JAKARTA – PT Asuransi Sinar Mas mencatat tren klaim kesehatan masih berpusat pada penyakit serius. Penyakit jantung, kanker, dan stroke tetap menjadi penyebab utama pembayaran klaim. Selain itu, penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi juga terus muncul dalam laporan klaim nasabah.
Direktur Asuransi Sinar Mas, Dumasi M. M. Samosir, menyampaikan kondisi tersebut di Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Ia menilai pola klaim ini menunjukkan risiko kesehatan masyarakat masih tinggi, terutama pada penyakit jangka panjang.
Biaya Medis Naik Tekan Industri Asuransi
Dumasi menjelaskan bahwa total nilai klaim perusahaan memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia menegaskan kondisi itu tidak berarti biaya kesehatan ikut turun.
Perusahaan justru mencatat kenaikan biaya per peserta pada awal 2026. Data Januari hingga Maret menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan tekanan inflasi medis masih kuat.
Ia menyoroti kenaikan harga obat, biaya tindakan rumah sakit, serta layanan medis lanjutan sebagai faktor utama yang mendorong lonjakan biaya tersebut. Tekanan ini membuat perusahaan asuransi harus lebih ketat mengelola risiko.
Premi Tumbuh di Tengah Tantangan Biaya
Di sisi lain, industri asuransi kesehatan masih mencatat pertumbuhan premi. Segmen perusahaan atau employee benefit menjadi pendorong utama, disusul segmen individu kelas menengah yang semakin sadar pentingnya perlindungan kesehatan.
Meski premi meningkat, perusahaan tetap menghadapi tantangan berat karena biaya layanan kesehatan juga naik. Situasi ini memaksa perusahaan menjaga keseimbangan antara pendapatan premi dan pembayaran klaim.
Penguatan Sistem Pengendalian Klaim
Asuransi Sinar Mas menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas bisnis. Perusahaan memperketat proses seleksi risiko sejak awal agar portofolio tetap sehat. Tim underwriting menilai calon nasabah dengan lebih detail untuk menghindari risiko tinggi.
Perusahaan juga memperkuat kontrol klaim melalui sistem evaluasi medis dan pemeriksaan kebutuhan tindakan. Setiap klaim harus melewati proses penilaian agar sesuai dengan kondisi medis dan tidak berlebihan dalam penggunaan layanan.
Selain itu, perusahaan membentuk tim medis internal dan Medical Advisory Board. Tim ini membantu memberikan panduan medis dalam proses klaim sehingga keputusan lebih akurat dan terukur.
Digitalisasi Percepat Proses dan Cegah Fraud
Asuransi Sinar Mas terus mengembangkan sistem digital yang terhubung langsung dengan rumah sakit rekanan. Sistem ini mempercepat proses klaim dan meningkatkan transparansi data layanan kesehatan.
Teknologi tersebut juga membantu perusahaan mendeteksi potensi penyimpangan atau fraud lebih cepat. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat mengendalikan biaya secara lebih efektif.
Edukasi Nasabah Jadi Fokus Tambahan
Perusahaan juga mendorong edukasi kepada nasabah agar lebih bijak dalam menggunakan layanan kesehatan. Edukasi ini dilakukan secara rutin melalui program kesehatan dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Asuransi Sinar Mas menilai pemahaman nasabah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sistem asuransi kesehatan.
Industri Masih Terkendali
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio klaim industri asuransi kesehatan masih berada dalam batas terkendali pada awal 2026. Kondisi ini menunjukkan sektor asuransi tetap stabil meski tekanan biaya medis terus meningkat.
Namun, industri tetap perlu waspada karena tren inflasi kesehatan belum menunjukkan perlambatan signifikan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









