Harga BBM 11 Mei 2026: Solar Kian Mahal, Warga Cemas, Pertamax Masih Bertahan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia tidak mengalami perubahan pada Senin, 11 Mei 2026. PT Pertamina mempertahankan harga beberapa produk utama seperti Pertalite di level Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.000 per liter.

Kondisi ini memberi sedikit kelegaan bagi masyarakat pengguna kendaraan harian. Namun, stabilnya harga BBM subsidi tidak diikuti oleh jenis nonsubsidi yang justru bergerak naik di berbagai wilayah.

BBM Nonsubsidi Tetap Tinggi, Dex dan Dexlite Ikut Naik

Produk BBM nonsubsidi dari Pertamina menunjukkan tren harga tinggi. Pertamina Dex kini dijual Rp27.900 per liter, sedangkan Dexlite di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mencapai sekitar Rp26.000 per liter.

Pertamina menyesuaikan harga BBM di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Perbedaan harga muncul karena pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di setiap daerah.

Kondisi ini langsung terasa pada sektor transportasi barang dan kendaraan bermesin diesel modern yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi.

Baca Juga :  BGN: MBG Dorong Penjualan Otomotif Indonesia

Shell Catat Lonjakan Tajam pada Solar Nonsubsidi

Kenaikan paling tajam terjadi pada SPBU swasta seperti Shell plc. Produk solar nonsubsidi Shell melonjak signifikan dari sekitar Rp14.620 per liter pada awal Maret 2026 menjadi Rp30.890 per liter pada Mei 2026.

Lonjakan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku logistik dan nelayan yang sangat bergantung pada bahan bakar solar untuk operasional harian.

Faktor Global Dorong Kenaikan Harga BBM

Tekanan harga BBM tidak lepas dari fluktuasi harga minyak mentah dunia yang terus bergerak naik sejak awal tahun. Ketegangan geopolitik internasional, gangguan rantai pasok energi, serta kebijakan pembatasan emisi di beberapa negara mempersempit pasokan bahan bakar rendah sulfur.

Selain itu, permintaan global yang meningkat ikut mendorong kenaikan harga bahan bakar di pasar domestik Indonesia.

Dampak Langsung ke Sektor Transportasi dan Usaha

Kenaikan harga BBM nonsubsidi memberi dampak langsung pada biaya operasional kendaraan niaga, transportasi logistik, hingga usaha kecil yang bergantung pada distribusi barang.

Banyak pengusaha mulai menyesuaikan tarif pengiriman untuk mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar. Sementara itu, sebagian pemilik kendaraan pribadi mulai beralih ke BBM subsidi atau mencari alternatif efisiensi konsumsi bahan bakar.

Baca Juga :  Prajurit TNI Ini Mendadak Tajir, Modal Rp5.000 Jadi Rp50 Miliar

Pertamax Tetap Bertahan di Tengah Tekanan Pasar

Di tengah lonjakan harga BBM nonsubsidi, produk Pertamax masih bertahan tanpa lonjakan ekstrem seperti solar. Kondisi ini membuat Pertamax tetap menjadi pilihan utama pengguna kendaraan bensin yang menginginkan keseimbangan antara performa dan harga.

Namun, pelaku pasar energi memperkirakan tekanan harga masih berpotensi berlanjut jika harga minyak dunia tidak menunjukkan penurunan dalam waktu dekat.

Kesimpulan: Stabilitas Subsidi, Tekanan di Sektor Nonsubsidi

Harga BBM bersubsidi tetap stabil, tetapi sektor nonsubsidi menunjukkan tekanan yang cukup kuat pada awal Mei 2026. Lonjakan paling signifikan terjadi pada solar, terutama di SPBU swasta.

Situasi ini menempatkan pemerintah dan pelaku industri energi dalam posisi penting untuk menjaga keseimbangan pasokan, harga, dan daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar global yang masih bergejolak.

Berita Terkait

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini
Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan
Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Gunung Kerinci via Solok Selatan Patahkan Mitos 5 Hari, Enam Pendaki Tuntas dalam 30 Jam
Di Tengah Polemik Fee, Pengurus P3-TGAI Pastikan Program Irigasi Berjalan Tanpa Pungutan
IMF Ungkap Peta Utang Dunia 2026: AS Pecahkan Rekor, Posisi Indonesia Justru Bikin Lega
Kejagung Tambah Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah, NH Langsung Ditahan Tanpa Borgol
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Gunung Kerinci via Solok Selatan Patahkan Mitos 5 Hari, Enam Pendaki Tuntas dalam 30 Jam

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB