Kader Stunting Sungai Penuh Gigit Jari, Insentif dan Paket Data Tak Kunjung Cair

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Program percepatan penurunan stunting di Kota Sungai Penuh terus berjalan. Namun, di balik pelaksanaan program tersebut, sejumlah Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader Posyandu mengeluhkan keterlambatan pembayaran insentif yang sudah berlangsung selama empat bulan.

Para kader tetap turun ke lapangan untuk mendampingi keluarga sasaran, memantau kondisi kesehatan ibu dan anak, serta menjalankan berbagai kegiatan pendukung program stunting. Akan tetapi, hingga memasuki akhir Juni 2026, mereka belum menerima insentif yang menjadi hak mereka.

Selain insentif, para kader juga belum memperoleh bantuan paket data internet yang selama ini mereka gunakan untuk pelaporan dan koordinasi kegiatan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan karena para kader harus terus bekerja sambil menunggu kepastian pembayaran.

Kader Pertanyakan Kepastian Pencairan

Salah seorang kader TPK mengaku kecewa dengan lambatnya pencairan insentif. Menurutnya, keterlambatan pembayaran sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

“Biasanya insentif untuk periode Januari hingga April sudah kami terima, tetapi kali ini belum cair,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa para kader terus menjalankan tugas sesuai jadwal. Mereka juga harus mengeluarkan biaya pribadi untuk mendukung sejumlah aktivitas lapangan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sungai Penuh Pindah Kantor

Karena itu, banyak kader mulai mempertanyakan kepastian pencairan insentif yang seharusnya mereka terima sejak beberapa bulan lalu.

Administrasi Rampung Sejak April

Lebih lanjut, kader tersebut menjelaskan bahwa proses administrasi sebenarnya telah selesai sejak April 2026. Saat itu, para kader sudah menandatangani Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebagai bagian dari proses pencairan insentif.

“Ya, SPJ sudah kami tandatangani pada April lalu. Sekarang sudah memasuki Juni, kami tetap harus bekerja dan menjalankan tugas di lapangan, tetapi insentif triwulan hingga kini belum juga dibayar,” bebernya dengan nada kesal.

Menurutnya, dokumen SPJ mencantumkan nilai insentif sebesar Rp120 ribu untuk setiap kader. Namun hingga saat ini, para kader belum menerima dana tersebut.

“Dalam SPJ yang kami tandatangani, nilai insentif tercantum sebesar Rp120 ribu per orang. Selain itu, kami juga belum menerima bantuan paket data internet,” jelasnya.

Kader Tetap Dukung Program Prioritas Nasional

Meski menghadapi keterlambatan pembayaran, para kader tetap mendukung program percepatan penurunan stunting yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Mereka menjalankan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting, memberikan edukasi kesehatan, serta membantu pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus Jadi Dewas PDAM Tirta Khayangan, Perbaikan Layanan Prioritas

Peran kader TPK menjadi salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan program tersebut. Oleh sebab itu, dukungan anggaran yang tepat waktu sangat penting untuk menjaga kelancaran kegiatan di lapangan.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan anggaran program tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selanjutnya, instansi terkait di daerah mengelola anggaran tersebut untuk mendukung pelaksanaan program.

Kader Harap Ada Kejelasan

Sementara itu, para kader berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait pembayaran insentif dan bantuan paket data internet. Mereka menilai kejelasan informasi sangat penting agar para kader dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang dan optimal.

Di sisi lain, keterlambatan pembayaran yang berlangsung selama empat bulan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai proses pencairan anggaran. Para kader berharap pihak terkait segera menyelesaikan persoalan tersebut sehingga program penanganan stunting dapat berjalan lebih maksimal.

Hingga berita ini terbit, pihak DP3AP2KB Kota Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan pembayaran insentif kader TPK dan bantuan paket data internet.(Tim)

Berita Terkait

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini
Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan
Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Gunung Kerinci via Solok Selatan Patahkan Mitos 5 Hari, Enam Pendaki Tuntas dalam 30 Jam
Di Tengah Polemik Fee, Pengurus P3-TGAI Pastikan Program Irigasi Berjalan Tanpa Pungutan
IMF Ungkap Peta Utang Dunia 2026: AS Pecahkan Rekor, Posisi Indonesia Justru Bikin Lega
Kejagung Tambah Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah, NH Langsung Ditahan Tanpa Borgol
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Bukan Sekadar Potong Masa Pidana, 1.711 Warga Binaan Bengkulu Dapat Remisi Kemerdekaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Jalan Bukik Kubang Terancam Putus, PUPR Dharmasraya Pasang 14 Box Culvert

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Gunung Kerinci via Solok Selatan Patahkan Mitos 5 Hari, Enam Pendaki Tuntas dalam 30 Jam

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Di Tengah Polemik Fee, Pengurus P3-TGAI Pastikan Program Irigasi Berjalan Tanpa Pungutan

Berita Terbaru