DPRD Sumbar Setujui Tambahan Modal Jamkrida, Mahyeldi Dorong UMKM Lebih Mudah Akses Kredit

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – DPRD Sumbar Setujui Tambahan Modal Jamkrida, Pemprov Dorong UMKM Lebih Mudah Akses Kredit

Tambahan Modal Jamkrida Disetujui DPRD Sumbar DPRD Sumatera Barat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyertaan modal untuk PT Jamkrida Sumbar dalam rapat paripurna, Rabu (6/5/2026). Kebijakan ini membuka jalan bagi penambahan kapasitas lembaga penjaminan kredit daerah tersebut.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyambut keputusan itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembiayaan sektor usaha kecil di daerah. Ia menilai keputusan DPRD menjadi dorongan penting bagi perluasan akses permodalan di tingkat pelaku usaha.

Penguatan Modal Jamkrida

Akses Pembiayaan UMKM Jadi Fokus Utama Mahyeldi menegaskan penguatan modal Jamkrida tidak sekadar soal kelembagaan, tetapi berkaitan langsung dengan kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menghadapi keterbatasan akses kredit.

Ia menyebut banyak pelaku usaha di daerah masih kesulitan mendapatkan pembiayaan dari perbankan konvensional. Karena itu, keberadaan Jamkrida perlu diperkuat agar mampu menjadi penyangga risiko pembiayaan.

Baca Juga :  Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026

“Kalau modalnya kuat, ruang geraknya lebih luas. UMKM juga lebih mudah masuk ke skema pembiayaan,” kata Mahyeldi di sela rapat paripurna.

Peluang Kerja Sama Antarwilayah Mulai Terbuka Selain memperluas pembiayaan di dalam daerah, Mahyeldi juga menyinggung potensi kerja sama lintas provinsi. Ia menyebut sejumlah daerah lain mulai melirik Jamkrida Sumbar sebagai mitra penjaminan kredit.

Namun, keterbatasan modal selama ini membuat ekspansi kerja sama belum optimal. Dengan tambahan modal daerah, ia menilai peluang tersebut kini lebih terbuka.

“Beberapa provinsi tetangga sudah menunjukkan minat kerja sama. Selama ini ruangnya terbatas, sekarang bisa lebih berkembang,” ujarnya.

Kinerja Jamkrida Dinilai Stabil Mahyeldi juga menilai kinerja PT Jamkrida Sumbar sejauh ini cukup stabil dan mampu bersaing dengan lembaga serupa di tingkat nasional. Ia menyoroti konsistensi perusahaan dalam menjaga performa dan tata kelola.

Menurutnya, penguatan modal akan menjadi faktor penentu untuk meningkatkan kapasitas penjaminan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga :  Solok Selatan Catat Pengangguran Terendah, Investasi Energi Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

“Secara kinerja sudah baik. Tinggal diperkuat dari sisi permodalan supaya kontribusinya juga ikut naik,” kata dia.

OPD Segera Menindaklanjuti

Pemprov Minta Percepatan Implementasi Pemerintah Provinsi Sumbar meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti regulasi tersebut setelah resmi ditetapkan menjadi perda. Mahyeldi menekankan pentingnya langkah cepat agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas.

Ia meminta koordinasi teknis antara OPD dan Jamkrida segera disiapkan, termasuk menyusun langkah operasional untuk mempercepat penyaluran manfaat ke sektor usaha.

“Kalau sudah jadi aturan, jangan lama di administrasi. Harus langsung jalan supaya dampaknya terasa,” ujarnya.

Dorongan Ekonomi Daerah Lewat UMKM Mahyeldi berharap penguatan Jamkrida dapat memberi efek berantai pada pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai UMKM tetap menjadi sektor yang paling cepat menyerap manfaat pembiayaan.

Penutup

Kebijakan ini harus memberi dampak nyata, bukan sekadar penguatan institusi.

“Yang kita kejar bukan hanya lembaganya kuat, tapi ekonomi masyarakat juga ikut naik,” katanya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional
Promo Shopee 3 Juli 2026 Capai Puncak, Diskon 70 Persen, Voucher Rp300 Ribu dan Hadiah Gratis Menanti
Harga LNG Anjlok hingga 43 Persen, Pertamina Langsung Tancap Gas Jalankan Aturan Baru Pemerintah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:00 WIB

Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi

Berita Terbaru