta, Total Tembus US$115 Juta

Perusahaan juga mencatatkan peningkatan laba dan efisiensi operasional yang tetap terjaga. Laba per saham (EPS) tercatat melampaui ekspektasi pasar dengan kenaikan tipis sekitar 0,16 persen.

Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas bisnis BRI tetap kuat, terutama dari segmen mikro dan UMKM yang menjadi tulang punggung kredit perusahaan.

Valuasi Menarik dengan Dividen Tinggi

Dari sisi valuasi, saham BBRI mencatat rasio harga terhadap laba (P/E ratio) di level 7,95. Angka ini menempatkan saham BRI pada kategori valuasi relatif murah dibandingkan rata-rata sektor perbankan.

Selain itu, BRI menawarkan imbal hasil dividen sebesar 11,57 persen, salah satu yang tertinggi di sektor keuangan. Data ini menarik perhatian investor jangka panjang yang mencari pendapatan pasif dari dividen.

Perusahaan juga mencatat nilai dividen triwulanan sekitar 86,49, yang memperkuat daya tarik saham ini di mata investor institusi maupun ritel.

Kapitalisasi Pasar Masih Kuat di Atas Rp400 Triliun

Meskipun harga saham melemah, kapitalisasi pasar BRI masih bertahan kuat di level Rp448,63 triliun. Angka ini menempatkan BRI sebagai salah satu emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga :  Lo Kheng Hong Lepas Saham SIMP, Cuan Tembus 100 Persen Lebih

Stabilitas fundamental tersebut juga tercermin dari pertumbuhan kredit bruto yang terus meningkat, dengan total penyaluran mencapai Rp1.497,27 triliun.

Sentimen Pasar dan Pergerakan Saham Bank Besar

Selain BRI, saham bank besar lain seperti Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga ikut bergerak fluktuatif mengikuti arah pasar IHSG.

Investor kini menunggu katalis baru dari laporan keuangan lanjutan, arah suku bunga, serta kebijakan makroekonomi yang dapat mempengaruhi sektor perbankan.

Kesimpulan: Investor Tunggu Momentum Rebound

Tekanan jangka pendek pada saham BRI tidak mengubah pandangan jangka panjang terhadap fundamental perusahaan. Investor tetap memantau potensi rebound, terutama jika sentimen pasar membaik dan arus dana asing kembali masuk ke sektor perbankan.

Dengan fundamental kuat, dividen tinggi, serta posisi dominan di sektor mikro, saham BRI masih menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar di tengah volatilitas bursa.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India
BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid
BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik
BBNI Terkoreksi 2,11% ke Rp3.720, Investor Pantau Tekanan Saham Perbankan
PYFA Gelar Rights Issue Rp5,7 Triliun, Upaya Pulihkan Kinerja di Tengah Kerugian 3 Tahun
CDIA Suntik Rp 240 Miliar ke Anak Usaha Petrosea, Ambil 49% Saham PSS
IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Waspadai Sentimen Global
Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Investor, Pasar Modal RI Makin Tangguh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WIB

Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:30 WIB

BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:30 WIB

BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:30 WIB

BBNI Terkoreksi 2,11% ke Rp3.720, Investor Pantau Tekanan Saham Perbankan

Berita Terbaru