Harga BBM RON 92 Berpotensi Naik, Bahlil Lahadalia Buka Opsi Penyesuaian

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah membuka peluang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 setelah menahan tarifnya sejak Maret 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa penyesuaian harga tetap memungkinkan mengikuti kondisi pasar.

Ia menegaskan sudah berkomunikasi langsung dengan para pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk perusahaan swasta. Menurut dia, seluruh pelaku usaha memahami situasi ekonomi dan dinamika harga energi global.

“Kalau memang harus dilakukan penyesuaian, saya rasa tidak ada masalah,” ujar Bahlil saat memberikan keterangan pada Sabtu (2/5/2026).

Komunikasi dengan Pelaku Usaha

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan operator SPBU. Ia menilai para pelaku usaha memiliki pertimbangan bisnis sekaligus kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

Ia menyebut keputusan kenaikan harga tidak hanya mempertimbangkan aspek keuntungan, tetapi juga daya beli masyarakat. Namun, ia tidak menutup kemungkinan penyesuaian jika kondisi pasar menuntut.

Menurut Bahlil, mekanisme harga BBM nonsubsidi memang mengikuti harga pasar. Pemerintah telah menetapkan aturan tersebut melalui kebijakan kementerian sejak 2022.

Baca Juga :  IHSG 8 Mei 2026 Stabil di Zona Hijau, Saham Bank Jadi Penopang Utama

Mengacu Harga Pasar

Bahlil menegaskan bahwa BBM nonsubsidi, termasuk RON 92, harus mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Ia mengatakan sektor industri sudah lama menggunakan skema tersebut.

“Untuk BBM umum, harga harus mengikuti pasar. Itu sudah menjadi aturan,” kata dia.

Dengan skema itu, perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat harga minyak mentah global mengalami kenaikan signifikan.

Harga RON 92 Masih Tertahan

Sejak Maret 2026, harga BBM RON 92 belum mengalami perubahan. Sejumlah operator SPBU masih mempertahankan harga di kisaran Rp 12.300 hingga Rp 12.390 per liter.

SPBU Pertamina, misalnya, masih menjual Pertamax di harga Rp 12.300 per liter. Sementara itu, SPBU swasta seperti VIVO dan BP juga mempertahankan harga RON 92 di angka Rp 12.390 per liter.

Kondisi ini berbeda dengan BBM nonsubsidi lainnya yang sudah mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.

BBM Nonsubsidi Lain Sudah Naik

Sejumlah jenis BBM nonsubsidi menunjukkan lonjakan harga signifikan. BBM diesel di beberapa SPBU bahkan mengalami kenaikan drastis.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Mulai 1 Juli 2026 Berubah, Pertamax Turbo hingga Dexlite Turun Drastis

VIVO menaikkan harga Diesel Primus dari Rp 14.610 menjadi Rp 30.890 per liter. BP juga menaikkan Ultimate Diesel ke angka yang sama, yaitu Rp 30.890 per liter.

Di sisi lain, Pertamina telah lebih dulu menyesuaikan harga produk BBM nonsubsidi lainnya. Pertamax Turbo kini mencapai Rp 19.400 per liter, Dexlite Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp 23.900 per liter.

Kenaikan ini mencerminkan tekanan harga energi global yang terus meningkat.

Potensi Dampak ke Masyarakat

Jika pemerintah dan operator SPBU memutuskan menaikkan harga RON 92, masyarakat pengguna kendaraan pribadi akan merasakan dampak langsung. BBM jenis ini menjadi pilihan utama bagi banyak kendaraan karena kualitasnya yang lebih baik dibandingkan BBM bersubsidi.

Namun, pemerintah tetap mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat sebelum mengambil keputusan akhir.

Untuk saat ini, harga RON 92 masih bertahan. Meski begitu, sinyal dari pemerintah menunjukkan bahwa kenaikan hanya tinggal menunggu waktu jika tekanan pasar terus berlanjut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:37 WIB

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Berita Terbaru