Mahasiswa UNJA Desak Percepatan Jalan Dua Jalur Mendalo

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – Jalur utama Mendalo Darat–Simpang Sungai Duren, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, kembali menjadi sorotan publik karena kondisi jalan yang sempit dan padat kendaraan. Ruas jalan nasional ini berperan penting sebagai akses menuju kawasan pendidikan, terutama kampus Universitas Jambi (UNJA) dan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS Jambi), namun kapasitasnya tidak lagi seimbang dengan lonjakan volume kendaraan harian.

Kondisi tersebut memicu kemacetan rutin, konflik lalu lintas, hingga kecelakaan yang terus meningkat setiap tahun.

Data Kecelakaan Tiga Tahun Terakhir Capai 91 Kasus

Satuan Lalu Lintas Polres Muaro Jambi mencatat tren kecelakaan yang mengkhawatirkan di jalur tersebut. Sepanjang 2024 hingga April 2026, polisi mencatat 91 kasus kecelakaan dengan 12 korban meninggal dunia.

Rinciannya, pada 2024 terjadi 29 kecelakaan dengan lima korban jiwa. Pada 2025 jumlah kasus meningkat menjadi 44 kecelakaan dengan lima korban meninggal dunia. Sementara hingga April 2026, polisi sudah mencatat 18 kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia.

Polisi juga menemukan sekitar 80 persen korban berasal dari kalangan civitas akademika UNJA dan UIN STS Jambi yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk aktivitas perkuliahan.

Aktivitas Akademik Terganggu, Mahasiswa Desak Aksi Nyata

Kondisi jalan yang sempit dan padat kendaraan berat, termasuk angkutan batu bara, membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. Mahasiswa menilai situasi ini tidak lagi sekadar persoalan infrastruktur, tetapi sudah menyangkut keselamatan jiwa.

Baca Juga :  Dilantik Prabowo Jadi Wamenkeu, Ini Profil Juda Agung

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jambi (BEM UNJA), Rahmad Zaki, menyampaikan kritik keras terhadap lambatnya penanganan pemerintah.

“Setiap tahun korban terus bertambah, tetapi penyelesaian selalu berhenti pada alasan klasik seperti anggaran dan pembebasan lahan. Sementara mahasiswa setiap hari mempertaruhkan nyawa di jalan ini,” kata Zaki.

Ia menegaskan mahasiswa tidak ingin lagi mendengar janji tanpa kepastian realisasi di lapangan.

Mahasiswa Serahkan Kajian ke DPR RI Dapil Jambi

Sebagai bentuk tekanan, Presiden BEM UNJA bersama perwakilan mahasiswa menyerahkan langsung kajian akademis terkait kebutuhan pembangunan jalan dua jalur Mendalo–Pijoan kepada anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto.

Pertemuan itu berlangsung dalam rapat pembahasan percepatan pembangunan jalan dua jalur di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi pada Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, mahasiswa mendorong pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar wacana yang berulang setiap tahun.

“Kami berharap Pak Edi Purwanto benar-benar mengawal pembangunan jalan dua jalur Mendalo–Pijoan sampai tahap realisasi, bukan hanya berhenti sebagai wacana,” tegas Zaki.

Baca Juga :  Jalan Sungai Penuh–Tapan Dibahas, Alfin Gandeng TNKS Buka Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga

DPR RI Janjikan Pengawalan Hingga Tahap Teknis

Menanggapi desakan mahasiswa, Edi Purwanto menegaskan bahwa pembangunan jalan dua jalur Mendalo–Pijoan masuk dalam kategori kebutuhan mendesak. Ia menilai proyek tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan kawasan pendidikan di Jambi.

“Ini bukan sekadar proyek jalan. Ini soal keselamatan masyarakat dan mahasiswa. Kami akan kawal mulai dari studi kelayakan, DED, hingga dukungan anggaran dari pusat,” ujar Edi.

Ia juga meminta semua pihak memperkuat koordinasi agar proses perencanaan tidak kembali tersendat pada tahap administrasi atau teknis.

Mahasiswa Tetap Waspada, Tuntut Kepastian Bukan Janji

Meski mendapat respons dari DPR RI, mahasiswa menegaskan mereka tetap mengawasi proses tindak lanjut di lapangan. Mereka menolak sikap pemerintah yang hanya memberikan komitmen tanpa target waktu yang jelas.

Mahasiswa menilai pembangunan jalan dua jalur Mendalo–Pijoan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda, mengingat angka kecelakaan terus meningkat dan korban mayoritas berasal dari lingkungan kampus.

“Kami tidak butuh janji berulang. Kami butuh tindakan nyata yang bisa menyelamatkan nyawa,” tutup Zaki.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Registrasi Kartu SIM Baru Wajib Verifikasi Wajah, Ini Aturan dan Cara Daftarnya
Dari Puskesmas ke Pusat Kebijakan, Aflizar Akhiri Pengabdian sebagai ASN
Dana KIP Kuliah STKIP Muhammadiyah Disorot, Polres Kerinci Bongkar Dugaan Kerugian Rp845 Juta
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 26 Juni 2026, Simak Tarif Pertamax hingga Dexlite
Kesempatan Emas di Garuda Group, Lowongan D3 Semua Jurusan Dibuka hingga Juli 2026
Kader Stunting Sungai Penuh Gigit Jari, Insentif dan Paket Data Tak Kunjung Cair
Gaji ke-13 ASN Sungai Penuh Belum Cair, Pegawai Soroti Perbedaan dengan Kerinci
Modal Rp1 Juta Sudah Bisa Jadi Investor, Bank Sampoerna Buka Jalan Investasi Digital untuk Generasi Muda
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:34 WIB

Registrasi Kartu SIM Baru Wajib Verifikasi Wajah, Ini Aturan dan Cara Daftarnya

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:37 WIB

Dari Puskesmas ke Pusat Kebijakan, Aflizar Akhiri Pengabdian sebagai ASN

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:00 WIB

Dana KIP Kuliah STKIP Muhammadiyah Disorot, Polres Kerinci Bongkar Dugaan Kerugian Rp845 Juta

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:00 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 26 Juni 2026, Simak Tarif Pertamax hingga Dexlite

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:00 WIB

Kesempatan Emas di Garuda Group, Lowongan D3 Semua Jurusan Dibuka hingga Juli 2026

Berita Terbaru