JAKARTA – PT Pertamina (Persero) membuka peluang kerja sama lebih luas bersama perusahaan migas asal Amerika Serikat, EOG Resources. Kedua perusahaan membahas pengembangan teknologi untuk mengoptimalkan produksi minyak dan gas nasional dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (6/5/2026).
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, memimpin pembahasan bersama jajaran EOG Resources, Joe Korenek dan Jonathan Chung. Kedua pihak mengarahkan diskusi pada penguatan teknologi pengeboran dan pengembangan reservoir non-konvensional yang memiliki potensi besar di Indonesia.
Fokus Pengembangan Reservoir Non-Konvensional
Pertamina menargetkan peningkatan produksi dari lapangan eksisting dan perluasan eksplorasi reservoir non-konvensional. Oki Muraza menegaskan perusahaan terus memperkuat kemampuan teknis dan penguasaan teknologi agar produksi migas meningkat secara berkelanjutan.
Oki Muraza menyampaikan bahwa Pertamina mengarahkan strategi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, dan pemanfaatan metode pengeboran modern.
“Pertamina mendorong pengembangan lapangan eksisting dan reservoir non-konvensional. Kami memperkuat kapasitas teknis, pengetahuan, dan penguasaan teknologi untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan,” kata Oki Muraza.
EOG Resources Bawa Teknologi Shale dan Tight Reservoir
EOG Resources membawa pengalaman panjang dalam pengembangan shale dan tight reservoir di berbagai negara. Perusahaan tersebut mengembangkan metode produksi berbasis teknologi pengeboran horizontal, hydraulic fracturing multi tahap, dan optimasi desain rekahan batuan.
Pertamina melihat pendekatan tersebut sebagai peluang untuk mempercepat produksi dari sumber daya migas yang selama ini belum tergarap maksimal di Indonesia. Teknologi tersebut membuka ruang peningkatan recovery factor dari sumur-sumur berkarakter kompleks.
Dorongan Regulasi dan Iklim Investasi Migas
Pertemuan kedua pihak juga membahas arah kebijakan pemerintah Indonesia terkait migas non-konvensional. Pemerintah menyiapkan langkah regulasi baru untuk mempercepat investasi dan penerapan teknologi di sektor hulu migas.
Pertamina menilai kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam menarik investor global serta mempercepat implementasi teknologi pengeboran modern di lapangan migas Indonesia.
Strategi Ketahanan Energi Nasional
Pertamina menempatkan kerja sama ini dalam strategi besar ketahanan energi nasional. Perusahaan berupaya menjaga pasokan energi di tengah peningkatan konsumsi domestik yang terus naik setiap tahun.
Kolaborasi dengan EOG Resources membuka peluang peningkatan produksi migas sekaligus mempercepat transformasi teknologi di sektor hulu. Pertamina juga menyiapkan langkah integrasi inovasi untuk mendukung efisiensi produksi dan pengurangan emisi karbon.
Komitmen Transformasi Energi Berkelanjutan
Pertamina terus mengarahkan transformasi energi berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui efisiensi operasi dan adopsi teknologi rendah emisi.
Kerja sama dengan EOG Resources memperkuat posisi Pertamina dalam menghadapi tantangan energi global sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan produksi migas nasional berbasis teknologi tinggi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









