Padang Genjot 8 Pasar Satelit Jadi Pusat Ekonomi Modern, Dua Sudah Berstandar SNI dan Tanah Kongsi Disiapkan Jadi Heritage Kuliner

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Pemerintah Kota Padang terus mempercepat penguatan delapan pasar satelit agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing. Pemerintah kota mendorong program ini melalui peningkatan fasilitas, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pengembangan potensi khas di setiap kawasan pasar.

Langkah tersebut muncul karena kebutuhan masyarakat terhadap pasar yang lebih bersih, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih luas terus meningkat. Oleh karena itu, pemerintah kota tidak hanya membenahi infrastruktur, tetapi juga mengarahkan pasar agar memiliki identitas ekonomi yang jelas dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, Jumat (12/6/2026), menegaskan bahwa pemerintah kota telah mengidentifikasi delapan pasar satelit di berbagai wilayah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyelesaikan peningkatan standar pada dua pasar, sementara tim teknis kini melanjutkan proses peningkatan pada pasar lainnya.

“Saat ini Kota Padang memiliki delapan pasar satelit. Dua di antaranya sudah berstandar SNI, yaitu Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi. Tahun ini kami mempersiapkan Pasar Ulak Karang menjadi pasar SNI sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pasar,” ujarnya.

DUA PASAR SUDAH BERSTANDAR SNI, PEMERINTAH LANJUTKAN PERLUASAN PROGRAM

Pemkot Padang mencatat hasil nyata melalui Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi yang sudah memenuhi standar SNI. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas pengelolaan pasar sekaligus perubahan sistem layanan yang lebih terstruktur.

Selanjutnya, pemerintah kota menargetkan Pasar Ulak Karang sebagai pasar berikutnya yang akan memenuhi standar SNI pada tahun ini. Tim teknis Dinas Perdagangan bersama pihak kecamatan mulai memetakan kebutuhan secara detail, mulai dari penataan kios, peningkatan kebersihan, hingga perbaikan akses pengunjung.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Didi Aryadi Cek ASN Padang, Pelayanan Tetap Jalan Lancar

Selain itu, pemerintah kota juga memperkuat komunikasi dengan pedagang agar proses peningkatan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas jual beli harian.

PEMKOT PADANG KEMBANGKAN PASAR BERBASIS KAWASAN TEMATIK

Pemerintah Kota Padang tidak hanya fokus pada standar fisik, tetapi juga mengubah arah pengembangan pasar satelit menjadi kawasan ekonomi tematik. Setiap pasar kini diarahkan memiliki karakter ekonomi yang berbeda agar tidak terjadi persaingan langsung antarwilayah.

Sebagai contoh, pemerintah kota mengembangkan Pasar Tanah Kongsi sebagai kawasan heritage yang mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal. Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaku usaha untuk memperkuat sektor kuliner, kopi lokal, serta produk nonbahan pokok yang memiliki nilai tambah tinggi.

Melalui strategi ini, pemerintah kota berharap setiap pasar satelit mampu saling melengkapi dan membentuk ekosistem ekonomi yang lebih kuat di tingkat kota.

PEMERINTAH PERKUAT INFRASTRUKTUR DAN KENYAMANAN PASAR

Selain pengembangan konsep, pemerintah kota juga mempercepat perbaikan infrastruktur pasar. Dinas terkait memperbaiki akses jalan, memperluas area parkir, meningkatkan sistem drainase, serta memperkuat pengelolaan sampah di seluruh kawasan pasar satelit.

Di sisi lain, pemerintah kota juga mulai mendorong digitalisasi layanan pasar, termasuk sistem retribusi dan pendataan pedagang. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi, mempercepat layanan, serta mengurangi potensi kebocoran data dan retribusi.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah ingin mengubah pasar satelit menjadi ruang transaksi yang lebih nyaman sekaligus ruang interaksi sosial yang lebih tertata.

DAMPAK LANGSUNG UNTUK PEDAGANG DAN UMKM

Program pengembangan pasar satelit memberikan dampak langsung kepada pedagang kecil. Ketika fasilitas pasar meningkat, jumlah pengunjung juga ikut naik, sehingga peluang peningkatan omzet pedagang semakin terbuka.

Baca Juga :  Harga Telur Tak Kunjung Naik, BGN Ultimatum SPPG Belanja Langsung ke Peternak

Selain itu, konsep pasar tematik seperti di Tanah Kongsi membuka ruang baru bagi UMKM lokal. Pelaku usaha kuliner, kopi, dan kerajinan kini memiliki tempat promosi yang lebih kuat karena pasar bertransformasi menjadi destinasi ekonomi kreatif, bukan hanya tempat jual beli kebutuhan pokok.

TANTANGAN PENGEMBANGAN DAN KONSISTENSI KEBIJAKAN

Meski program berjalan bertahap, pemerintah kota masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi pengelolaan. Pemerintah perlu memastikan seluruh pemangku kepentingan menjalankan standar yang sama agar kualitas pasar tetap terjaga.

Selain itu, perubahan dari pasar tradisional menuju pasar modern membutuhkan proses adaptasi sosial yang tidak terjadi secara instan. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi secara berkala.

FAQ

1. Berapa jumlah pasar satelit di Kota Padang?

Kota Padang memiliki delapan pasar satelit yang tersebar di berbagai wilayah.

2. Pasar mana saja yang sudah berstandar SNI?

Dua pasar yang sudah memenuhi standar SNI adalah Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi.

3. Pasar mana yang akan menyusul standar SNI?

Pemerintah Kota Padang menargetkan Pasar Ulak Karang untuk segera memenuhi standar SNI pada tahun ini.

4. Apa konsep pengembangan Pasar Tanah Kongsi?

Pemerintah kota mengembangkan Pasar Tanah Kongsi sebagai kawasan heritage dengan fokus pada kuliner, kopi, dan produk non bahan pokok.

5. Apa tujuan utama pengembangan pasar satelit ini?

Pemerintah ingin meningkatkan kualitas pasar, memperkuat ekonomi lokal, dan membangun pasar yang lebih modern, bersih, serta berdaya saing tinggi.(Tim)

Berita Terkait

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim
Gen Auto Care Resmi Hadir di Sungai Penuh, Alfin Sebut Usaha Baru Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga
Kopi Kerinci Tembus Pasar Pakistan, PT Alko Kantongi Peluang Dagang Rp18 Miliar dan Bidik Ekspor 190 Ton
KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001
Bank Mulai Serahkan Layanan ke AI, OJK Sebut Hampir 40 Persen Interaksi Nasabah Kini Ditangani Mesin Pintar
BGN Ubah Arah, Nasib 21 Ribu Motor Listrik Rp 1 Triliun Diputuskan, Fokus Baru Efisiensi Anggaran 2026
Pemprov Sumbar Dorong UMKM Naik Kelas, PNM Kucurkan Rp12,6 Triliun dan Perkuat Ekonomi Keluarga
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:24 WIB

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:19 WIB

Gen Auto Care Resmi Hadir di Sungai Penuh, Alfin Sebut Usaha Baru Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:47 WIB

Kopi Kerinci Tembus Pasar Pakistan, PT Alko Kantongi Peluang Dagang Rp18 Miliar dan Bidik Ekspor 190 Ton

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:00 WIB

KPBN Pasang ‘Benteng’ Antisuap, Vendor dan Mitra Bisnis Kini Diajak Terapkan Standar ISO 37001

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:00 WIB

Bank Mulai Serahkan Layanan ke AI, OJK Sebut Hampir 40 Persen Interaksi Nasabah Kini Ditangani Mesin Pintar

Berita Terbaru