Pertamina dan EOG Resources Perkuat Kerja Sama, Bidik Peningkatan Produksi Migas Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) membuka peluang kerja sama lebih luas bersama perusahaan migas asal Amerika Serikat, EOG Resources. Kedua perusahaan membahas pengembangan teknologi untuk mengoptimalkan produksi minyak dan gas nasional dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (6/5/2026).

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, memimpin pembahasan bersama jajaran EOG Resources, Joe Korenek dan Jonathan Chung. Kedua pihak mengarahkan diskusi pada penguatan teknologi pengeboran dan pengembangan reservoir non-konvensional yang memiliki potensi besar di Indonesia.

Fokus Pengembangan Reservoir Non-Konvensional

Pertamina menargetkan peningkatan produksi dari lapangan eksisting dan perluasan eksplorasi reservoir non-konvensional. Oki Muraza menegaskan perusahaan terus memperkuat kemampuan teknis dan penguasaan teknologi agar produksi migas meningkat secara berkelanjutan.

Oki Muraza menyampaikan bahwa Pertamina mengarahkan strategi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, dan pemanfaatan metode pengeboran modern.

“Pertamina mendorong pengembangan lapangan eksisting dan reservoir non-konvensional. Kami memperkuat kapasitas teknis, pengetahuan, dan penguasaan teknologi untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan,” kata Oki Muraza.

Baca Juga :  Uji Coba B50 Tembus 40.000 Km, Mesin Aman dan Emisi Lebih Bersih

EOG Resources Bawa Teknologi Shale dan Tight Reservoir

EOG Resources membawa pengalaman panjang dalam pengembangan shale dan tight reservoir di berbagai negara. Perusahaan tersebut mengembangkan metode produksi berbasis teknologi pengeboran horizontal, hydraulic fracturing multi tahap, dan optimasi desain rekahan batuan.

Pertamina melihat pendekatan tersebut sebagai peluang untuk mempercepat produksi dari sumber daya migas yang selama ini belum tergarap maksimal di Indonesia. Teknologi tersebut membuka ruang peningkatan recovery factor dari sumur-sumur berkarakter kompleks.

Dorongan Regulasi dan Iklim Investasi Migas

Pertemuan kedua pihak juga membahas arah kebijakan pemerintah Indonesia terkait migas non-konvensional. Pemerintah menyiapkan langkah regulasi baru untuk mempercepat investasi dan penerapan teknologi di sektor hulu migas.

Pertamina menilai kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam menarik investor global serta mempercepat implementasi teknologi pengeboran modern di lapangan migas Indonesia.

Baca Juga :  Potensi Energi Hijau RI Besar, Tapi Terkendala Jarak dan Infrastruktur

Strategi Ketahanan Energi Nasional

Pertamina menempatkan kerja sama ini dalam strategi besar ketahanan energi nasional. Perusahaan berupaya menjaga pasokan energi di tengah peningkatan konsumsi domestik yang terus naik setiap tahun.

Kolaborasi dengan EOG Resources membuka peluang peningkatan produksi migas sekaligus mempercepat transformasi teknologi di sektor hulu. Pertamina juga menyiapkan langkah integrasi inovasi untuk mendukung efisiensi produksi dan pengurangan emisi karbon.

Komitmen Transformasi Energi Berkelanjutan

Pertamina terus mengarahkan transformasi energi berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui efisiensi operasi dan adopsi teknologi rendah emisi.

Kerja sama dengan EOG Resources memperkuat posisi Pertamina dalam menghadapi tantangan energi global sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan produksi migas nasional berbasis teknologi tinggi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Prabowo Siapkan Peluncuran BBM B50, Seluruh SPBU Masuki Era Biodiesel Baru Mulai Juli
Harga LNG Anjlok hingga 43 Persen, Pertamina Langsung Tancap Gas Jalankan Aturan Baru Pemerintah
Harga BBM Pertamina Mulai 1 Juli 2026 Berubah, Pertamax Turbo hingga Dexlite Turun Drastis
PLN Satukan Dua Anak Usaha, Strategi Baru Pangkas Birokrasi dan Perkuat Bisnis Tanpa Sentuh Nasib Karyawan
Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun Resmi Masuk Komisaris Pertamina, Ini Susunan Lengkap Pengurus Terbaru
Bahlil Bongkar Kejanggalan Batu Bara PLN, Baru Juni Stok Sudah Menipis hingga Tinggal 13 Juta Ton
Tarif Listrik Perusahaan di Merangin Melesat 417 Persen, Pemkab Ungkap Penyebabnya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prabowo Siapkan Peluncuran BBM B50, Seluruh SPBU Masuki Era Biodiesel Baru Mulai Juli

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:04 WIB

Harga LNG Anjlok hingga 43 Persen, Pertamina Langsung Tancap Gas Jalankan Aturan Baru Pemerintah

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Pertamina Mulai 1 Juli 2026 Berubah, Pertamax Turbo hingga Dexlite Turun Drastis

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:37 WIB

PLN Satukan Dua Anak Usaha, Strategi Baru Pangkas Birokrasi dan Perkuat Bisnis Tanpa Sentuh Nasib Karyawan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun Resmi Masuk Komisaris Pertamina, Ini Susunan Lengkap Pengurus Terbaru

Berita Terbaru