Freeport Setor Rp75 Triliun ke Negara, Ini Rincian Pembagian ke Pusat dan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Freeport Indonesia mencatat kontribusi besar kepada negara sepanjang 2025. Perusahaan tambang ini mengalirkan total dana sekitar Rp75 triliun kepada pemerintah pusat, daerah, serta pemegang saham negara hingga akhir tahun tersebut. Setoran ini mencerminkan kinerja keuangan perusahaan sekaligus komitmen fiskal di sektor pertambangan nasional.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan perusahaan kembali menyerahkan dana sebesar Rp4,8 triliun pada 8 April 2026. Dana tersebut berasal dari bagian keuntungan bersih perusahaan yang kemudian dibagikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah di wilayah Papua Tengah.

Tony menegaskan perusahaan menjalankan seluruh kewajiban dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia juga menekankan bahwa dana yang mengalir ke negara dan daerah harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

Total kontribusi capai Rp75 triliun

Sepanjang 2025, Freeport Indonesia mengalirkan total kontribusi sekitar Rp75 triliun ke negara. Nilai ini mencakup pajak, dividen, serta pembagian keuntungan kepada pemerintah pusat dan daerah.

Dari total tersebut, perusahaan juga menyalurkan dividen kepada holding tambang nasional MIND ID⁠� sebagai pemegang saham pemerintah. Nilai dividen mencapai Rp16,9 triliun, yang masuk dalam komponen besar kontribusi Freeport kepada negara.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 1 Mei 2026 Tak Naik, Pertamax hingga Dexlite Tetap Stabil

Selain itu, pemerintah daerah juga menerima aliran dana signifikan yang memperkuat fiskal wilayah penghasil tambang di Papua Tengah.

Rincian pembagian ke pemerintah pusat dan daerah

Dalam penyaluran Rp4,8 triliun terbaru, Freeport Indonesia membagi dana ke beberapa pihak dengan struktur sebagai berikut:

Pemerintah pusat menerima sekitar Rp1,92 triliun atau 4%

Provinsi Papua Tengah memperoleh sekitar Rp720,5 miliar atau 1,5%

Kabupaten Mimika menerima sekitar Rp1,2 triliun atau 2,5%

Selain itu, perusahaan juga menyalurkan dana ke tujuh kabupaten lain di Papua Tengah, yaitu Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya. Masing-masing kabupaten menerima sekitar Rp137,2 miliar, sehingga total penyaluran mencapai Rp960,4 miliar atau sekitar 2%.

Tony Wenas menegaskan perusahaan terus menjaga keseimbangan antara kewajiban negara dan pembangunan daerah. Ia menyebut distribusi dana ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap wilayah operasional.

Dampak ekonomi bagi Papua Tengah

Aliran dana dalam jumlah besar ini memberi ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah daerah di Papua Tengah. Dana tersebut mendorong pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga program pemberdayaan masyarakat di wilayah penghasil tambang.

Pemerintah daerah juga memanfaatkan dana tersebut untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, serta akses ekonomi masyarakat lokal. Dengan tambahan dana dari sektor pertambangan, daerah penghasil diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  BPK Ungkap Fee Migas Rp5 Triliun Tak Berhak Diterima BUMN, SKK Migas Diminta Revisi Aturan

Produksi Freeport masih pemulihan

Di sisi operasional, Freeport Indonesia masih menjalankan tahap pemulihan produksi setelah insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Saat ini, tingkat produksi baru mencapai sekitar 40% hingga 50% dari kapasitas normal.

Perusahaan menargetkan pemulihan penuh dapat terjadi pada awal 2028. Selama masa pemulihan, Freeport tetap menjaga stabilitas operasional agar kontribusi terhadap negara tidak terganggu secara signifikan.

Komitmen sosial jangka panjang

Selain kontribusi fiskal, Freeport Indonesia juga mengalokasikan dana besar untuk program investasi sosial. Sepanjang 2025, perusahaan menggelontorkan sekitar Rp2 triliun untuk berbagai program di sekitar wilayah operasional.

Ke depan, perusahaan menyiapkan komitmen investasi sosial sekitar US$100 juta atau setara Rp1,7 triliun per tahun hingga 2041. Program ini mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tony Wenas menegaskan keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada produksi dan keuntungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang. Ia menekankan perusahaan ingin tumbuh bersama masyarakat hingga seluruh operasi tambang berakhir secara bertahap.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Batu Bara Menguat Tipis, India dan China Jadi Penopang
Kelurahan Olo: Surga Kuliner Pesisir dari Batagor Ikan hingga Kelapa Muda
KSSK Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Tenang di Awal 2026
DPRD Sungai Penuh Dukung IPAM, 50 Liter per Detik
Rupiah 8 Mei 2026 Bertahan di Kisaran Rp17.300 per Dolar AS
IHSG 8 Mei 2026 Stabil di Zona Hijau, Saham Bank Jadi Penopang Utama
Harga BBM 8 Mei 2026 Stabil di Subsidi, Diesel Non-Subsidi Masih Tinggi
Harga Emas Hari Ini 8 Mei 2026 Tembus Rekor, Antam Nyaris Rp3 Juta per Gram
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

Freeport Setor Rp75 Triliun ke Negara, Ini Rincian Pembagian ke Pusat dan Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Harga Batu Bara Menguat Tipis, India dan China Jadi Penopang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:00 WIB

Kelurahan Olo: Surga Kuliner Pesisir dari Batagor Ikan hingga Kelapa Muda

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:00 WIB

KSSK Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Tenang di Awal 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:57 WIB

DPRD Sungai Penuh Dukung IPAM, 50 Liter per Detik

Berita Terbaru