JAKARTA – AXA Mandiri Financial Services membuka peluang penambahan instrumen emas dalam portofolio investasi asuransi jiwa. Namun, perusahaan masih menunggu kepastian regulasi dan kesiapan industri sebelum mengambil langkah tersebut.
Chief Investment Officer AXA Mandiri, Erika Marthalina, menyampaikan perusahaan melihat emas sebagai aset lindung nilai yang mampu menjaga nilai kekayaan saat terjadi tekanan ekonomi atau gejolak geopolitik. Meski begitu, perusahaan belum bisa langsung masuk ke instrumen tersebut karena aturan investasi di industri asuransi masih terbatas.
“Industri asuransi membutuhkan regulasi yang lebih lengkap agar bisa menempatkan dana pada emas secara optimal,” kata Erika di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Saat ini AXA Mandiri mengelola dana investasi nasabah dengan strategi konservatif dan menempatkan porsi terbesar pada obligasi. Perusahaan juga mengalokasikan dana ke deposito, saham, dan reksa dana untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan stabilitas jangka panjang.
AXA Mandiri juga menawarkan produk Mandiri Wealth Signature USD untuk memberikan perlindungan nilai aset dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Perusahaan menilai produk berbasis valuta asing ini membantu nasabah menghadapi risiko pelemahan rupiah.
Erika menegaskan perusahaan belum menempatkan dana pada emas fisik maupun instrumen berbasis emas seperti ETF. Ia menyebut AXA Mandiri masih memantau perkembangan regulasi sebelum masuk ke instrumen tersebut.
“Kami menunggu kesiapan regulasi dan kesiapan industri untuk mengakomodasi investasi emas secara menyeluruh,” ujarnya.
Meski belum masuk ke pasar emas, AXA Mandiri melihat potensi diversifikasi melalui logam mulia tetap terbuka. Perusahaan menilai emas fisik cocok untuk investasi jangka panjang, sementara ETF menawarkan fleksibilitas dan likuiditas lebih tinggi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








