DPRD Sungai Penuh Dukung IPAM, 50 Liter per Detik

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M, bersama anggota DPRD Daerah Pemilihan II (Hamparan Rawang, Koto Baru, dan Pesisir Bukit), menghadiri sosialisasi dan koordinasi rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Rawang berkapasitas 50 liter per detik tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Jumat (8/5), dan membahas teknis pelaksanaan dua proyek strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, yang sekaligus memaparkan perkembangan program lanjutan normalisasi Sungai Batang Merao. Pemerintah daerah menempatkan dua agenda ini sebagai prioritas karena berkaitan langsung dengan layanan publik dan mitigasi bencana banjir.

IPAM Rawang Siap Bangun Infrastruktur Air Bersih Baru

Pemerintah Kota Sungai Penuh menargetkan pembangunan IPAM Rawang mulai 26 Mei 2026. Lokasi proyek berada di belakang SMP Negeri 4 Sungai Penuh, Kecamatan Hamparan Rawang. Proyek ini menggunakan anggaran dari APBN 2026 melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Pemerintah daerah menilai kebutuhan air bersih di wilayah Rawang dan sekitarnya terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Selama ini, sebagian masyarakat masih mengandalkan jaringan distribusi terbatas yang belum mampu memenuhi kebutuhan secara optimal.

Dengan kapasitas 50 liter per detik, IPAM ini diharapkan mampu memperluas cakupan layanan air bersih dan meningkatkan kualitas distribusi. Pemerintah daerah juga menargetkan sistem pengolahan baru ini dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang belum terkelola dengan baik.

Baca Juga :  Bank Jambi Perpanjang Jam Operasional ATM hingga 20.00 WIB, Ini Penjelasannya

Normalisasi Batang Merao Tetap Berjalan di Tengah Tantangan Lapangan

Dalam forum yang sama, Wali Kota Alfin menegaskan bahwa program normalisasi Sungai Batang Merao tetap masuk agenda prioritas, meski pemerintah pusat sempat melakukan efisiensi anggaran tahap II.

Proyek normalisasi ini mencakup sepanjang 1,68 kilometer, mulai dari Jembatan Simpang Tiga hingga batas kota di wilayah Koto Lanang. Pemerintah daerah menargetkan proyek ini mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan bantaran sungai.

Selain pengendalian banjir, pemerintah juga menilai proyek ini akan memberi dampak langsung pada sektor pertanian. Aliran sungai yang lebih tertata akan membantu sistem irigasi warga di beberapa titik yang selama ini terdampak sedimentasi dan penyempitan alur sungai.

Namun, pemerintah juga menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan. Jalur pekerjaan melintasi tujuh jembatan yang aktif digunakan warga. Tim pelaksana juga harus menangani pembongkaran sementara beberapa tembok penahan banjir yang sudah lama berdiri.

Di beberapa titik, proyek juga bersinggungan dengan kandang ternak serta kebun milik warga. Pemerintah daerah berupaya melakukan pendekatan persuasif agar proses pembangunan tidak menimbulkan konflik sosial dan tetap menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  HET Minyakita Diusulkan Naik, Pemerintah Mulai Kaji Ulang Harga

DPRD Tekankan Pengawasan dan Manfaat Nyata untuk Warga

Ketua DPRD Hutri Randa menyampaikan dukungan penuh terhadap dua proyek strategis tersebut. Ia menilai pembangunan IPAM Rawang dan normalisasi Sungai Batang Merao menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan perlindungan dari banjir.

Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan hambatan di lapangan. DPRD, kata dia, juga akan menjalankan fungsi pengawasan agar setiap tahapan pembangunan sesuai dengan aturan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Harapan Percepatan Infrastruktur dan Dampak Ekonomi Lokal

Pemerintah Kota Sungai Penuh menargetkan dua proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan air bersih yang lebih stabil dan pengurangan risiko banjir diharapkan membuka ruang aktivitas ekonomi yang lebih aman dan produktif.

Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh rencana pembangunan berjalan efektif. Pemerintah berharap masyarakat ikut mendukung proses di lapangan, terutama pada titik-titik yang terdampak langsung oleh pekerjaan konstruksi.

Dengan dua proyek strategis ini, Sungai Penuh menempatkan penguatan infrastruktur dasar sebagai fondasi pembangunan jangka panjang yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback
Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Berita Terbaru