Harga Biodiesel Mei 2026 Naik ke Rp 14.917 per Liter, ESDM Rilis HIP Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kenaikan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel untuk Mei 2026. Pemerintah mematok harga biodiesel menjadi Rp 14.917 per liter, naik dari periode April 2026 yang berada di level Rp 14.262 per liter.

Kenaikan harga ini mengikuti pergerakan harga bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta variabel biaya lain yang masuk dalam formula penetapan HIP biodiesel nasional.

ESDM Umumkan Harga Baru via Kanal Resmi

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun resmi mereka. Pemerintah menegaskan penetapan harga berlaku untuk periode Mei 2026 dan menjadi acuan dalam distribusi biodiesel nasional.

HIP biodiesel berfungsi sebagai dasar perhitungan harga pembelian biodiesel oleh badan usaha bahan bakar nabati sebelum masuk ke pasar distribusi.

Harga CPO Jadi Penentu Utama

Pemerintah menggunakan harga CPO sebagai komponen utama dalam perhitungan HIP biodiesel. Rata-rata harga CPO Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPB) tercatat sebesar Rp 15.695 per kilogram untuk periode 25 Maret hingga 24 April 2026.

Baca Juga :  12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global

Selain itu, pemerintah juga memasukkan komponen tambahan sebesar 85 dolar AS per metrik ton sebagai biaya konversi bahan baku menjadi biodiesel. Nilai tersebut kemudian dikonversi ke dalam satuan liter dengan faktor 870 kilogram per meter kubik.

Pemerintah memakai kurs tengah Bank Indonesia pada periode yang sama, yakni Rp 17.074 per dolar AS, dalam perhitungan akhir harga biodiesel.

Biaya Distribusi Ikut Masuk Perhitungan

Selain bahan baku dan konversi, pemerintah juga menambahkan ongkos angkut dalam formula HIP biodiesel. Ketentuan ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025 yang mengatur harga indeks pasar bahan bakar nabati.

Kombinasi seluruh komponen tersebut menghasilkan harga akhir biodiesel Mei 2026 di level Rp 14.917 per liter.

Biodiesel Masih Lebih Murah dari Solar Fosil

Meski mengalami kenaikan, harga biodiesel tetap lebih rendah dibandingkan bahan bakar diesel berbasis fosil. Selisih harga terlihat cukup jauh jika dibandingkan dengan harga solar non-subsidi di pasar.

Baca Juga :  Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal

Sebagai perbandingan, beberapa produk solar di SPBU swasta sudah menembus harga di atas Rp 30.000 per liter. Sementara produk diesel dari operator lain seperti Pertamina Dex juga berada di kisaran Rp 27.900 per liter.

Bahkan produk RON 92 di beberapa SPBU masih berada di kisaran Rp 12.390 per liter, meski jenis bahan bakarnya berbeda.

Dorong Transisi Energi dan Ketahanan Energi

Pemerintah terus mendorong penggunaan biodiesel berbasis sawit sebagai bagian dari program transisi energi nasional. Selain mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, program ini juga mendukung industri sawit domestik.

Pemerintah menilai kebijakan biodiesel berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi sektor energi di tengah fluktuasi harga minyak global.

Dengan penetapan harga terbaru ini, pelaku industri dan badan usaha kini menyesuaikan strategi distribusi dan pembelian biodiesel untuk periode Mei 2026.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru