RI Siapkan BBM B50 Mulai Juli 2026, Harga Ikuti Formula Bulanan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersiap meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru berbasis biodiesel 50 persen atau B50 pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini mewajibkan setiap liter solar bercampur 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari minyak sawit. Pemerintah menargetkan langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan impor solar.

Pemerintah Terapkan Formula Harga Bulanan

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan pemerintah akan memakai skema harga berbasis formula yang sudah berlaku sebelumnya. Ia menegaskan pemerintah tidak menetapkan harga secara tetap.

“Kami mengikuti formula. Setiap bulan kami keluarkan harga sesuai perhitungan terbaru,” kata Eniya saat meninjau fasilitas uji jalan B50 di Lembang, Jawa Barat.

Pemerintah juga masih menyelesaikan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) untuk memastikan komponen biaya FAME berjalan sesuai rencana. Tim teknis terus menghitung kebutuhan pasokan agar implementasi B50 tidak terganggu.

Baca Juga :  Kurniawan Dwi Yulianto Siap Tangani Timnas Indonesia U-17

Pasokan FAME Masih Jadi Fokus Pemerintah

Eniya menegaskan pemerintah masih mengkaji ketersediaan bahan baku biodiesel. Ia memastikan pasokan FAME cukup untuk mendukung pelaksanaan B50, meski pemerintah tetap melakukan evaluasi berkala terhadap kebutuhan industri.

“Kami terus menghitung bersama Ditjen Migas. Sampai Desember kami evaluasi lagi supaya tidak ada gangguan pasokan,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan biodiesel nasional masih bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri berbasis minyak sawit. Saat ini, program biodiesel B40 saja sudah menyerap sekitar 25 persen kebutuhan nasional.

Hemat Devisa Hingga Rp157 Triliun

Kementerian ESDM memperkirakan implementasi B50 memberikan dampak ekonomi besar. Pemerintah menargetkan penghematan devisa hingga Rp157,28 triliun pada 2026. Angka ini naik dari proyeksi program B40 yang mencapai sekitar Rp140 triliun.

Pemerintah menilai kebijakan ini membantu mengurangi ketergantungan impor solar. Di sisi lain, industri sawit nasional juga mendapat tambahan nilai tambah karena permintaan FAME meningkat.

Baca Juga :  Darurat Sampah! Bantargebang Semburkan Metana Raksasa Setara PLTU

Target Jalan Juli 2026

Pemerintah menargetkan B50 mulai berlaku serentak pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi transisi energi sekaligus respons terhadap dinamika energi global yang tidak stabil.

Eniya menyebut pemerintah terus menyesuaikan kesiapan teknis di lapangan, termasuk kesiapan kilang, distribusi, dan sistem pencampuran bahan bakar.

“Targetnya pengurangan impor bisa mencapai 50 persen. Sekarang serapan biodiesel sudah sekitar seperempat kebutuhan nasional,” katanya.

Dorong Ketahanan Energi Nasional

Pemerintah berharap B50 memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang. Selain itu, kebijakan ini juga mendukung agenda pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan energi terbarukan berbasis sawit.

Jika seluruh tahap berjalan sesuai rencana, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan tingkat campuran biodiesel tertinggi di dunia. Pemerintah menilai langkah ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pasar energi hijau global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru