SUNGAI PENUH – Kota Sungai Penuh menguatkan pendekatan berbasis warga dalam menekan angka stunting melalui Gerakan 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah). Program ini tumbuh dari partisipasi masyarakat dan kini berkembang menjadi salah satu model kolaborasi sosial yang mendapat perhatian di tingkat nasional.
Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, menginisiasi gerakan ini dengan mendorong warga menyumbang bantuan kecil secara sukarela. Ia merancang konsep sederhana agar seluruh lapisan masyarakat bisa ikut terlibat tanpa beban ekonomi yang berat. Inisiatif tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan solidaritas yang menjangkau keluarga berisiko stunting dan warga lanjut usia.
Dari Aksi Kecil Menjadi Gerakan Kolektif
Gerakan 3S tidak bergerak sebagai program bantuan satu arah. Sri Kartini membangun pola partisipatif yang melibatkan kader PKK, perangkat kelurahan, hingga komunitas lokal. Warga menyumbang bahan pangan dasar seperti beras dan telur, serta dana kecil yang kemudian dikelola untuk distribusi bantuan rutin.
Model ini menciptakan efek berantai. Banyak keluarga yang sebelumnya tidak terjangkau bantuan pemerintah kini mulai menerima dukungan secara berkala. Selain itu, kader lapangan juga mendata langsung kebutuhan warga sehingga distribusi bantuan berjalan lebih tepat sasaran.
Dampak Langsung pada Penurunan Stunting
Pemerintah Kota Sungai Penuh menempatkan penanganan stunting sebagai prioritas utama. Gerakan 3S memperkuat program tersebut dengan menyediakan asupan gizi tambahan bagi anak-anak yang masuk kategori risiko stunting.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menilai pendekatan ini mempercepat intervensi sosial di tingkat akar rumput. Ia menyebut gerakan ini sebagai bukti bahwa perubahan besar bisa lahir dari kontribusi kecil masyarakat.
“Ketika warga bergerak bersama, kita bisa menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan,” ujar Alfin dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (20/5/2026).
Pengakuan Nasional dan Penguatan Kolaborasi
Gerakan 3S bersama komunitas pendukung seperti Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) mendapat penghargaan Gold dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Penghargaan tersebut menegaskan posisi Sungai Penuh sebagai salah satu daerah dengan inovasi sosial berbasis komunitas yang aktif.
Selain itu, pemerintah pusat juga menilai keberhasilan ini sebagai bagian dari strategi penurunan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan gotong royong yang terstruktur.
Sri Kartini Alfin Raih Penghargaan Inisiator Sosial
Atas perannya dalam merancang dan menggerakkan program ini, Sri Kartini Alfin menerima penghargaan sebagai inisiator dan penggerak sosial inspiratif. Wali Kota Sungai Penuh menyerahkan langsung penghargaan tersebut dalam momen yang sama.
Penghargaan ini tidak hanya menyoroti individu, tetapi juga memperkuat posisi PKK sebagai motor penggerak sosial di tingkat daerah.
Tantangan dan Arah Pengembangan
Meski berjalan positif, pemerintah daerah tetap menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi partisipasi warga. Karena itu, tim penggerak PKK mulai memperluas edukasi gizi, memperkuat pendataan digital, dan mengintegrasikan program 3S dengan layanan kesehatan posyandu.
Ke depan, pemerintah kota menargetkan perluasan program ini ke seluruh kecamatan dengan sistem monitoring yang lebih rapi agar dampaknya bisa terukur secara berkelanjutan.
FAQ
1. Apa itu Gerakan 3S di Kota Sungai Penuh?
Gerakan 3S merupakan program gotong royong warga berupa sumbangan segenggam beras, sebutir telur, dan seribu rupiah untuk membantu keluarga berisiko stunting dan warga kurang mampu.
2. Siapa penggagas program ini?
Sri Kartini Alfin, Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, menggagas dan menggerakkan program ini bersama komunitas lokal.
3. Apa dampak utama dari Gerakan 3S?
Program ini membantu meningkatkan asupan gizi anak, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung penurunan angka stunting di daerah.
4. Apakah program ini mendapat pengakuan nasional?
Ya, Gerakan 3S bersama mitra komunitas mendapat penghargaan Gold dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
5. Apakah program ini akan diperluas?
Pemerintah Kota Sungai Penuh berencana memperluas dan memperkuat sistem monitoring agar program berjalan lebih efektif di seluruh wilayah.
Penulis : Mosa
Editor : Ichwan Diaspora









