Rupiah Stabil di Kisaran Rp17.300 per Dolar AS, Pasar Waspadai Tekanan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak stabil pada awal pekan ini. Pasar valuta asing mencatat kurs berada di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.380 per dolar AS. Pelaku pasar memantau pergerakan ini karena tekanan global masih memengaruhi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan

Pelaku pasar valuta asing mencatat rupiah sempat bergerak menguat tipis pada sesi perdagangan pagi. Bank-bank besar di Indonesia menawarkan kurs jual di sekitar Rp17.350 per dolar AS. Sementara itu, kurs beli berada sedikit lebih rendah di kisaran Rp17.300 per dolar AS.

Trader valuta asing memanfaatkan sentimen pasar yang relatif tenang. Mereka melihat tidak ada rilis data ekonomi besar dari Amerika Serikat pada awal pekan ini. Kondisi itu membuat pergerakan rupiah lebih stabil dibandingkan pekan sebelumnya.

Dolar AS Masih Mendominasi Pergerakan Pasar

Dolar AS tetap mempertahankan posisinya sebagai mata uang acuan global. Investor global masih menempatkan dana mereka pada aset berbasis dolar ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Kebijakan suku bunga The Federal Reserve juga terus memengaruhi arah pergerakan mata uang ini.

Pelaku pasar memperhatikan sinyal kebijakan moneter Amerika Serikat. Mereka menilai setiap pernyataan pejabat The Fed dapat mengubah arah arus modal global. Kondisi ini ikut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing. Bank sentral melakukan langkah stabilisasi ketika rupiah bergerak terlalu cepat dalam satu arah. BI juga mengandalkan cadangan devisa untuk menjaga kepercayaan pasar.

Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar menjadi prioritas utama. Bank sentral mendorong koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga fundamental ekonomi tetap kuat. BI juga mengajak pelaku usaha menjaga eksposur risiko valuta asing mereka.

Faktor Global Tekan Pergerakan Rupiah

Sejumlah faktor global ikut memengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini. Harga komoditas dunia yang berfluktuasi memberi dampak pada neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, ketegangan geopolitik di beberapa kawasan juga meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

Investor global juga menilai arah ekonomi Tiongkok sebagai mitra dagang utama Indonesia. Perlambatan ekonomi di negara tersebut dapat mengurangi permintaan ekspor Indonesia. Kondisi itu berpotensi menekan rupiah dalam jangka pendek.

Pelaku Pasar Pantau Data Ekonomi Berikutnya

Pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat dan data tenaga kerja pada pekan ini. Mereka memperkirakan data tersebut akan memberi arah baru bagi kebijakan suku bunga The Fed. Jika inflasi naik lebih tinggi dari perkiraan, dolar AS berpotensi menguat lebih lanjut.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya Buka Suara

Analis pasar valuta asing menyarankan pelaku usaha untuk menjaga strategi lindung nilai. Mereka menilai volatilitas masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada sentimen global.

Prospek Rupiah dalam Jangka Pendek

Analis memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang terbatas dalam waktu dekat. Mereka menempatkan kisaran perdagangan di area Rp17.250 hingga Rp17.450 per dolar AS. Stabilitas pasar domestik dan intervensi Bank Indonesia dapat menahan pelemahan lebih dalam.

Namun, tekanan eksternal tetap menjadi faktor utama yang harus diwaspadai. Pelaku pasar perlu memantau perkembangan global secara ketat untuk mengantisipasi perubahan arah tren.

Penutup

Nilai tukar rupiah pada 11 Mei 2026 menunjukkan kondisi stabil namun tetap sensitif terhadap dinamika global. Pelaku pasar terus memantau kebijakan moneter Amerika Serikat dan faktor eksternal lainnya. Dalam situasi ini, strategi pengelolaan risiko menjadi kunci bagi pelaku usaha dan investor di pasar valuta asing.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini
Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan
Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Gunung Kerinci via Solok Selatan Patahkan Mitos 5 Hari, Enam Pendaki Tuntas dalam 30 Jam
Di Tengah Polemik Fee, Pengurus P3-TGAI Pastikan Program Irigasi Berjalan Tanpa Pungutan
IMF Ungkap Peta Utang Dunia 2026: AS Pecahkan Rekor, Posisi Indonesia Justru Bikin Lega
Kejagung Tambah Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah, NH Langsung Ditahan Tanpa Borgol
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Gunung Kerinci via Solok Selatan Patahkan Mitos 5 Hari, Enam Pendaki Tuntas dalam 30 Jam

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Di Tengah Polemik Fee, Pengurus P3-TGAI Pastikan Program Irigasi Berjalan Tanpa Pungutan

Berita Terbaru