Kelurahan Olo: Surga Kuliner Pesisir dari Batagor Ikan hingga Kelapa Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, menawarkan wajah pesisir yang hidup dari aktivitas warganya. Wilayah yang langsung berbatasan dengan laut ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat ekonomi kecil yang terus berputar setiap hari.

Setiap pagi, nelayan pulang membawa hasil tangkapan laut. Ikan segar, cumi, dan hasil laut lainnya langsung berpindah tangan ke warga yang sudah menunggu untuk mengolahnya. Situasi ini menciptakan rantai ekonomi yang sederhana namun efektif, dengan laut sebagai sumber utama kehidupan.

Lurah Olo, Aidil Fitri, menyebut masyarakat di wilayahnya sangat bergantung pada laut. Ia menilai karakter wilayah pesisir membentuk pola hidup warga yang adaptif dan kreatif dalam memanfaatkan hasil laut.

Dari Ikan Segar Menjadi Kuliner Bernilai Jual

Hasil tangkapan nelayan tidak berhenti di pasar tradisional. Warga Kelurahan Olo mengolah ikan menjadi berbagai makanan siap saji yang menarik minat pembeli.

Sejumlah pelaku usaha kecil mulai mengembangkan produk seperti batagor ikan dan dimsum ikan. Kedua produk ini kini menjadi menu andalan di beberapa lapak kuliner pinggir pantai. Tekstur renyah dan rasa gurih khas ikan segar membuat produk ini cepat dikenal pengunjung.

Baca Juga :  Pemkot Padang Perketat Ritel, Dorong UMKM Lokal Kuasai Pasar

Pelaku usaha tidak menaikkan harga terlalu tinggi sehingga wisatawan maupun warga lokal tetap bisa menjangkaunya. Strategi ini membuat kuliner olahan ikan berkembang sebagai daya tarik baru di kawasan pesisir tersebut.

Kelapa Muda Jadi Ikon Santai di Tepi Pantai

Selain kuliner olahan ikan, Kelurahan Olo juga dikenal dengan deretan pedagang kelapa muda yang berjajar di sepanjang jalur Simpang Hangtuah hingga Olo Ladang. Sekitar 40 pedagang berjualan setiap hari dengan memanfaatkan lokasi strategis di tepi pantai.

Air kelapa muda menjadi minuman favorit pengunjung yang datang untuk menikmati suasana senja. Aktivitas sederhana ini justru menciptakan suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Kehadiran para pedagang kelapa muda memperkuat identitas Olo sebagai kawasan wisata kuliner berbasis masyarakat. Aktivitas ekonomi kecil ini juga menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga di wilayah tersebut.

UMKM Mulai Naik Kelas Lewat Pembinaan

Pemerintah setempat bersama instansi terkait mendorong pelaku usaha kecil agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Dua kelompok usaha, KUBE Berjaya dan KUBE Tacelak, menjadi wadah pembinaan bagi pedagang kuliner di Kelurahan Olo.

Baca Juga :  Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial

Melalui pelatihan yang rutin dilakukan, para pelaku UMKM mendapat pendampingan dalam hal pengemasan produk, kebersihan, hingga strategi pemasaran. Mereka juga belajar meningkatkan tampilan produk agar lebih menarik bagi konsumen yang lebih luas.

Aidil Fitri menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk lokal. Ia mendorong agar produk kuliner dari Olo tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar oleh-oleh khas daerah.

Harapan Jadi Sentra Kuliner Pesisir

Warga dan pelaku usaha di Kelurahan Olo kini memiliki harapan yang sama, yaitu menjadikan kawasan ini sebagai sentra kuliner pesisir yang lebih dikenal luas. Potensi alam yang melimpah dan kreativitas masyarakat menjadi modal utama untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan kombinasi hasil laut segar, inovasi kuliner, dan dukungan pembinaan UMKM, Kelurahan Olo terus bergerak menguatkan ekonomi lokal. Di tengah kesederhanaan kehidupan pesisir, kawasan ini menunjukkan bahwa peluang usaha bisa tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan keseharian warga.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback
Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Berita Terbaru