SPBU Swasta Beli Solar Pertamina, Pasokan ULSD Mulai Mengalir di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perubahan Skema Pasokan BBM Diesel

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mulai mendorong pengurangan impor solar dengan mengarahkan badan usaha swasta untuk membeli langsung dari Pertamina. Kebijakan ini berjalan sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Dalam perkembangan terbaru, pemerintah memastikan sudah ada SPBU swasta yang melakukan pembelian solar dari Pertamina. Produk yang dipasok bukan solar biasa, melainkan Ultra Low Sulphur Diesel (ULSD) yang memiliki kadar sulfur lebih rendah dan lebih ramah lingkungan.

SPBU Swasta Lakukan Pembelian Perdana

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyampaikan bahwa transaksi antara Pertamina dan SPBU swasta sudah terjadi dan berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa badan usaha swasta tersebut telah memesan dalam jumlah besar.

Roberth menjelaskan, volume pembelian mencapai sekitar 50 MB atau setara dengan 7.960 kiloliter ULSD. Ia juga memastikan proses transaksi sudah selesai dan distribusi mulai berjalan sesuai jadwal.

“SPBU swasta sudah melakukan pemesanan ULSD ke Pertamina. Transaksi ini sudah kami selesaikan dan produk siap untuk disalurkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, distribusi solar tersebut sudah dapat digunakan untuk kebutuhan operasional SPBU mulai awal Mei 2026, dengan estimasi penjualan berlangsung pada 8 hingga 9 Mei 2026.

Baca Juga :  Harga Biodiesel Mei 2026 Naik ke Rp 14.917 per Liter, ESDM Rilis HIP Terbaru

Langkah Strategis Tekan Impor Solar

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan pengurangan impor solar secara bertahap. Dengan kebijakan ini, SPBU swasta tidak lagi bergantung pada impor mandiri, tetapi mulai terhubung dengan pasokan domestik dari Pertamina.

Skema ini juga bertujuan menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan solar di dalam negeri. Pemerintah menilai kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem energi nasional sekaligus mengurangi tekanan neraca perdagangan akibat impor BBM.

Shell Kembali Jual Diesel di Indonesia

Di sisi lain, Shell Indonesia mulai kembali mengaktifkan penjualan BBM diesel di sejumlah SPBU. Perusahaan energi global tersebut menghadirkan kembali produk Shell V-Power Diesel secara bertahap di beberapa wilayah Indonesia.

Shell mengumumkan bahwa produk tersebut sudah tersedia di 33 SPBU, terutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung. Langkah ini menandai pemulihan distribusi setelah sebelumnya beberapa produk mengalami keterbatasan pasokan.

Harga dan Ketersediaan Produk Shell

Shell menetapkan harga Shell V-Power Diesel sebesar Rp30.890 per liter. Meski demikian, perusahaan belum kembali mengaktifkan seluruh lini produknya. Beberapa varian seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia di pasar.

Baca Juga :  Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Shell menegaskan bahwa layanan lain seperti Shell Select, deli2go, bengkel SPBU, hingga Shell Recharge tetap berjalan normal di seluruh jaringan yang beroperasi.

Dampak ke Pasar Energi Nasional

Masuknya SPBU swasta dalam skema pembelian solar dari Pertamina berpotensi mengubah dinamika distribusi BBM di Indonesia. Model ini membuka peluang integrasi pasokan yang lebih terpusat, sekaligus memperkuat kontrol kualitas bahan bakar melalui standar ULSD.

Di sisi lain, kembalinya penjualan diesel oleh SPBU swasta seperti Shell memberi sinyal bahwa pasar BBM masih bergerak dinamis. Kompetisi tetap berjalan, tetapi dengan pola distribusi yang lebih terkoordinasi bersama BUMN energi.

Kesimpulan

Langkah SPBU swasta yang mulai membeli solar dari Pertamina menandai babak baru dalam pengelolaan distribusi BBM nasional. Pemerintah mendorong kebijakan ini untuk mengurangi impor, memperkuat pasokan domestik, dan menjaga stabilitas energi.

Sementara itu, kembalinya penjualan diesel oleh SPBU swasta menunjukkan bahwa pasar energi Indonesia tetap terbuka, namun kini bergerak dalam kerangka kerja sama yang lebih terstruktur antara pemerintah, Pertamina, dan pelaku usaha swasta.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU
Danantara Siapkan Denera IPO di BEI, Proyek Waste to Energy Tembus Rp 87 Triliun
Harga BBM 12 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter, Solar Subsidi Tidak Berubah
Freeport Setor Rp75 Triliun ke Negara, Ini Rincian Pembagian ke Pusat dan Daerah
Harga Batu Bara Menguat Tipis, India dan China Jadi Penopang
Harga BBM 8 Mei 2026 Stabil di Subsidi, Diesel Non-Subsidi Masih Tinggi
Pertamina dan EOG Resources Perkuat Kerja Sama, Bidik Peningkatan Produksi Migas Nasional
Harga Biodiesel Mei 2026 Naik ke Rp 14.917 per Liter, ESDM Rilis HIP Terbaru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:00 WIB

Danantara Siapkan Denera IPO di BEI, Proyek Waste to Energy Tembus Rp 87 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00 WIB

SPBU Swasta Beli Solar Pertamina, Pasokan ULSD Mulai Mengalir di Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 12 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter, Solar Subsidi Tidak Berubah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

Freeport Setor Rp75 Triliun ke Negara, Ini Rincian Pembagian ke Pusat dan Daerah

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

UMKM Beralih Kanal Penjualan, E-Commerce Indonesia Tetap Tumbuh Stabil

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB

Oplus_0

Market

Rama Indonesia Kuasai DPUM Usai Akuisisi Saham PPI

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:00 WIB