JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, meminta masyarakat bersabar karena Bank Jambi mengganti kartu ATM. Sekitar 100 ribu dari 250 ribu nasabah harus mengganti kartu akibat pergantian perangkat sistem bank.
Bank hanya memiliki 9.000 kartu, sehingga penggantian dilakukan bertahap. Al Haris menegaskan layanan ATM tetap berfungsi meski sebagian nasabah menunggu kartu baru.
“Kalau diumumkan sekarang, warga akan membludak ke kantor cabang. Kami minta sabar karena Bank Jambi sedang memesan kartu tambahan,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Pengamanan Idulfitri 1447 H, Senin (16/3/2026).
Bank akan menyalurkan kartu baru ke seluruh cabang secara bertahap. Bank menggunakan laba berjalan untuk membiayai penggantian. Para pemegang saham, termasuk kepala daerah, menyetujui langkah ini. Saat ini, bank belum merencanakan pemotongan gaji atau bonus direksi terkait insiden.
Dana Hilang Rp143 M, Sebagian Masuk Kripto
Peretas mengambil Rp143 miliar dari Bank Jambi. Bank menemukan Rp19 miliar masuk kripto, dan sisanya masuk Bank Permata dan Bank Sampoerna. Pemerintah Provinsi Jambi meminta Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan menarik dana agar nasabah tidak rugi lebih besar.
Polisi Terus Selidiki Kasus
Polda Jambi memanggil 15 saksi dari direksi, pegawai, dan pihak ketiga. Polisi menunggu hasil forensik digital untuk mengungkap modus dan pelaku peretasan. Polda Jambi juga bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mempercepat penyelidikan.
“Laporan sudah dibuat. Penyelidikan terus berjalan bersama OJK dan regulator,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia.









